DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!
Tampilkan postingan dengan label Spanyol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spanyol. Tampilkan semua postingan

Kalahkan Messi dan Ribery, Ronaldo Menangis

Senin, 13 Januari 2014
Gelandang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, tidak kuasa menahan rasa haru seusai berhasil meraih penghargaan FIFA Ballon d'Or 2013. Bahkan, dia terlihat menangis saat memberi kata sambutan menerima penghargaan tersebut. 

Ronaldo mengalahkan dua nomine lainnya, bintang Barcelona, Lionel Messi, dan gelandang Bayern Muenchen, Franck Ribery. Ini adalah kali kedua Ronaldo dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia setelah sebelumnya dia juga sempat meraih penghargaan pada 2008 ketika masih bermain bersama Manchester United. 

Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh legenda sepak bola Brasil, Pele. Setelah menerima trofi, Ronaldo pun terlihat menitikkan air mata sembari memberikan kata sambutan. 

"Pertama-tama aku harus mengatakan terima kasih besar untuk semua rekan-rekanku di klub dan tim nasional. Tanpa mereka, semua ini tidak mungkin terjadi. Aku sangat senang karena sangat sulit untuk memenangkan penghargaan ini," ujar Ronaldo.

Sumber: Kompas

Tundukkan Malaga, Barca Pastikan El Clasico di Semifinal

Jumat, 25 Januari 2013
Barcelona menang 4-2 atas Malaga pada pertandingan leg kedua perempat final Copa del Rey di La Rosaleda, Kamis (24/1/2013). Dengan begitu, Barcelona unggul agregat 6-4 dan berhak melaju ke semifinal, tempat Real Madrid sudah menunggu.
AFP
Gelandang Barcelona, Cesc Fabregas (kiri), menggiring bola dalam kawalan gelandang Malaga, Ignacio Camacho, pada leg kedua perempat final Copa del Rey, di La Rosaleda, Kamis (24/1/2013).
Barcelona unggul lebih dulu melalui Pedro pada menit kedelapan. Lolos dari jebakan off-side, Dani Alves menggiring bola di sektor kiri pertahanan Malaga. Ia mengakhiri pergerakannya dengan melepas umpan ke tengah kotak penalti, yang disundul Pedro masuk gawang Carlos Kameni.

Joaquin mengubah kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-12. Dalam kawalan dua pemain lawan, Joaquin menerima umpan Duda di tepi kotak penalti dan kemudian melepaskan tendangan kaki kanan yang membuat bola melesat ke sudut kiri bawah gawang Jose Manuel Pinto.

Empat menit setelah turun minum, Pique memulihkan keunggulan Barcelona. Setelah mengontrol bola kiriman Andre Iniesta dengan dada di tengah kotak penalti, ia meloloskan bola ke sudut kiri gawang dengan tendangan kaki kanan.

Pada menit ke-69, Malaga kembali menyamakan kedudukan melalui Roque Santa Cruz. Memanfaatkan umpan Joaquin, Santa Cruz melepaskan tendangan kaki kanan yang membuat bola meluncur dari tengah kotak penalti ke sudut kanan bawah gawang Pinto.

Memasuki menit ke-76, Barcelona mendapatkan gol ketiga dari Iniesta. Dalam kawalan dua pemain lawan, Cesc Fabregas menggulirkan bola ke tengah kotak penalti, yang ditembakkan Iniesta ke tengah gawang tuan rumah.

Sekitar tiga menit kemudian, Barcelona memperlebar jarak menjadi 4-2, berkat gol Lionel Messi. Dengan kepalanya, ia menyundul umpan silang Dani Alves masuk gawang Kameni.

Sementara itu, laga semifinal lain akan menampilkan Sevilla dan Atletico Madrid. Sementara Sevilla masuk empat besar berkat keunggulan agregat 4-0 (0-0, 4-0) atas Zaragoza, Atletico karena unggul agregat 3-1 atas Real Betis (2-0, 1-1). 

Malaga: 1-Carlos Kameni; 2-Duarte Jesus Gamez, 3-Robson Weligton, 5-Martin Demichelis; 6-Nacho Barnola Camacho, 7-Joaquin (9-Javier Saviola 81), 16-Manuel Iturra, 17-Duda (19-Francisco Portillo 63), 18-Pereira Eliseu; 11-Sebastian Fernandez (12-Lucas Piazon 81), 24-Roque Santa Cruz

Barcelona: 13-Jose Manuel Pinto; 2-Dani Alves, 3-Gerard Piqué, 18-Jordi Alba; 4-Cesc Fábregas, 6-Xavi, 8-Andres Iniesta, 10-Lionel Messi (11-Thiago 82), 14-Javier Mascherano, 16-Sergio Busquets; 17-Pedro (9-Alexis Sanchez 87)

Era Emas Spanyol, Mantab . . . . . .

Senin, 16 Juli 2012
KOMPAS.com  Bulan Juli penuh kejutan. Ditantang untuk melanjutkan dominasinya di Eropa dan dunia, tim Spanyol menjawabnya penuh keyakinan. ”La Furia Roja” menjawab dengan gelar juara Eropa 2012 setelah menjadi kampiun di Piala Dunia Afrika Selatan 2010 dan Piala Eropa 2008. Xavi dan kawan-kawan berada di puncak dunia.

Kejutan lain muncul. Brasil terdepak dari 10 besar tim terbaik FIFA. Turun enam anak tangga dari posisi kelima ke posisi 11 peringkat FIFA adalah prestasi terburuk lima kali kampiun piala dunia ini.

Sepak bola indah
Dua gelar terakhir yang diraih tim ”Matador” dalam enam tahun terakhir mengukuhkan mereka sebagai kekuatan baru sepak bola dunia. Penanda aras.

Di tangan Luis Aragones, Spanyol memulai perubahan dengan menerapkan tiki-taka, gaya bermain sepak bola yang diterapkan FC Barcelona. Pemain bertubuh mungil yang mampu mengolah bola di kaki dengan sangat lengket dan dalam jarak antarpemain yang rapat. Tanpa sadar, dengan umpan terobosan melalui sela-sela kaki dan mencetak gol ke gawang menjadi ciri khas tim Spanyol.

Vincente del Bosque di Polandia-Ukraina memoles dan mengubah gaya ini sedikit dengan meniadakan penyerang. Hanya ada Cesc Fabregas, gelandang serang FC Barcelona, yang berfungsi sebagai penyerang. Cap penyerang palsu pun tertuju ke Fabregas. ”False Nine”, begitu sebutannya.

Pelatih Brasil Mano Menezes, seperti diberitakan Reuters, mengakui kedigdayaan Spanyol saat ini. Namun, baginya, Brasil tidak perlu menjadi mesin fotokopi, menjiplak mentah-mentah gaya bermain Spanyol.

”Juara selalu menjadi penanda aras dan Spanyol melakukan hal itu. Brasil melakukannya pada masa lalu,” katanya.

Ya, jogo bonito, sebutan bagi gaya tim ”Samba”. Goyangan para pemain tim ”Samba” pada Piala Dunia 1982 menjadi salah satu bukti memikatnya jogo bonito. Variasi umpan pendek dan umpan lambung dibumbui kemampuan menggiring bola disisipi atraksi juggling bola ditambah permainan terbuka membuat gaya itu sedap dipandang mata.

Mantan pelatih klub Gremio dan Corinthians ini menyatakan, mereka tidak akan meniru gaya Spanyol. ”Permainan kami selalu menyertakan penyerang dan dalam budaya Brasil, para penggemar ingin melihat mereka di lapangan,” katanya.

Yang harus dipelajari, lanjut Menezes, adalah cara menghadapi Jordi Alba dan kawan-kawan, bukan meniru gaya permainan mereka. Publik menunggu bukti janji Menezes jika kedua tim bertemu di Olimpiade 2012