DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!
Tampilkan postingan dengan label atmosfer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label atmosfer. Tampilkan semua postingan

EDITORIAL: Tanpa FIFA, Ballon d'Or Pasti Milik Ribery

Jumat, 17 Januari 2014
EDITORIAL: Tanpa FIFA, Ballon d'Or Pasti Milik Ribery
Franck Ribery pantas raih Ballon d\'Or 2013. © AFP

Gala seremonial FIFA Ballon d'Or baru saja berlalu dan Cristiano Ronaldo berhak membawa pulang trofi edisi 2013. Namun seberapa pantaskah winger Real Madrid itu menang jika dibandingkan favorit lain, terutama dalam hal ini Franck Ribery?

Perdebatan soal siapa pantas tentu akan menyeret banyak pro dan kontra karena selalu melibatkan subjektivitas dan bias. Fans Ronaldo akan bersikukuh idolanya paling pantas, pun demikian dengan fans Ribery serta Lionel Messi. Tak hanya fans, figur-figur ternama dalam sepakbola pun mengisyaratkan bias kala mengungkapkan dukungannya. Tetapi semuanya mungkin tak bakal jadi super kontroversial andai trofi Ballon d'Or tetap dihadiahkan dalam versi aslinya.

Seperti kita ketahui bersama, trofi FIFA Ballon d'Or yang ada saat ini adalah peleburan dari Ballon d'Or yang digagas majalah France Footballdengan anugerah Pemain Terbaik FIFA. Anugerah Pemain Terbaik FIFA memang tak semegah dan seprestisius Ballon d'Or versi asli, dan mungkin itu pula yang jadi alasan otoritas tertinggi sepakbola dunia itu mengakuisisinya. Dan misi itu terbilang berhasil dari sisi popularitas, tetapi diragukan banyak pihak dari sisi kualitas. Maklum, jika dulu penentuan pemenang Ballon d'Or dilakukan lewat debat panjang di ruang redaksiFrance Football, maka trofi milik FIFA tak ubahnya sebuah kontes popularitas ala televisi.


Bias dan pro kontra memang selalu ada, tetapi pilihan majalah ternama Prancis itu dianggap banyak pengamat sangat kredibel dan kontroversi bisa ditekan seminim mungkin - tidak seperti metode voting yang dilakukan FIFA saat ini. Lihat saja, sejak inaugurasinya, hanya dua nama yang berhasil menggondol trofi bola emas ini - Ronaldo dan Messi. Harapan publik untuk melihat sosok lain di luar kedua nama tersebut sejatinya muncul tahun ini dalam sosok Ribery, namun winger Bayern Munich itu ternyata tak mampu berbicara banyak.

Tanpa bermaksud menganggap Messi dan Ronaldo tak pantas, trofi Ballon d'Or tahun ini seharusnya jadi milik Ribery jika tak ada embel-embel FIFA di depannya. Dilihat dari parameter manapun, gelandang Prancis itu layak dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia sepanjang tahun lalu. Mari kita lihat faktanya secara statistik.

Untuk ukuran gol, 22 golnya mungkin tak semewah donasi 66 gol Ronaldo atau 42 milik Messi - meski fans Jerman bisa beralasan jika jurang kualitas di Bundesliga tidaklah sebesar di La Liga. Tapi di faktor lain, Ribery unggul dari rivalnya. Ia memenangkan lebih banyak laga (45) dibanding Ronaldo (40) atau Messi (26). Menurut statistik BBC, Ribery juga melakukan lebih banyak dribble sukses (1.084) ketimbang Ronaldo (252) dan Messi (331). Ia juga menciptakan lebih banyak peluang emas (149) dibanding Ronaldo (94) dan Messi (70); lebih banyak umpan sukses (2.903) dibanding Messi (2.136) dan Ronaldo (1901); serta lebih banyak assist (18) ketimbang dua saingannya yang masing-masing mencatat 15 assist.



Selain itu, jika yang dipakai sebagai ukuran adalah trofi, Ribery jauh lebih bersinar tahun lalu. Ia tak hanya membantu Bayern mengunci gelar juara Bundesliga, DFB-Pokal dan Liga Champions, namun juga mempersembahkan trofi Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub. Penghargaan individual? Ribery juga menerima penghargaan Pemain Terbaik Bundesliga (liga yang sudah mengirim Bayern dan Borussia Dortmund sebagai finalis Liga Champions musim lalu), pemain terbaik Piala Dunia Antarklub serta Pemain Terbaik UEFA.

Di level internasional, Ronaldo boleh saja dipuja-puji karena meloloskan Portugal, praktis seorang diri, ke putaran final Piala Dunia 2014 melewati hadangan Swedia-nya Zlatan Ibrahimovic. Namun jangan lupa pula jika Ribery membantu Les Bleus mencatat sejarah ajaib kala membalikkan ketinggalan 0-2 di leg pertama untuk menang 3-0 atas Ukraina di babak playoff kualifikasi dan mengantarkan Prancis ke Brasil 2014.

Tampil dalam galaksi penuh bintang di skuat FC Hollywood, Ribery menunjukkan talentanya lebih menonjol dengan serangkaian penampilan dan kontribusi apik yang membawa klub Bavaria itu menggamit treble bersejarah musim lalu. Ia bahkan bisa dianggap paling bersinar di antara rekan-rekan setimnya macam Manuel Neuer, Philipp Lahm, Bastian Schweinsteiger, Thomas Muller dan Arjen Robben yang masuk dalam daftar 23 kandidat awal. Dan itu saja sudah cukup jadi alasan mengapa Ribery layak mendapatkan pengakuan di pentas Ballon d'Or tahun ini.



Andai Ballon d'Or masih diusung France Football, bukan tidak mungkin Ribery akan membawa pulang trofi itu. Bias mungkin, karena mereka adalah majalah yang berbasis di Prancis. Namun itu adalah hak prerogatif mereka dengan segala reputasi dan kredibilitasnya. Sementara kasusnya beda untuk FIFA. Sebagai ototitas yang menaungi insan sepakbola sedunia, mereka dituntut lebih netral dan itu sebuah hal yang sangat sulit dalam penganugerahan sebuah trofi. Lembaga yang korup dan presiden yang kontroversial dalam sosok Sepp Blatter membuat kredibilitas FIFA banyak dipertanyakan belakangan ini.

Banyak yang mencurigai jika trofi Ronaldo tahun ini adalah bentuk 'penebusan dosa' Blatter yang tertangkap kamera mengejek kapten Portugal itu, sembari memuja-muji Messi. Penggemar Ronaldo boleh saja mengatakan keadilan sudah ditegakkan, tetapi sejatinya ketidakadilan sudah berlangsung sejak lama dan masih bergerak saat ini. CR7 mungkin lebih pantas memenanginya ketimbang Messi pada periode lalu namun ia 'dizalimi' dan gagal meraihnya. Ronaldo memang pantas menang tahun ini tapi giliran Ribery yang menerima getah ketidakadilan FIFA itu di luar semua prestasi dan trofi yang ia kumpulkan.

Artikel ini sekedar opini penulis yang diperkuat berbagai sumber, bukan bermaksud menyudutkan pihak tertentu. Anda fans Ribery? Atau fans Ronaldo? Fans Messi? Suarakan opini Anda dengan bijak di kolom komentar...

Jero Wacik Kumpulkan Testimoni 100 Tokoh dalam Sebuah Buku

Minggu, 07 Juli 2013
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik meluncurkan buku berjudul "Jero Wacik di Mata 100 Tokoh", Minggu (7/7/2013) malam di Hotel Darmawangsa, Jakarta Selatan.

Buku itu merupakan wujud instrospeksinya di usianya yang ke-64 melalui testimoni dari para sahabatnya. Saat peluncuran, Jero menyampaikan bahwa buku tersebut juga berisi filosofi berpikir positif yang dianutnya sejak usia anak-anak sampai saat ini. Ia sangat terkejut karena tanggapan dari para sahabat yang dimintanya menulis sangat di luar dugaan.
"Saya surprise, ada yang menulis lima halaman bahwa ternyata persahabatan sangat tinggi dan saya akan menjaga persahabatan yang baik sampai ke depan," kata Jero.
Dalam buku setebal 322 halaman itu, sederet nama tokoh nasional ikut memberi pendapatnya mengenai Jero dalam bentuk tulisan. Tak terkecuali Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono.
Selain pimpinan negara, tokoh lain yang ikut menulis di buku itu antara lain almarhum Taufiq Kiemas, Ketua DPR RI Marzuki Alie, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Keuangan Chatib Basri, dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan

Tanpa Jokowi dan Basuki, Jakarta Fair 2013 Ditutup


Penyelenggaraan Jakarta Fair resmi ditutup, Minggu (7/7/2013) malam. Secara simbolis, acara ditutup oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah DKI Jakarta Wiryatmoko.
Penutupan acara itu tanpa dihadiri Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo maupun Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Jika sesuai jadwal, maka seharusnya Basuki menutup acara tersebut.
Dalam kata sambutannya, Wiryatmoko menyampaikan permintaan maaf terkait tidak hadirnya Jokowi ataupun Basuki. Menurutnya, baik Jokowi maupun Basuki tidak hadir karena adanya acara yang mendesak dan tidak bisa ditinggal.
"Saya menyampaikan permintaan maaf karena ketidakhadiran Bapak Gubernur Joko Widodo karena ada acara yang tidak bisa ditinggal. Untuk itu, beliau meminta saya untuk mewakili," kata Wiryatmoko dalam kata sambutannya.
Acara ditutup sekitar pukul 20.55 WIB dengan pementasan kembang api selama sekitar 5 menit. Jakarta Fair dimulai pada 6 Juni 2013 dan dibuka secara resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada 10 Juni 2013

Ajak Berpuasa, Anak-anak di Siantar Pawai Ta'ruf

Seratusan anak dari pengajian Masjid Rahmat Jalan Singosari, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, Pematangsiantar, Sumatera Utara melakukan pawai Ta'ruf, Minggu (7/7/2013). 

Pawai ta'ruf digelar dengan jalan kaki, yang dimulai dari depan masjid Jalan Singosari melewati beberapa ruas jalan di kawasan itu. Anak-anak membawa satu spanduk besar dan beberapa poster yang isinya mengajak warga agar berpuasa selama bulan suci Ramadhan. 

Beberapa poster menyebut misalnya,"Yuk Tulang, berpuasa yuk","Ish, Abang tak puasa ya, kami aja anak-anak puasa". 

Dengan penuh semangat anak-anak ini menelusuri beberapa ruas jalan yang terdapat permukiman padat. Sambil berjalan, anak-anak membagikan jadwal Imsakiyah atau jadwal berpuasa, serta permen kepada warga dan anak-anak lainnya. 

Hampir satu jam melewati rute jalan, anak-anak kembali ke titik awal di depan Masjid Rahmat Jalan Singosari. "Kami melakukan pawai ini, untuk mengajak jangan lupa berpuasa selama bulan suci Ramadhan," kata Doli Simbolon (10), salah seorang anak peserta pawai. 

Pawai ta'ruf ini sendiri didukung pengurus Masjid Rahmat. Ketua Harian Pengurus Masjid Rahmat, Syahrial Siregar mengatakan, ini merupakan kegiatan kedua setelah tahun lalu juga digelar. Menurutnya, pihak masjid sangat mendukung aksi mulia anak-anak yang melakukan pawai Ta'ruf. 

"Kita sangat mendukung kegiatan anak-anak ini sebagai bentuk imbauan kepada seluruh warga untuk berpuasa selama bulan suci Ramadhan," katanya. 

Selain aksi pawai ta'ruf, pihak masjid kata Syahrial juga akan menggelar pengajian dan tadarus selama masa bulan suci Ramadhan

Tundukkan Malaga, Barca Pastikan El Clasico di Semifinal

Jumat, 25 Januari 2013
Barcelona menang 4-2 atas Malaga pada pertandingan leg kedua perempat final Copa del Rey di La Rosaleda, Kamis (24/1/2013). Dengan begitu, Barcelona unggul agregat 6-4 dan berhak melaju ke semifinal, tempat Real Madrid sudah menunggu.
AFP
Gelandang Barcelona, Cesc Fabregas (kiri), menggiring bola dalam kawalan gelandang Malaga, Ignacio Camacho, pada leg kedua perempat final Copa del Rey, di La Rosaleda, Kamis (24/1/2013).
Barcelona unggul lebih dulu melalui Pedro pada menit kedelapan. Lolos dari jebakan off-side, Dani Alves menggiring bola di sektor kiri pertahanan Malaga. Ia mengakhiri pergerakannya dengan melepas umpan ke tengah kotak penalti, yang disundul Pedro masuk gawang Carlos Kameni.

Joaquin mengubah kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-12. Dalam kawalan dua pemain lawan, Joaquin menerima umpan Duda di tepi kotak penalti dan kemudian melepaskan tendangan kaki kanan yang membuat bola melesat ke sudut kiri bawah gawang Jose Manuel Pinto.

Empat menit setelah turun minum, Pique memulihkan keunggulan Barcelona. Setelah mengontrol bola kiriman Andre Iniesta dengan dada di tengah kotak penalti, ia meloloskan bola ke sudut kiri gawang dengan tendangan kaki kanan.

Pada menit ke-69, Malaga kembali menyamakan kedudukan melalui Roque Santa Cruz. Memanfaatkan umpan Joaquin, Santa Cruz melepaskan tendangan kaki kanan yang membuat bola meluncur dari tengah kotak penalti ke sudut kanan bawah gawang Pinto.

Memasuki menit ke-76, Barcelona mendapatkan gol ketiga dari Iniesta. Dalam kawalan dua pemain lawan, Cesc Fabregas menggulirkan bola ke tengah kotak penalti, yang ditembakkan Iniesta ke tengah gawang tuan rumah.

Sekitar tiga menit kemudian, Barcelona memperlebar jarak menjadi 4-2, berkat gol Lionel Messi. Dengan kepalanya, ia menyundul umpan silang Dani Alves masuk gawang Kameni.

Sementara itu, laga semifinal lain akan menampilkan Sevilla dan Atletico Madrid. Sementara Sevilla masuk empat besar berkat keunggulan agregat 4-0 (0-0, 4-0) atas Zaragoza, Atletico karena unggul agregat 3-1 atas Real Betis (2-0, 1-1). 

Malaga: 1-Carlos Kameni; 2-Duarte Jesus Gamez, 3-Robson Weligton, 5-Martin Demichelis; 6-Nacho Barnola Camacho, 7-Joaquin (9-Javier Saviola 81), 16-Manuel Iturra, 17-Duda (19-Francisco Portillo 63), 18-Pereira Eliseu; 11-Sebastian Fernandez (12-Lucas Piazon 81), 24-Roque Santa Cruz

Barcelona: 13-Jose Manuel Pinto; 2-Dani Alves, 3-Gerard Piqué, 18-Jordi Alba; 4-Cesc Fábregas, 6-Xavi, 8-Andres Iniesta, 10-Lionel Messi (11-Thiago 82), 14-Javier Mascherano, 16-Sergio Busquets; 17-Pedro (9-Alexis Sanchez 87)

Perkuliahan Jarak Jauh

Rabu, 06 Juli 2011
Pengumpulan data dilakukan dari jarak jauh dengan menggunakan sensor buatan. Dengan melakukan analisis terhadap data yang terkumpul ini dapat diperoleh informasi tentang obyek, daerah atau gejala yang dikaji. Data tersebut dapat dikumpulkan dengan tiga cara, yakni dengan variasi distribusi daya, distribusi gelombang bunyi dan distribusi gelombang.