DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

Era Emas Spanyol, Mantab . . . . . .

Senin, 16 Juli 2012
KOMPAS.com  Bulan Juli penuh kejutan. Ditantang untuk melanjutkan dominasinya di Eropa dan dunia, tim Spanyol menjawabnya penuh keyakinan. ”La Furia Roja” menjawab dengan gelar juara Eropa 2012 setelah menjadi kampiun di Piala Dunia Afrika Selatan 2010 dan Piala Eropa 2008. Xavi dan kawan-kawan berada di puncak dunia.

Kejutan lain muncul. Brasil terdepak dari 10 besar tim terbaik FIFA. Turun enam anak tangga dari posisi kelima ke posisi 11 peringkat FIFA adalah prestasi terburuk lima kali kampiun piala dunia ini.

Sepak bola indah
Dua gelar terakhir yang diraih tim ”Matador” dalam enam tahun terakhir mengukuhkan mereka sebagai kekuatan baru sepak bola dunia. Penanda aras.

Di tangan Luis Aragones, Spanyol memulai perubahan dengan menerapkan tiki-taka, gaya bermain sepak bola yang diterapkan FC Barcelona. Pemain bertubuh mungil yang mampu mengolah bola di kaki dengan sangat lengket dan dalam jarak antarpemain yang rapat. Tanpa sadar, dengan umpan terobosan melalui sela-sela kaki dan mencetak gol ke gawang menjadi ciri khas tim Spanyol.

Vincente del Bosque di Polandia-Ukraina memoles dan mengubah gaya ini sedikit dengan meniadakan penyerang. Hanya ada Cesc Fabregas, gelandang serang FC Barcelona, yang berfungsi sebagai penyerang. Cap penyerang palsu pun tertuju ke Fabregas. ”False Nine”, begitu sebutannya.

Pelatih Brasil Mano Menezes, seperti diberitakan Reuters, mengakui kedigdayaan Spanyol saat ini. Namun, baginya, Brasil tidak perlu menjadi mesin fotokopi, menjiplak mentah-mentah gaya bermain Spanyol.

”Juara selalu menjadi penanda aras dan Spanyol melakukan hal itu. Brasil melakukannya pada masa lalu,” katanya.

Ya, jogo bonito, sebutan bagi gaya tim ”Samba”. Goyangan para pemain tim ”Samba” pada Piala Dunia 1982 menjadi salah satu bukti memikatnya jogo bonito. Variasi umpan pendek dan umpan lambung dibumbui kemampuan menggiring bola disisipi atraksi juggling bola ditambah permainan terbuka membuat gaya itu sedap dipandang mata.

Mantan pelatih klub Gremio dan Corinthians ini menyatakan, mereka tidak akan meniru gaya Spanyol. ”Permainan kami selalu menyertakan penyerang dan dalam budaya Brasil, para penggemar ingin melihat mereka di lapangan,” katanya.

Yang harus dipelajari, lanjut Menezes, adalah cara menghadapi Jordi Alba dan kawan-kawan, bukan meniru gaya permainan mereka. Publik menunggu bukti janji Menezes jika kedua tim bertemu di Olimpiade 2012

0 komentar:

Poskan Komentar