DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

Manusia da Lingkungan

Senin, 26 Juli 2010
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada saat ini, hampir semua negara telah menyadari bahwa dalam pembangunan negara sangat perlu memperhatikan keseimbangan lingkungan hidup agar hasil pembangunan tidak menjadi bumerang kepada manusia sendiri,. Untuk hal ini, di perlukan partisipasi seluruh warga negara dengan kesadaran yang tinggi. Patisipasi dan kesadaran itu akan timbul apabila setiap warga negara memahami ilmu lingkungan.

B. Rumusan Masalah
Dalam makalah ini penysun merumuskan masalah sebagai berikut:
a. Apakah yang di maksud dengan ilmu ligkungan?
b. Mengapa ekologi merupakan dasar ilmu lingkungan?
c. Apakah yang dimaksud dengan individu?
d. Apakah ciri terpenting dalam populasi?
e. Apakah yang dimaksud dengan komunitas?
f. Apakah yang dimaksud dengan ekosistem?
g. Bagaimana pengaruh manusia dalam lingkungan?

C. Tujuan
Tujuan penyusun dalam makalah ini adalah:
a. Untuk memenuhi tugas mata kuliah IAD.
b. Untuk menambah wawasan bagi penyusun khususnya dan pembaca pada umumnya.






BAB II
PEMBAHASAN
MANUSIA DAN LINGKUNGAN

A Ilmu Lingkungan
Ilmu lingkungan mengintegrasikan berbagai ilmu yang mempelajari hubungan antara jasad hidup (termasuk manusia) dengan lingkungan. Ilmu lingkungan dapat diibaratkan sebuah poros, tempat berbagai asas dan konsep aneka ragam ilmu yang terpencar dan terkhususkan dan dapat digabungkan kembali secara tunjang menunjang, untuk mengatasi masalah yang menyangkut hubungan antara jasad hidup dengan lingkungannya. Di dalam ilmu lingkungan tekanan dituiukan terutama pada menyatukan kembali segala ilmu yang menyang¬kut masalah lingkungan ke dalam kategori vatriabel yang serupa, yaitu energi. materi. ruang, waktu, dan keanekaragaman(deversitas). Kalau integrasi keilmuan ini sudah dapat dipahami, akan tampak dengan jelas semua disiplin ilmu yang terpencar itu, menelaah proses dlan masalah yang serupa. barangkali keanekaragamannya yang tidak terputus-putus dari pada sifat morfologi dan genetika me¬nentukan tinggi rendah dinamika makhluk hidup, populasi, dan komunitas di muka Bumi. Karena hal itu khas dalam makhluk hidup, maka penting pula untuk diperhatikan. Ilmu lingkungan dapat juga dianggap sebagai titik pertemuan "ilmu murni" dan "ilmu terapan". Ilmu lingkungan sebenarnya ialah ekologi (ilmu murni yang mempelajari pengaruh faktor lingkungan terhadap makhluk hidup) yang-menerangkan berbagai asas dan konsep¬nya kepada masalah yang lebih luas, yang menyangkut pula hubungan manusia dengan lingkungannya.

B. Ekologi Sebagai Dasar Ilmu Lingkungan.
Ekologi merupakan salah satu ilmu dasar bagi ilmu ling¬kungan. Dalam ilmu lingkungan seperti halnya ekologi, mahluk hidup (organisme) pada dasarnya dipelajari dalam unit populasi. populasi ialah sckelonlpok individi-individu mhluk hidup yang sejenis yang hidup dalam suatu lingkungan tertentu.

1. Individu (Latin: in = tidak; dividus = dapat dibagi)
Individu ialah suatu satuan struktur yang membangun suatu kehidupan dulam bentuk makhluk. Jika kita bayangkan pandangan ke Sebuah kebun, kita mungkin akan menemukan bebe¬rapa tumbuhan, misalnya: pohon jambu, pohon pisang, jahe, rum¬put, dan sebagainya. Setiap pohon disebut individu. Denyan demikian, kita katakan: individu pisang, individu jambu. individu jahe. dan sebagainya.
Banyak sedikit individu yang termasuk dalam satu populasi bergantung pada po,tensi untuk berbiak silang antara individu yang satu dengan individu yang lain.
Kepadatan populasi ialah hubungan jumlah individu tiap m3. Misalnya, dalam sebuah akuarium yang berukuran 60cm x 30cm x 30 cm dipelihara ikan mas sebanyak 30 ekor. Dalam hal ini, kita katakan bahwa kepadatan populasi ikan mas di dalam akuarium itu 30 ekor untuk 54.000 cm3 atau dalam 0.54 m3, jadi, kepadatan ikan Inas di dalam akuarium.
= 30 ekor \ 0,054 m3
= 555 ekor \m3
Untuk hewan yang hidup di darat biasanya dipergunakan dalam satuan m2. Misalnya. kepadatan populasi sapi di desa A = 0.5 untuk tiap m2. Untuk mencari kepadatan populasi digunakan rumus:
D = N \ S
Keterangan :
D = kepadatan
N = frekuensi
S = luasan daerah yang di tempati
Perubahan kepadatan populasi disebabkan oleh:
a) mortalitas (angka kematian)
b) natalitas (angka kelahiran)
c) imigrasi / emigrasi (perpindahan)
2. Populasi
Populasi dapat dikatakan sebagai kumpulan individu suatu spesies makhluk hidup yang sama. Populasi adalah kum¬pulan individu sebuah spesies yang mempuyai potensi untuk Berbiak silang antar satu individu yang lain. Kalau kepadatan populasi itu sedemikian rupa naiknya sehingga kebutuhan po¬pulasi itu akan bahan makanan, tempat tinggal, dan kebutuhan hidup lain-lain menjadi di luar kemampuan alam, lingkungan untuk menyediakan atau menyokong secukupnya, timbullah persaingan atau kompetisi. Persaingan ini menimbulkan dua akibat: (1) dalam jangka waktu yang singkat akan menimbulkan akibat (efek) ekologi dan (2) dalam jangka waktu yang panjang akan menibulkan evolusi.
persaingan menimbulkan daya juang untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Yang dapat dimenangkan oleh yang “kuat¬”atas anggota yang “lemah”. Dalarn waktu yang singkat akibat ekologi itu berupa (1) kelahiran, kelangsungan hidup, dan pertumbuhan populasi yang boleh jad tertekan. serta (2) pemindahan (emigrasi) populasi yang mungkin meningkat. Persaingan dalam populasi dapat berupa persaingan langsung antarindividu.satu hal yang penting di sini ialah bah¬wa dalam setiap persaingan antarindividu, kemampuan anggota populasi bersaing pada akhirnya dapat tetap dipertahankan karena yang menanglah yang meneruskan kelangsungan generasi.
Ada dua faktor lingkungan yang dapat menurunkan daya biak populasi. yaitu:
1) Faktor bergantung pada kepadatan populasi itu sendiri (density-dependent factor), misalnya kekurangan bahan makanan. kekurangan ruang untuk hidup karena populasi terlampau padat.
2) Serta faktor yang tidak bergantung pada kepadatan populasi (density-independent factor) misalnya terdapat penurunan suhu lingkungan secara drastis dan mendadak. atau angin ribut yang melanda suatu daerah pada suatu musim sehingga dapat membunuh banyak individu dalam populasi. Faktor lingkungan scmacam itu dapat saja muncul.
3)
3. Komunitas
Komunitas ialah beberapa kelompok makhluk yang hidup bersama-sama dalam suatu tempat yang bersamaan, misalnya populasi semut, populasi kutu daun, dan pohon tempat mereka hidup membentuk suatu masyarakat atau suatu komunitas. Dengan memperhatikan keanekaragaman dalam komunitas, dapatlah diperoleh gambaran tentang kedewasaan organisasi komunitas tersebut.
a. Perubahan Komunitas
Permukaan Bumi yang terlihat subur dan banyak ditum¬buhi berbagai macam tumbuhan, pada petmulaannya hanya merupakan suatu batuan yang tidak dapat ditumbuhi oleh tum¬buhan yang biasa tumbuh di tanah. Lumut kerak merupakan satu-satunya tumbuhan yang dapat tumbuh di permukaan ba¬tuan. Sebagai akibat pertumbuhan lumut kerak batuan itu men¬jadi lapuk.
Keadaan komunitas di perrnukaan batuan berubah sesuai dengan perubahan lingkungan yang terjadi. Perubahan komu¬nitas yang sesuai dengan perubahan lingkungan yang terjadi akan berlangsung terus sampai pada suatu saat terjadi suatu "komunitas padat" sehingga timbulnya jenis tumbuhan atau he¬wan baru akan kecil sekali kemungkinannya. Komunitas padat ini disebut "kornunitas klimaks". Narnun, perubahan akan selalu terjadi.

b. Pemungutan Hasil Populasi
Ada empat macam peragertian yang penting untuk dike¬tahui sehubungan dengan pemungutan hasil berbagai bentuk populasi oleh manusia:
1) Biomassa ialah berat total populasi. Jadi, sama dengan jumlah individu dalarn populasi X berat rata-¬rata individu tersebut.
2) Hasil bawaan (standing crop) ialah jumlah individu atau biomassa suatu populasi pada waktu tertentu.
3) Produktivitas ialah jumlah jaringan hidup yang dihasilkan oleh suatu populasi dalam jangka waktu tertentu.
4) Hasil panen ialah jumlah hasil yang dipungut pada suatu waktu panen bagi kepentingun manusia.

4. Ekosistem
Tingkat organisasi yang lebih tinggi dari komunitas adalah ekosistem. Di sini tidak hanya mencakup serangkaian spesies tumbuhan, tetapi juga segala macam bentuk materi yang melakukan siklus dalam sistem itu dan energi yang menjadi sumber kekuatan bagi ekosistem. Sinar matahari merupakan sumber energi dalam sebuah ekosistem, yang oleh tumbuhan da¬pat diubah menjadi energi kimia melalui proses fotosintesis.
C. Pengaruh Manusia Dalam Lingkungan
Faktor linghungan baik yang biotik maupun yang abiotik, selalu mengalami perubahan. perubahan ini dapat terjadi secara tiba-tiba ataupun secara perlahan. Manusia dengan pengeta¬huannya mampu mengubah keadaan lingkungan sehingga menguntungkan dirinya. guna memenuhi kebutuhannya. Mula-mula perubahan itu dalam lingkungan yang kecil saja, pengarunyapun sangat tcrbatas. pada zaman Neolitikum, kira-kira 12000 tahun yang lalu, nenek moyang kita dari berburu kemudian memelihara hewan buruannya. Dari manusia pemburu berubah menjadi manusia pemelihara. Dari manusla "nomadis" berubah menjadi menetap. Mulailah perkembangan cara bercocok tanam.
Ekosistem yang kini terdapat di sekitar manusia merupakan suatu ekosistem yang baru diciptakan, yang sesuai dengan kebutuhan manusia. Suatu ekosistem manusia penuh dengan beranekaragam tumbuhan dan hewan yang ditanam dan dipeliha¬ranya. Mula-mula, pengaruh manusia terhadap lingkungannya dan keseleraannya ini tidaklah terlalu besar, alam masih sanggup membuat keseimbangan baru akibat perubahan yang dibuat oleh manusia. Namun, apa yang terjadi kemudian sangatlah mence¬maskan kita semua. Manusia, karena evolusi kebudayaannya melahirkan ilmu dan teknologi yang terkadang sekalipun belum dikuasai sepenuhnya telah digunakan secara luas, bukanlah hal yang mustahil justru menghancurkan kemampuan alam untuk memulihkan diri. Akibatnya, lingkungan tidak dapat lagi men¬dukung kehidupan, dan akhirnya berhenti pula manusia sebagai penduduk bumi. .
Dengan ilmu dan teknologi, kenmampuan manusia untuk mengubah lingkungan semakin besar. Mulailah manusia melepaskan diri dari ketergantungan pada alam sekitarnya. Di lain pihak kemajuan dalam bidang kebudayaan telah pula menambah ke¬butuhan manusia. Mencari makan bukan sekadar penawar lapar, dan berpakaian bukan sekadar untuk melindungi tubuh dari panas dan dingin. melainkan ingin menikmatinya, ingin yang indah-indah. Alat rumah tangga semakin bermacam-macam. Semua ini diciptakan demi kesenangan manusia. Diciptakan pula berbagai jenis alat angkutan untuk memudahkan kehidupan. Di¬galinya berbagai jenis barang tambang. dibangunnya berbagai bendungan, pusat tenaga listrik untuk memudahkan hidup rna¬nusia. Dibakarnya beribu-ribu bensin, batu bara untuk mengge¬rakkan pabrik dan alat transportasinya. Pendek kata, intervensi manusia terhadap lingkungan terhadap ekosistem semakin dalam dan rumit, semuanya itu demi kesenangannya. Semakin tinggi kualitas lingkungan bagi dirinya, jumlahnya pun semakin meningkat Terlihat bahwa populasi manusia yang berkembang dengan pesat ini, didampingi oleh perubahan lingkungan yang terus-menerus, akhirnya perlu mendapatkan perhatian dan tindakan bersama yang terencana dan terkoordinasi sehingga janganlah sampai menjurus ke arah yang dapat membahayakan kelangsungan hidup manusia itu sendiri.
1. Lingkungan Hidup yang Diharapkan Manusia
setiap mahluk hidup menginginkan agar tempat hidup¬nya memberikan keamanan dan menyenangkan. Semuanya demi untuk kelangsungan hidup bagi individu itu dan bagi jenisnya. Suatu ekosistem mempunyai stabilitas ter-tentu. Semakin besar keanekaragaman ekosistem, semakin besar stabilitasnya. Misalnya, hutan tropis yang terdiri dari beranekaragam tum¬buhan atau hewan, walaupun tanpa perawatan tetap akan dapat melangsungkan hidupnya. Sebaliknya, suatu ladang atau sawah yang terdiri atas beberapa macam tumbuhan akan mempunyai stabilitas yang kecil.
Walaupun hutan dikatakan mempunyai stabilitas yang tinggi, tetapi kecil sekali memberikan daya dukung (carrying ca¬pesity) untuk kelangsungan cara hidup manusia. Yang dimaksud dengan daya dukung ialah adanya unsur biotik dan abiotik yang ¬dapat dimanfaatkan oleh manusia. Oleh karena itu, manusia se¬lalu berusaha menaikkan daya dukung lingkungannya.
Harus diakui bahwa di satu pihak Tuhan telah mencipta¬kan seluruh alam dengan isinya untuk manusia, tetapi di lain pi¬hak manusia harus menciptakan agar lingkungan hidup memiliki daya dukung yang kuat. Untuk itu, manusia harus menggunakan potensi lingkungan, lebih efisien dan lebih bermanfaat.
Lingkungan hidup dapat memenuhi syarat kehidupan para penghuninya jika situasi dan kondisi lingkungan hidup itu dapat disesuaikan dengan kebutuhan minimal para penghuninya.
Semakin modern suatu masyarakat berarti semakin kompleks pula hidupnya dan semakin beranekaragam kebutuhannya. Berkat kemajuan teknologi, manusia lebih mendapat kesem¬patan untuk rnemenuhi kebutuhan hidupnya. tetapi semakim mencemari lingkungan hidupnya. Namun, perencanaan untuk suatu lingkungan hidup tidak akan berjalan jika penduduk untuk suatu lingkungan hidup sudah menjadi terlalu banyak.
2. Macam Sumber Daya Alam
Bumi sampai saat ini telah menunjukkan kemampuannya untuk memberikan kehidupan bagi makhluk penghuninya. Hal ini disebabkan terdapat sumber daya alam yang dapat digunakan manusia untuk memenuhi keperluan hidupnya.
Dari sekian banyak sumber daya alam yang tersedia. Kita dapat mengelompokkan menjadi dua golongan.
a) Sumber alam biotik
Sumber alam biotik meliputi hewan liar maupun piaraan hutan, dan tumbuhan lainnya. Sumber ini mempunyai sifat memperbarui diri, artinya dapat mernperbanyak diri dengan cara berkembang biak.
b) Sumber alam abiotik
disebut juga non-remewable resources sebagai contoh sumber daya alam abiotik ini ialah minyak bumi. barang tambang atau mineral seperti batu bara, tembaga. Nikel, dan lain-lain.
3. Konservasi Sumber Daya Alam
Manusia mempergnakan sumber daya alam, baik biotik maupun abiotik, untuk mendukung kelangsungan hidupnya di planet Bumi ini. Keperluan sumber daya alam cenderung mening¬kat terus karena adanya dua faktor utama: pertama, adanya pertumbuhan penduduk yang pesat dan kedua karena perkem¬bangan peradaban manusia yang memerlukan sumber daya alam yang lebih banyak lagi. Akibat dari penggunaan sumber daya alam yang tidak bijaksana, dalam arti tidak memperhitungkan faktor lingkungan, timbullah masalah besar bagi manusia sendiri. Misalnya, erosi, banjir, polusi, dan punahnya spesies hewan atau tumbuhan tertentu dari permukaan Bumi. Bila peristiwa ini ber¬jalan terus, dikhawatirkan manusia akan menghabiskan sumber daya alam. Niscaya manusia tidak akan dapat bertahan hidup di Bumi.
4. Pertumbuhan Penduduk dan Sumber Daya Alam
Penduduk Bumi pada tahun 1975 diperkirakan berjumlah 3967 juta, tahun 1991 berjumlah 5 miliar, dan pada tahun 2000 diperkirakan mencapai 6253 juta jiwa. Pertambahan penduduk yang pesat tersebut sudah dapat dipastikan akan meningkatkan keperluan sumber daya alam bagi manusia. Sampai saat ini, hampir di seluruh bagian Bumi telah banyak ditemukan sumber daya alam mineral, dan bahan tambang lainnva. Bahkan masih terus dilakukan eksplorasi di beberapa bagian Bumi ini. Untung bagi suatu negara yang mempunyai sumber daya alam yang ¬melimpah seperti minyak bumi, tembaga, bijih besi, nikel, mangan, dan sebagainya. Kekayaan sumber daya alam tersebut akan memungkinkan negara ini kuat dalam ekonomi maupun politik.
Namun, pada kenyataannya, tidak semua negara memiliki kekayaan sumber daya alam yang sama. Hal ini disebabkan antara lain karena penyebaran sumber daya alam di Bumi ini tidaklah merata. Di samping itu, jumlah penduduk suatu negara dan kemampuan teknologi yang dimilikinya turut mempenga¬ruhi kemakmuran suatu negara. Cepat atau lambat habisnya sumber daya alam tersebut tergantung pada jumlah pemakaian¬nya, yaitu penduduk Bumi ini.
5. Macam Polusi Dan Bahayanya
a. Polusi udara
Pada saat ini, masalah polusi udara telah menimbulkan kekhawatiran banyak penduduk. tcr-utama yang tinggal di kota besar dan daerah industri. Bahkan, ahli meteorologi mengatakan bahwa polusi udara tidak hanya meliputi kota besar, tetapi polusi udara telah meliputi ke seluruh atmosfer Bumi kita. lapisan oksigen tipis yang menyelimuti permukaan Bumi mulai rusak degan adanya polusi udara. polusi udara menjadi penyebab logam cepat berkarat dan menyebabkan kerugian besar pada panen hasil pertanian.
Polusi udara mempunyai sumber yang beranekaragam. Dari kendaraan bermotor dikeluarkan polutan ke udara dalam bentuk gas karbon monoksida (CO), nitrogen oksida, belerang oksida. hidrokarbon, dan partikel padat. Semua ini hasil pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor yang menyebabkan semakin banyak jumlah polutan yang dikeluarkan ke udara. Sebagai gambaran di sini, telah dikemukakan di Amerika Serikat bahwa pada tahun 60-an, terdapat 90 juta kendaraan bermotor yang setiap tahunnya dikeluarkan ke udara sejumlah 66 juta ton CO. 1 juta ton belerang hidroksida, 6 juta ton nitrogen oksida, 12 juta ton hidrokarbon. dan 1 juta bahan lain termasuk juga partikel padat. Di samping itu, masih terdapat lagi sumber polusi udara, misalnya pabrik besi baja, penyulingan minyak bumi, dan pabrik petrokimia.
b. Polusi Air dan Tanah
Polutan sebagai hasil kegiatan hidup manusia mencemarkan air dan tanah. Di sini, sukar untuk rnembicarakan jenis polusi tersebut secara terpisah karena keduanva erat sekali. Bila jumlah penduduk suatu negara berkembang jumlahnya. Maka, perindustrian pun berkembang, sehingga masuklah banyak polutan ke sistem perairan, yang antara lain adalah detergen, asam belerang, dan banyak lagi substansi kimia. Begitu pula dengan peningkatan produksi pertanian untuk mengimbangi pertumbuhan penduduk, semakin banyak lagi polutan dihasilkan, seperti: pestisida, herbisida. dan nitrat. Akibat selanjutnya, polusi tidak hanya terjadi pada sungai. danau, dan sepanjang pantai laut, tetapi yang lebih terasa polutan tadi telah masuk ke air tanah.
c. Polusi Suara
Kebisingan yang berlangsung sehari-hari terutama di kota¬-kota besar, dengan berkembangnya teknologi dan pertumbuhan penduduk yang pesat diperkirakan akan meningkat dua kali lipat dalam waktu 20 tahun mendatang, seperti halnya suhu, kuat lemahnya suara dapat di ukurpula, yaitu digunakan satan decibel (db). Misalnya, suara percakapan biasa berkekuatan 60 db. Dan bila meningkat menjadi keributan tercatat 80 db. Karena api sebesar 95 db. Pesawat jet yang sedang take off sebesar 150 db. Dan petir atau halilintar sebesar 120 db.
Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui sampai dimana pengaruh suara tadi terhadap organ tubuh manusia. Akibat yang akan timbul ialah hilangnya daya pendengaran secara permanen bila seorang mendengar suara dengan kekuatan yang tinggi. Suara denan tingkatan suara antara 50-55 db menunda seseorang tidur dan merasa lelah bila orang tersebut bangun kembali. Suara dengan kekuatan 90 db dapat berpengaruh terhadap syaraf otonom (syaraf tidak sadar) dengan gejala perubahan tekanan darah, denyut nadi, konstraksi perut dan usus, sakit perut dan lain-lain.



BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas dapat kami simulkan bahwa:
1) Ilmu lingkungan mengintegrasikan berbagai ilmu yang mempelajari hubungan antara jasad hidup (termasuk manusia) dengan lingkungan. Ilmu lingkungan dapat diibaratkan sebuah poros.
2) Individu ialah suatu satuan struktur yang membangun suatu kehidupan dulam bentuk makhluk.
3) Manusia juga merupakan satu kesatuan dengan lingkungan, jadi tidak akan bisa di pisahkan lagi.

B. SARAN-SARAN
Semoga makalah bermamfaat bagi pembaca khususnya, dan kami minta saran dan kritikan yang sangat mebangun demi lancarnya penulisan makalah selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA.
Cony Semiawan, dkk. 1986. Pendekatan Keterampilan Proses: Bagaimana Siswa dalam Belajar?. Jakarta: PT. Gramedia.
Depdikbud. 1986b. Kurikulum: Pedoman Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Depdikbud.
Funk, James H. dkk. 1985. Learning Science Process Skills. Lowa: Kendal/Hunt Publishing Company.

0 komentar:

Poskan Komentar