DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

8 Dari 10 Mantan Juara Jagokan Barca

Sabtu, 28 Mei 2011

Final Liga Champions 2010-11 yang mempertemukan Barcelona versus Manchester United membuat para pecinta bola mulai memberi prediksi masing-masing. Tak terkecuali para mantan pemain yang pernah menjadi juara di tahun-tahun sebelumnya.

Dari 10 mantan pemain yang pernah menyabet gelar Liga Champions, delapan di antaranya ternyata menjagokan Barca. Hanya satu pemain yang menjagokan MU dan sisanya berlaku adil dengan tidak menentukan pilihan pasti.

"Ini partai final dan jadi pertandingan istimewa. Tapi saya rasa Barcelona lebih difavoritkan dibandingkan Manchester," kata Didier Deschamps yang meraih gelar Liga Champions bersama Marseille di 1993 dan Juventus di 1996.

Hal serupa disampaikan Eusebio Sacristan (Barca juara 1992), Fernando Hierro (Real Madrid 1998, 2000, dan 2002), Franco Baresi (AC Milan 1989, 1990, dan 1994), dan Luis Suarez (Inter Milan 1964 dan 1965).

"Di antara kedua tim (finalis) Barca adalah favorit saya. Meski demikian, Manchester bisa menyulitkan. Jadi partai final ini akan berjalan menarik," kata Baresi seperti dilansir Sport STV.

Dukungan pada Barca juga disampaikan Gary Mills (Nottingham Forest 1980), Lars Ricken, (Borussia Dortmund 1997), dan Wim Jansen (Feyenoord 1970). "Saya rasa Barca akan menang 3-1," ujar Ricken.

Sedangkan satu-satunya pendukung MU adalah Des Bremner yang memperkuat Aston Villa di final 1982. "Hanya ada satu tim yang menang di final dan itu adalah Manchester United. Saya rasa (skor) 2-1," kata Bremner.

Robert Prosinecki sebagai pemenang di final tahun 1991 bersama Red Star Belgrade mengambil langkah bijak dengan tidak memihak satu pun tim yang akan menang."Dua tim terbaik ada di final, saya fans Barca saya. Saya rasa mereka adalah tim terbaik di dunia dan hanya punya sedikit perbedaan dengan Manchester. Tapi, ini adalah pertandingan final dan saya hanya bisa bilang kalau akan ada pemenangnya.

Final Dipimpin Wasit Termuda Dalam Sejarah



Dua hari sebelum babak final Liga Champions antara Manchester United melawan Barcelona, UEFA mengumumkan Victor Kassai sebagai wasit pemimpin pertandingan. Nama sang pengadil asal Hungaria ini akan dibantu dua hakim garis yang juga berasal dari Hungaria, Gabor Eros dan Gyorgy Ring, plus wasit keempat Istvan Vad.

Penunjukkan Kassai menjadi sejarah karena dia merupakan wasit termuda dalam sejarah final Liga Champions di usia 35 tahun. Kassai berhasil mengalahkan kandidat lain, Nicola Rizzoli, yang merupakan wasit pemimpin laga final Europa League musim lalu.

Usia Kassai bahkan lebih muda dibanding dua pemain MU, Edwin van der Sar (40 tahun) dan Ryan Giggs (37 tahun). Nantinya, Kassai harus bisa membuat kedua pemain ini hormat padanya.

Namun, rekam jejak Kassai tidak kalah dibanding para seniornya. Dia pernah memimpin pertandingan Final Olimpiade 2008, semifinal Piala Dunia 2010, dan uniknya pernah tiga kali memimpin laga yang melibatkan MU.

Dilansir dari cantheyscore, tiga pertandingan MU tersebut antara lain melawan Dynamo Kyiv di tahun 2007, Wolfsburg (2009), dan Valencia (2010). Kesemuanya terjadi di pentas Liga Champions dan ketiganya pula dimenangi oleh Setan Merah.

Partai final Liga Champions yang akan dipimpin Kassai hari ini, Sabtu 28 Mei 2011 (Minggu dini hari WIB) merupakan partai terbesar yang pernah dipimpinnya. Momen itu bertambah indah mengingat laga tersebut digelar di Stadion Wembley yang dianggap sebagai kiblat sepakbola modern.

"Wembley akan jadi perayaan luar biasa dengan dua jenis fans yang sangat bersemangat. Saya harap dia (Kassai) akan menikmati perayaan ini karena adalah suatu kebanggaan bisa memimpin pertandingan seperti ini," kata sesama wasit, Howard Webb.

"Satu hal yang bisa saya katakan adalah, tanpa ragu lagi, ini akan jadi puncak dari karirnya."

• VIVAnews

Dua Tersangka Penembakan Polisi Lari ke Poso



Dua tersangka penembakan polisi di depan Bank Central Asia, Jalan Emi Saelan, Palu, tiga hari lalu terus dikejar. Polisi menduga, dua tersangka itu sudah kabur ke wilayah Poso.

"Setelah kami melakukan penyisiran kemarin, dua tersangka yang kabur lari ke Poso," kata Kapolres Palu, Ajun Komisaris Besar Polisi Deden Garnada kepada VIVAnews.com, Jumat 27 Mei 2011.

Sedangkan dua tersangka lain sudah ditangkap oleh polisi kemarin. Dua tersangka itu kini sedang dimintai keterangan oleh Polda Sulawesi Tengah.

"Kami sampai sekarang motifnya belum bisa disampaikan. Karena sekarang dua tersangka itu terus dalam pemeriksaan oleh Polda," jelas Deden.

Dari hasil penyisiran kemarin, polisi menemukan satu motor tersangka yang digunakan pelaku. Motor itu ditemukan di hutan Desa Tangkura, Kecamatan Lore, Kabupaten Poso. "Itu wilayahnya Poso Pesisir," jelas Deden.

Hari ini, pihak kepolisian kembali melakukan pemburuan kepada dua tersangka yang lolos. Pengejaran akan difokuskan di hutan, desa dan kota. "Seluruh pihak akan dilibatkan termasuk dari Brimob," terangnya.

Penembakan yang terjadi pada Rabu, 25 April 2011, sekitar pukul 11.15 WITA itu sebelumnya telah menewaskan dua polisi, Bripda Irbar dan Bripda Yudistira. Sementara satu anggota lainnya, Bripda Dedy Edwar terluka parah. (umi)• VIVAnews

MU Menanti Keajaiban Camp Nou Terulang

i

Mantan pemain Manchester United Teddy Sheringham mempredisikan laga final Champions League, dini hari nanti, akan berjalan alot. Namun Sheringham yakin MU yang akhirnya akan mengangkat trofi.

Sheringham bahkan sangat yakin keajaiban di Camp Nou pada final Champions League 1999 akan kembali terulang di Wembley nanti. Saat itu, MU berhasil mengalahkan Bayern Munich 2-1 setelah tertinggal lebih dahulu lewat gol Mario Basler.

Dan keajaiban di Camp Nou terjadi di masa injury time saat Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer berhasil mencetak dua gol untuk memastikan MU mengangkat trofi termegah antar klub Benua Biru.

"Pada final 1999 di Camp Nou, Bayern Munich mendikte kami selama 89 menit. Terutama setelah Mario Basler membuat Bayern unggul di menit-menit awal," kenang Sheringham dilansir Goal, Sabtu 28 Mei 2011.

"Saya menyamakan kedudukan menit ke-90, dan Ole Gunnar Solkasjer, yang saat itu dijuluki pembunuh berwajah bayi, menentukan kemenangan Setan Merah," lanjut Sheringham.

Sheringham sendiri sangat yakin jika duel di Wembley ini akan lebih ketat dibanding final dua tahun silam di Roma. Saat itu, pemain MU harus merelakan trofi diangkat Lionel Messi cs.

"Saya yakin lini belakang Barca akan sibuk mengawasinya sepanjang laga, dan tak cukup berani naik membantu serangan. Saya tidak akan terkejut jika pemenangan laga ini diputuskan di masa injury time, dan Manchester United yang mengangkat trofi itu," lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Sheringham juga memberikan masukan kepada tim besutan Sir Alex Ferguson,"Terkadang, MU terlalu khawatir dengan Lionel Messi, Xavi, dan Andres Iniesta. Ketiganya memang pemain hebat, tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa jika Barcelona bermain setengah lapangan sepanjang laga."

• VIVAnews

Buru Penembak Palu, Polisi Hadapi Medan Berat


Dua pelaku penembakan brutal yang menewaskan dua polisi di Palu masih dalam pengejaran polisi. Mereka masih bersembunyi di balik lebatnya hutan Poso, Sulawesi Tengah.

Meski demikian, polisi telah mengantongi identitas mereka. "Identitasnya kami sudah tahu, sudah ketahuan," kata Kapolda Sulawesi Tengah, Brigadir Jenderal Dewa Made Parsana saat dihubungi VIVAnews.com, Sabtu 28 Mei 2011. Apakah mereka juga orang Poso seperti dua pelaku yang ditangkap? "Orang sekitarnya," jawab dia.

Ditambahkan Kapolda, polisi juga sudah mendapatkan data-data yang cukup banyak terkait pelaku. Soal indikasi ada kaitannya dengan terorisme, Dewa Made Parsana mengatakan, "datanya sudah ada, akan kami buka saatnya nanti, agar tidak setengah-setengah. Akan dijelaskan tim khusus."

Selain mengerahkan banyak pasukan untuk memburu pelaku, polisi juga menggandeng masyarakat untuk membekuknya. Diakui Kapolda, tim menemui sejumlah kendala. "Medan di Sulteng agak beda, banyak pegunungan, bukit-bukit. Kalau hutan lebat tapi datar tak masalah, ini lebat naik turun," kata dia.

Ditambah lagi faktor cuaca yang di luar kendali. "Sekarang sedang hujan, gelap, namun kami terus berusaha," kata dia.

Sebelumnya polisi telah menangkap dua pelaku berinisial H dan F dalam sebuah razia di perbatasan Kabupaten Sigi dan Poso, Rabu, 25 Mei 2011 malam.

"Yang jelas mereka ini profesi yang satu buruh yaitu F, yang satu lagi nggak punya job itu H," kata Kepala Pusat Penerangan Umum, Komisaris Besar Boy Rafli Amar di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jumat 27 Mei 2011.

Dua orang itu merupakan warga Poso dan sejauh ini diketahui belum memiliki catatan kriminal, khususnya di wilayah Sulteng. Namun, Boy menambahkan, sepeda motor yang mereka gunakan untuk melarikan diri adalah sepeda motor curian.

Untuk sementara, motif pelaku diduga ingin merampas senjata? Lalu mengapa mereka menembak polisi?

"Mungkin dengan membunuh, gampang menguasai senjata. Jadi motif lain masih periksa," jawab Boy.

Soal dugaan kaitan terorisme, Boy menjelaskan, itu sedang didalami. "Kami perlu alat bukti, makanya kami belum bisa menyampaikan karena mengejar alat bukti untuk mempersangkakan yang bersangkutan," kata dia. (adi)

Tiga Cara Hentikan Sulap Messi

Striker Barcelona asal Argentina, Lionel Messi merupakan salah satu pemain yang diwaspadai manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson. Dan Fergie tentu telah menyiapkan formula jitu untuk mengatasi Messi.

Fergie tentu pantas untuk mempertimbangkan beberapa masukkan yang datang dari beberapa pihak. Ada tiga masukkan yang pantas dipertimbangkan Ferguson menjelang duel di Stadion Wembley, Sabtu 28 Mei 20011 atau dini hari nanti.

Sejumlah pemain dan pelatih bahkan ikut 'menyumbang ide' bagaimana cara menghentikan Messi. Seperti dirilis Irish, berikut adalah tiga cara dari tiga orang yang merasa tahu cara menghentikan pemain terbaik dunia itu.

1. Michel Salgado

Mmantan pemain Real Madrid ini sudah sering bertemu Barcelona. Menurutnya, cara terbaik menghentikan Messi adalah menjadi sebuah tim. Sangat penting melawannya dengan dua orang. Anda harus menjaganya sepanjang menit dan menempelnya seketat mungkin sebagai kesatuan unit pertahanan. Penjagaan ketat sangat krusial. Anda tidak boleh memberikan banyak ruang antara bek tengah dengan bek sayap. Mungkin, bertahan dengan sayap sangat sulit bagi tim Inggris, tapi Barca benar-benar tidak bisa menyakiti anda dengan permainan melebar. Mereka lebih sering menggunakan sudut yang pendek dan jarang melakukan umpan silang.

2. Guus Hiddink

Pelatih asal Belanda ini pernah merasakan sihir Messi saat ia menukangi Chelsea. Chelsea dan Barca bertemu di semifinal Liga Champions 2009. Kuncinya adalah memaksa Messi bergerak ke kerumunan di tengah yang menyempit seperti leher botol.

3. Rio Ferdinand

Bek tengah MU ini yang paling merasakan efek dari gerak lincah Messi di final Liga Champions 2009. Ini bukan soal satu hingga dua pemain untuk menjaganya. Tapi, bagaimana mengatasinya sebagai sebuah tim.

Mematikan Messi sebenarnya sudah sukses dilakukan oleh Jose Mourinho di Real Madrid. Kuncinya adalah pemasangan Pepe di tengah yang membuat aliran bola tidak berjalan. Namun, setelah Pepe tidak ada, semuanya berantakan.

Kini tinggal menunggu Sir Alex Ferguson memilih pemain yang akan menjadi Pepe dalam skuadnya. Dan menilik dari skuad yang dimiliki, Darren Fletcher tentu lebih pas dibanding Michael Carrick. (adi)

• VIVAnews

Sebut Ruhut Pelawak, Mahfud MD Diprotes Doyok

Gara-gara dikabarkan melaporkan Muhammad Nazaruddin ke Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD terlihat perseteruan dengan politisi Demokrat, Ruhut Sitompul.

Dua tokoh ini saling lempar pertanyaan dan sindiran. Salah satunya, Mahfud MD menyebut Ruhut 'pelawak'. Namun, gara-gara ini, mantan politisi PKB itu malah diprotes pelawak sungguhan.

"Saya mendapat protes dari Doyok anggota group Srimulat yang mendukung langkah saya," kata Mahfud MD dalam acara Pelantikan dan Rapat Pengurus Ikatan Keluarga Alumni UII, DPW DIY, Sabtu, 28 Mei 2011

Kata dia, Doyok tak terima disamakan dengan Ruhut. Dijelaskan dia, pernyataannya bahwa Ruhut 'pelawak', diartikan, apa yang dikatakan Ruhut akan hilang manakala orang terbangun dari tidur. "Jadi tidak perlu dilayani apa yang dikatakan Ruhut, namun terkadang saya juga terpancing," tandasnya sambil tersenyum.

Sebelumnya, Ruhut Sitompul, menuduh Mahfud MD mencari popularitas terkait laporannya kepada Susilo Bambang Yudhoyono soal Nazaruddin. Mahfud melaporkan Nazaruddin atas kasus pemberian uang sejumlah SG$120 ribu kepada Sekretaris Jenderal MK Janedjri M Gaffar.

"Masak numpang popularitas sama Nazaruddin. Jangan cari forum untuk jadi calon presiden Pemilu 2014," kata Ruhut. Anggota Komisi III DPR itu terang-terangan mencurigai motivasi Mahfud melapor ke SBY. "Kita kan negara hukum. Kenapa Mahfud tidak lapor polisi, jaksa, KPK? Apalagi Mahfud adalah Ketua MK dan profesor di bidang hukum," cecar Ruhut.

Mahfud menaggapi tudingan Ruhut itu dengan santai. "Saya tidak sebodoh Ruhut," kata Mahfud dalam pesan tertulisnya kepada VIVAnews, Sabtu, 21 Mei 2011. "Sebaiknya Ruhut bertanya langsung kepada Pak SBY, kenapa saya melaporkan kasus yang melibatkan Nazaruddin itu kepada Pak SBY," imbuhnya Laporan: Juna Sanbawa | DIY (adi)

• VIVAnews