DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

Buru Penembak Palu, Polisi Hadapi Medan Berat

Sabtu, 28 Mei 2011

Dua pelaku penembakan brutal yang menewaskan dua polisi di Palu masih dalam pengejaran polisi. Mereka masih bersembunyi di balik lebatnya hutan Poso, Sulawesi Tengah.

Meski demikian, polisi telah mengantongi identitas mereka. "Identitasnya kami sudah tahu, sudah ketahuan," kata Kapolda Sulawesi Tengah, Brigadir Jenderal Dewa Made Parsana saat dihubungi VIVAnews.com, Sabtu 28 Mei 2011. Apakah mereka juga orang Poso seperti dua pelaku yang ditangkap? "Orang sekitarnya," jawab dia.

Ditambahkan Kapolda, polisi juga sudah mendapatkan data-data yang cukup banyak terkait pelaku. Soal indikasi ada kaitannya dengan terorisme, Dewa Made Parsana mengatakan, "datanya sudah ada, akan kami buka saatnya nanti, agar tidak setengah-setengah. Akan dijelaskan tim khusus."

Selain mengerahkan banyak pasukan untuk memburu pelaku, polisi juga menggandeng masyarakat untuk membekuknya. Diakui Kapolda, tim menemui sejumlah kendala. "Medan di Sulteng agak beda, banyak pegunungan, bukit-bukit. Kalau hutan lebat tapi datar tak masalah, ini lebat naik turun," kata dia.

Ditambah lagi faktor cuaca yang di luar kendali. "Sekarang sedang hujan, gelap, namun kami terus berusaha," kata dia.

Sebelumnya polisi telah menangkap dua pelaku berinisial H dan F dalam sebuah razia di perbatasan Kabupaten Sigi dan Poso, Rabu, 25 Mei 2011 malam.

"Yang jelas mereka ini profesi yang satu buruh yaitu F, yang satu lagi nggak punya job itu H," kata Kepala Pusat Penerangan Umum, Komisaris Besar Boy Rafli Amar di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jumat 27 Mei 2011.

Dua orang itu merupakan warga Poso dan sejauh ini diketahui belum memiliki catatan kriminal, khususnya di wilayah Sulteng. Namun, Boy menambahkan, sepeda motor yang mereka gunakan untuk melarikan diri adalah sepeda motor curian.

Untuk sementara, motif pelaku diduga ingin merampas senjata? Lalu mengapa mereka menembak polisi?

"Mungkin dengan membunuh, gampang menguasai senjata. Jadi motif lain masih periksa," jawab Boy.

Soal dugaan kaitan terorisme, Boy menjelaskan, itu sedang didalami. "Kami perlu alat bukti, makanya kami belum bisa menyampaikan karena mengejar alat bukti untuk mempersangkakan yang bersangkutan," kata dia. (adi)

0 komentar:

Poskan Komentar