DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

Inilah The Best XI Liga Champions

Minggu, 29 Mei 2011

LONDON, KOMPAS.com - Liga Champions memang usai sudah. Barcelona tampil sebagai juara setelah mengalahkan Manchester United (MU) 3-1 pada final di Stadion Wembley, Sabtu atau Minggu (29/5/2011) dini hari WIB. Lalu, siapa saja pemain terbaik sepanjang Liga Champions 2010-11 yang pantas masuk 11 tim terbaik?.

The Best XI Liga Champions (4-4-3)

Kiper - Manuel Neuer (Schalke 04) Tampil: 12 Cleasn sheet: 3

Neuer menjadi salah satu aktor kunci kesuksesan Schalke lolos ke semifinal Liga Champions. Kemenangan Schalke 5-2 dan 2-1 atas juara bertahan Inter Milan di perempat final, tak lepas dari kemampuannya menjaga gawangnya. Sepanjang Liga Champions, dia banyak melakukan penyelamatan gemilang.

Bek kanan - Dani Alves (Barcelona) Tampil: 12 Gol: 2 Assist: 3

Bek pekerja keras yang aktif membantu serangan dan tetap solid saat bertahan. Sukses Barcelona tak lepas dari kerja kerasnya.

Bek tengah - Nemanja Vidic (Manchester United) Tampil: 9 Gol: 0 Assist: 0

Sukses Manchester United ke final Liga Champions 2010-11, sebernanya lebih karena pertahanan mereka yang kuat. Sebelum tampil di final, mereka hanya kemasukan 4 gol. Dan, defender MU yang paling menonjol adalah Nemanja Vidic. Dia bermain solid dan rapat, juga tenang. Wajar jika Manajer Sir Alex Ferguson memberinya jabatan sebagai kapten tim.

Bek Tengah - Ricardo Carvalho (Real Madrid) Tampil: 9 Gol: 0 Assist: 0

Carvalho menjadi andalan Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, sebagai bek tengah. Dia bermain sangat baik. Ia menjadi salah satu kunci utama sukses Madrid tak kemasukan dalam enam pertandingan, meski akhirnya Madrid disingkirkan Barcelona di semifinal.

Bek kiri - Marcelo (Real Madrid) Tampil: 12 Gol: 2 Assist: 2

Pemain asal Brasil ini menjadi bek kiri yang paling cepat di Eropa. Ia cepat membantu serangan, tapi cepat pula kembali bertahan. Dia juga berani, selain jago menggocek bola. Selain membuat assist, dia juga mencetak dua gol, masing-masing satu gol saat melawan Lyon dan satu lagi saat melawan Barcelona.

Gelandang kanan - Andres Iniesta (Barcelona) Tampil: 12 Gol: 1 Assist: 7

Iniesta dinilai sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia. Dia punya banyak trik untuk mengelabuhi lawan dan cepat dalam memberikan umpan matang. Dia jarang melakukan kesalahan dan mampu menggairahkan dan menggerakkan permainan.

Gelandang tengah - Xavi Hernandez (Barcelona) Tampil: 12 Gol: 2 Assist: 3

Jika Barcelona diibaratkan tubuh, maka Xavi dinilai sebagai hatinya. Dia yang mengatur tempo, juga mengontrol permainan dengan baik. Ketenangan dan kewibawannya memengaruhi permainan tim.

Gelandang kiri - Ryan Giggs (Manchester United) Tampil: 8 Gol: 1 Assist: 5

Meski sudah 37 tahun, Ryan Giggs masih bermain bagus. Dia bisa mengeksploitasi pengalaman dan keterampilannya, tanpa harus memforsir tenaga. Dia juga mampu menginspirasi permainan MU. Dia pula yang memberi assist atas tiga gol ke gawang Chelsea pada babak perempat final.

Penyerang kanan - Lionel Messi (Barcelona) Tampil: 13 Gol: 12 Assist: 13

Ini pemain paling istimewa. Sejatinya dia penyerang, tapi juga mampu mengkreasi permainan. Sering, serangan Barcelona berawal dan keberanian Messi melakukan aksi individu yang sulit ditahan lawan. Akurasi tendangannya juga bagus. Kecil, tapi sulit dihentikan. Sebanyak 12 gol dan 4 assist adalah salah satu bukti kehebatannya. Dia pun disejajarkan dengan legenda Argentina, Diego Maradona, bahkan ada yang menilai dia melebihi seniornya tersebut.

Penyerang tengah - Raul Gonzalez (Schalke 04) Tampil: 12 Gol: 5 Assist: 2

Mantan striker Real Madrid ini ternyata masih menjadi striker hebat. Bersama Schalke, dia seolah lahir kembali. Golnya ke gawang Inter Milan, Valencia, dan Hapoel Tel Aviv menunjukkan bahwa dia masih memiliki bagian besar dari kehebatan masa lalunya. Naluri dan ketepatannya dalam menyelesaikan serangan masih sangat berbahaya.

Penyerang kiri - Samuel Eto'o (Inter Milan) Tampil: 10 Gol: 8 Assist: 5

Samuel Eto'o menjadi pemain terbaik Inter Milan sepanjang Liga Champions musim ini. Dia juga menginspirasi kebangkitan Inter saat melawan Bayern Muenchen di babak 16 besar. Setelah kalah 1-0 di kandang, dia membawa membuka gol Inter di leg kedua dan membawa timnya menang 3-2.

0 komentar:

Poskan Komentar