DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

ORGASME CEWEK : MITOS DAN REALITAS

Senin, 23 Mei 2011
Penemuan terbaru pada ukuran klitoris menunjukkan kalau jaringan klitoral merentang masuk ke dalam vagina. Penemuan ini menyanggah kalau orgasme vaginal dan klitoral adalah dua hal berbeda. Hubungan antara klitoris dan vagina menunjukkan kalau klitoris adalah lokasi orgasme perempuan. Sekarang jelas kalau jaringan klitoral jauh lebih luas daripada bagian tampak kecil yang sebagian besar orang asosiasikan dengan kata tersebut.

Peneliti utama studi tersebut, urologis Australia, Dr. Helen O’Connell, mengatakan kalau hubungan saling kait ini adalah penjelasan fisiologis dari konjektur G-Spot dan pengalaman orgasme vaginal, dengan mempertimbangkan rangsangan bagian dalam klitoris saat penetrasi vagina. “Dinding vagina sesungguhnya adalah klitoris juga,” kata O’Connell. “Bila anda mengangkat kulit vagina di dindingnya, anda akan memperoleh gelembung klitoris – jaringan erektil bermassa segitiga dan sabit.”

Ini menunjukkan kalau klitoris bukan semata sebuah kelenjar bukit yang kecil. Mungkin kalau sebagian wanita memiliki jaringan klitoral dan persyarafan yang lebih luas dari yang lain dan karenanya, sementara banyak wanita hanya dapat orgasme dengan rangsangan khusus di bagian luar klitorisnya, yang lain dapat memperolehnya lewat rangsangan jaringan klitoris yang lebih umum lewat ML (intercourse).

Anorgasmia adalah kesulitan mencapai orgasme setelah rangsangan seksual, sehingga menyebabkan gangguan pribadi. Hal ini lebih sering terjadi pada wanita ketimbang pria. Sekitar 15 persen wanita melaporkan kalau mereka sulit mencapai orgasme, dan hampir 10 persen wanita di Amerika Serikat tidak pernah merasakan klimaks. Bahkan wanita yang merasakan orgasme secara teratur hanya mencapai klimaks 50 hingga 70 persen frekuensi.

Robert Birch dari Sexualhealth.com mengatakan, “Seperti yang cenderung dilakukan statistik berbasis survey, jumlah untuk orgasme perempuan beraneka ragam, tergantung siapa yang disurvey dan siapa yang melapor. Walau begitu, mungkin hampir 15 persen populasi perempuan tidak pernah mengalami orgasme, dan mungkin 10 persen hanya dapat orgasme lewat masturbasi.”



Dr. Drew Pinsky mengatakan:
…Pria dan wanita berbeda, lebih lagi sesama wanita juga berbeda. Banyak wanita merasa rendah diri karena mereka tidak hidup dalam standar klimaks tertentu. Pria memperburuknya karena mereka menggeneralisasi apa yang diperlukan untuk membuat seorang wanita mencapai klimaks.

Seringkali pria percaya kalau semua wanita itu sama, dan ketika mereka menemukan apa yang berhasil pada satu wanita, mereka terapkan metode yang sama pada wanita lain, dan itulah masalah utamanya. 50-60% wanita tidak akan pernah mengalami orgasme lewat ML dan membutuhkan rangsangan klitoral agar mencapai klimaks. 30% wanita akan mendapatkan orgasme lewat ML. 10% mendapatkan orgasme lewat ML dan bisa mendapatkan orgasme yang berturut-turut. 5% hanya dapat orgasme lewat ML dan berulang kali serta tidak nyaman dengan oral sex.

Konsep orgasme vagina pertama kali diajukan oleh Sigmund Freud. Tahun 1905, Freud mengatakan kalau orgasme klitoral semata fenomena remaja, dan ketika mencapai dewasa, wanita harusnya berpindah pada orgasme vaginal dan tidak lagi pada orgasme klitoral. Walaupun Freud tidak memberi bukti atas pernyataannya ini, bahkan hingga kini banyak orang, termasuk wanita, percaya bahwa orgasmenya orang dewasa adalah orgasme vaginal.

Banyak wanita yang merasa tertekan secara psikologis ketika merasa ia tidak mampu orgasme walaupun ML (vaginal) dan merasa dirinya belum dapat dipandang dewasa. Tokoh Maria dalam novel Eleven Minutes karya Paulo Coelho menunjukkan bagaimana dampak psikologis ini terjadi. Semoga dengan artikel ini kita jadi semakin bijak dan percintaan dalam hidup kita semakin harmonis. [faktailmiah.com]

0 komentar:

Poskan Komentar