DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

RISALAH SOSIOLOGI

Kamis, 02 Desember 2010
1. KONSEP SOSIOLOGI

Secara etimologi sosiologi berasal dari kata sosios dan logos sosios dari bahasa latin yang artinya teman, sedangkan logos dari bahasa yunani yang artinya kata, perkataan, perkataan atau pembicaraan arti hafiah sosiologi adalah membicarakan, memperbincangkan teman pergaulan. Pengertian tersebut diperluas menjadi ilmu pengetahuan tentang pergaulan hidup manusia atas masyarakat.
Sebagai ilmu pengetahuan, sosiologi termasuk rumpun ilmu – ilmu sosial ( social sciences ). Sosiologi lahir berkat seorang filosof prancis yang bernama agustie comte ( 1798 – 1857 ), dengan bukunya “ cours de philosophe positive ”. ia menerangkan pandapatan – pendapatan umum untuk mempelajari masyarakat harus melalui urutan tertentu yang kemudian akan sampai pada tahap terakhir yaitu tahap ilmiyah.


2. DEFINISI TENTANG SOSIOLOGI

Secara umum sosiologi mempelajari tentang kehidupan masyarakat .... >
Rucek dan weren mengemukakan bahwa sosiologi mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok.
Selo somarjan dan soelaiman sumardi menyatakan bahwa sosiologi atau ilmu masyarakat ialah ilmu yang mempelajari struktur social dan proses social termasuk perubahan social.

Dari definisi – definisi yang di kemukakan diatas dapat disimpulkan bahwa : sosiologi adalah ilmu pengetahun yang mempelajari tentang jaringan hubungan antara manusia dalam kehidupan masyarakat yang meliputi strukrur social, proses social, dan perubahan social di dalam masyarakat tersebut. Bila demikian apa masyarakat itu ?
Menurut JL. Gillin dan JP. Gillin ( soerjono soekanto ), masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang terikat oleh suatu cara ( system ), kebiasaan, adat istiadat tertentu yang dianut oleh annggota- anggotanya. pada jaringan antar manusia dalam masyarakat itu terjadi proses social dan struktur social. Dari kedua baguan ini yang menjadi kajian sosiolgi antara lain kaidah- kaidah social ( norma social ), lembaga- lembaga social, lapisan social interaksi sosil, gerak social, perubahan social dan sebagainya.


3. KARAKTERISTIK SOSIOLOGI

Dilihat dari sifat dan hakikatnya sosiologi mempunyai karakteristik sebagai berikut :
  • Sebagaimana ilmu social lainnya, sosiologi tidaj mempunyai dalil teori atau konsep yang pasti, mengingat objeknya yakni masyarakat yang sangat hetrogggen dan berubah- ubah sesuai dengan perkembangan jaman.
  • Sosioologi adalah ilmu pengetahuan yang bersifat kategoris dan empiris, artinya sosiologi membatasi diri untuk menganalisa apa yang terjadi, bukan terhadap apa yang seharusnya terjadi.
  • Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang bersifat umum, artinnya memusatkan perhatiannya kepada gejala-gejala social secara universal. Dan bukan ilmu terapan ( applid sciense ).
  • Berbeda dngan ilmu pengetahuan alam ( nature scinse ) yang mempelajari hal-halyang bersifat konkrit, maka sosiologi mempelajari hal-hal yang bersifat abstrak.
Dapat disimpulkan bahwa karakteristik sosiologi adalah :
  • Objeknya masyarakat
  • Bersifat kategoris dan empiris
  • Memusatkan perhatian pada gejala-gejala social secara universal
  • Bwersifat abstrak
4. PERAN SOSIOLOGI DALAM PEMBANGUNAN

Untuk kepentingan pembangunan dan Negara, sosiologi disamping sebagai ilmu pengetahuan murni juga telah dikembangkan untuk menunjang kegiatan pembangunan sebagai ilmu terapan.
Sebagi ilmu murni sosiologi bertugas mengembangkan ilmu pengetahuan itu sendiri, sedangkan sebagai ilmu terapan sosiologi berperan mencari cara-cara untuk memecahkan masalah-masalah praktis dalam kehidupan social, contih seorang ahli sosiologi yang sedang melakukan penelitian tentang struktur social dari masyarakat perkampungan yang miskin dan kumuh, ia sedang bekerja sebagai ilmuan murni, tetapi apabila hal itu diteruskan dengan studi bagaimana cara-cara mencegah timbulnya kejahatan pada daerah yangmiskn dan kumuh, maka ini digolongkan menjadiilmu terapan.

Soiologi sebagai ilmu terapan sangat sangat berperan dalam pembangunan banyak ahli sosiologi dipekerjakan diperusahaaan, badan social, biro pemerintahan dan lain sebagainya. Mereka berperan dalam bidang – bidang penelitian, perencanaan, pengolahan data, dan sebagainya, banyak masalah social seperti kesenjangan dan dan kerawanan social, kriminalitas, dan masalah social yang lainnya, itu semua membutuhkan peranan sosilog agar pencegahan dan penanggulangannya dapat dilakukan secara tuntas danterpadu. Badan pemerintahan ditingka pusat dan daerah sebelum menetapkan peraturan atau perundang – undangan yang menyangkut kepentingan masyarakat terlebih dahulu berkonsultasi d3engan para sosiolog.

0 komentar:

Poskan Komentar