DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

Guardiola Ingin Chicharito Ditempel Ketat

Sabtu, 28 Mei 2011

Striker Manchester United, Javier Hernandez mendapat perhatian khusus dari pelatih Barcelona, Pep Guardiola. Pemain yang akrab disapa Chicharito tersebut menurutnya butuh pengawalan khusus.

Barcelona akan berhadapan dengan Manchester United pada final Liga Champions 2010/2011, Sabtu, 28 Mei 2011. Duel yang mempertemukan dua tim terbaik Eropa tersebut akan digelar di Stadion Wembley, Inggris.

Guardiola seperti dilansir www. belfasttelegraph.co.u berharap para pemainnya tidak terlena dengan kenangan manis masa lalu. Sebaliknya, Guardiola berharap pasukannya mampu tampil lebih baik dibanding final 2009 lalu.

Saat itu, Barcelona berhasil mengalahkan Manchester United dengan skor 2-0. Dua gol Barca dicetak oleh Lionel Messi dan Samuel Eto'O (kini Inter Milan).

"Jika kami bermain sama dengan 2009 itu mungkin tidak cukup. Dan bila kami masih melakukan segala sesuatu yang kami lakukan dulu, maka kami tidak akan memenangkan pertandingan ini," kata Guardiola.

Guardiola menegaskan kalau Manchester United saat ini punya kekuatan yang lebih baik dibanding dua tahun lalu. Apalagi menurut Guardiola, musim ini Setan Merah memiliki banyak pemain bertalenta tinggi.

"Saya khawatir akan semuanya. Ferdinand bisa membantu serangan dari belakang. Di lini tengah, Valencia dan Nani di sisi sayap dan di lini depan ada Rooney (Wayne) dan Chicharito (Javier Henandez)," kata Guardiola.

"Ferguson telah mengatakan kalau dia bisa menciptakan empat atau lima tim berbeda. Ini menunjukkan betapa banyak talenta yang mereka miliki," lanjut pelatih berusia 40 tahun itu.

Meski tak ingin membeda-bedakan pemain MU, Guardiola tetap punya pemain yang paling diwaspadai, yakni Chicarito. Pemain asal Meksiko itu menurutnya perlu penjagaan khusus dari bek Barca, Gerard Pique dan Javier Mascherano.

"Dia (Chicharito) adalah kejutan yang cukup besar pada musim ini. Dia tiba di kotak penalti dalam waktu yang tepat. Kecepatannya sangat luar biasa, dan dia juga mampu berlari kencang dengan bola berada di kakinya," pungkas Guardiola.

Chicharito merupakan pemain berusia 22 tahun yang baru memperkuat MU pada musim ini. Meski demikian, pemain asal Meksiko itu sudah menjadi andalan Setan Merah di lini depan bersama striker 'bengal' Wayne Rooney. (sj)

• VIVAnews

Fergie: Mungkin Saja Tercipta Banyak Gol

Jumat, 27 Mei 2011
Manajer Manchester United (MU), Sir Alex Ferguson, mengaku berharap, laga final Liga Champions, Sabtu atau Minggu (29/5/2011) dini hari WIB, antara timnya melawan Barcelona akan tercipta banyak gol. Ferguson pun menilai, daya tarik dari kedua tim akan membuat pertandingan ini sangat menarik.

"Apa pun bisa terjadi. Mungkin akan ada banyak gol, banyak kegembiraan. Semoga kenyataannya memang seperti itu," kata Ferguson kepada wartawan.

"(Laga final Liga Champions) ini bisa menjadi yang terbaik akhir dekade ini. Daya tarik dari dua tim besar dengan sejarah besar ini sudah sangat jelas. Ini akan jadi akhir yang menarik dalam hal apa yang bisa terjadi dalam laga nanti," sambungnya.

Ferguson sendiri tak mau memberikan pernyataan yang menyerang pemain lawannya karena ia nilai tidak perlu. Fergie kemudian menyebut bahwa timnya selalu fokus dengan kekuatan lawan, bukan malah meremehkannya atau fokus terhadap masalah lain.

"Saya tidak berpikir setiap orang bisa memberikan pertanyaan yang menyerang pemain yang kemungkinan tampil besok. Itu tak akan diperlukan. Seperti menyerang api dengan api. Namun, seperti yang selalu kami lakukan, kami tetap mengakui kualitas lawan kami. Sangat tidak bijaksana untuk tidak fokus pada apa yang tim lain dapat lakukan. Kami selalu melakukan itu dan menghormati lawan," ujar Fergie. KOMPAS.com

Final 2009 Berbeda dengan 2011

Gelandang Barcelona, Andres Iniesta, mengatakan, partai final Liga Champions antara klubnya dan Manchester United (MU) tahun 2009 akan berbeda dengan final tahun ini.

Dua tahun lalu Barca menekuk MU 2-0 di partai puncak di Roma lewat gol Samuel Eto'o dan Lionel Messi. Kondisi kedua kubu kini tak banyak berubah. Ada beberapa bintang yang datang dan pergi. Namun, Iniesta percaya, hal itu tetap akan memengaruhi kedua tim.

Pada 2009, MU bergantung kepada sosok individual seperti Cristiano Ronaldo. Sekarang MU bermain lebih kolektif. "Selalu lebih baik memiliki pemain seperti dia (Ronaldo). Namun, mereka telah mendatangkan pemain-pemain baru dan mereka memiliki tim yang baik," ujar Iniesta, seperti dilansir situs resmi Barca.

"Setiap momen memiliki cerita tersendiri. Partai final memang harus seperti itu. Kami menang (pada 2009) dan itu adalah hadiah untuk semua kerja keras yang kami lakukan. Itu adalah musim yang sangat khusus,"kata nya.

"Final ini tidak sebanding. Memang serupa karena gaya dan ini adalah partai terakhir, tetapi aku pikir tidak ada kesamaan lain."

"Mereka akan memiliki pertandingan itu (2009) di pikiran mereka, seperti yang juga kami miliki. Akan tetapi, aku yakin, ini akan menjadi final yang berbeda. Anda tidak pernah dapat membandingkan satu final dengan yang lain. Selalu ada permainan berbeda, dengan pemain yang berbeda dan harapan yang berbeda," pungkas pria 27 tahun tersebut. KOMPAS.com

Ferdinand: MU Bisa Jinakkan Messi

Bek Manchester United, Rio Ferdinand, mengaku yakin timnya bisa menjinakkan striker Barcelona, Lionel Messi, pada final Liga Champions, Sabtu atau Minggu (29/5/2011) dini hari WIB.

Ferdinand mengakui kehebatan Messi. Pergerakan maupun nalurinya di depan gawang membuat Ferdinand kagum. Namun, hal ini tak berarti Messi tak bisa dijinakkan.

"Tidak ada cukup kata-kata di luar sana untuk menggambarkan anak kecil itu (Messi). Rekor golnya musim ini fenomenal. Dia mencetak lebih dari 50 gol dan Ronnie (Cristiano Ronaldo) berada di belakangnya," sebut Ferdinand seperti dilansir The Sun.

"Jika Anda melihat statistik, Messi adalah pemain terbaik di dunia. Tapi, aku masih akan memilih Ronaldo di timku daripada Messi. Ini mungkin karena aku pernah bermain bersama dengan dia. Dan, aku pikir dia cocok untuk sepak bola Inggris," tambah mantan pemain West Ham United tersebut.

Ferdinand percaya kelincahan Messi dapat dibendung dengan fokus seratus persen sepanjang laga. Akan lebih baik jika aliran bola kepada pemain Argentina itu dapat dipotong.

"Messi adalah pemain hebat dan dia melakukan beberapa hal menakjubkan. Tapi, aku percaya kami bisa menjaganya dan aku yakin kami bisa menang. Kali ini aku bertekad untuk menikmati liburanku dan ini hanya akan terjadi jika aku mendapatkan trofi Liga Champions di tanganku lagi," tuntasnya.KOMPAS.com

GVB: Barca Memang Kuat, Tapi MU Bisa Menang


Mantan pemain Barcelona, Giovanni van Bronkchorst (GVB), mengakui bahwa Barcelona adalah tim terbaik saat ini. Bahkan lebih hebat ketimbang Barca tahun 2006 saat menjadi jkuara Liga Champions. Namun, Van Bronckhorst menyebut Manchester United (MU) adalah salah satu tim yang bisa menghentikan hegemoni klub asal Catalan tersebut.

Barca sendiri akan bertemu dengan MU di laga final Liga Champions, Sabtu atau minggu (29/5/2011) dini hari WIB,

"Kami memiliki tim yang hebat ketika memenangkan Liga Champions (tahun 2006), tapi kini Barcelona telah maju dalam hal level. Inti tim tetap sama dan mereka telah berkembang sebagai klub. Mereka sangat konsisten sekarang dan setiap pertandingan mereka mencapai tingkat terbaik mereka. Anda harus bertepuk tangan karena Anda tak sering melihat sebuah tim yang sangat sukses selama beberapa tahun berturut-turut," ujar Van Bronchkhost.

"Tapi saya menilai MU yang mampu menghentikan Barcelona. Ini akan sulit. Kadang favorit tidak selalu menang. Ferguson telah melakukan pekerjaan yang besar. Untuk terlibat dengan satu tim selama bertahun-tahun, Anda tak perlu mengamati selama itu," lanjutnya.

Ia menambahkan, "Ferguson telah memenangkan banyak penghargaan dalam karirnya dan bahkan setelah bertahun-tahun dia masih berhasil. Saya benar-benar menghargai itu. Dia adalah contoh yang bagus tentang bagaimana menjadi seorang manajer."

Anehnya, ketika ditanya prediksi skor dalam laga final nanti, Van Bronckhost lebih menjagokan Barcelona. "Ini akan menjadi pertandingan ketat. Semoga Barcelona akan menang, mungkin 2-1 " (GL). KOMPAS.com

Van der Sar Habis-habisan di Final Terakhir

Kiper Manchester United (MU), Edwin van der Sar, bertekad bermain habis-habisan pada laga resmi terakhirnya melawan Barcelona di final Liga Champions, Sabtu atau Minggu (29/5/2011) dini hari WIB.

Van der Sar akan pensiun setelah laga ini. Kiper 40 tahun itu sejak jauh-jauh hari sudah memutuskan untuk berhenti dari dunia sepak bola akhir musim ini. Ia ingin kariernya diakhiri dengan manis, yakni memenangkan trofi Liga Champions.

Partai yang berlangsung di Wembley nanti akan menjadi final kelima Van der Sar. Sebelumnya, ia pernah bermain di final yang sama ketika memperkuat Ajax Amsterdam (2 kali), dan sisanya bersama "Setan Merah".

"Anda lebih banyak berpikir tentang kekalahan daripada apa yang Anda menangkan. Ketika telah memenangkan medali, Anda memasukannya ke dalam lemari atau disimpan di dalam bank. Tapi, ketika kalah, Anda tahu sesuatu telah lolos dari tangan Anda. Itu membuat Anda sedih," cetus kiper Belanda itu seperti dilansir Daily Mail.

Kemenangan menjadi harga mati bagi Van der Sar. Jika sampai kalah di laga terakhirnya, Van der Sar sadar kekalahan itu akan menghantuinya seumur hidupnya.

"Anda berharap untuk membawa permainan 'A' Anda ke final. Untuk itu Anda perlu semuanya, penyelamatan, kemampuan komunikasi, pengalaman, dan keterampilan memotivasi semua pemain. Semuanya harus disatukan bersama-sama untuk memastikan Anda bertahan dengan baik," tuntas mantan kiper Juventus tersebut. KOMPAS.com

Barca Datang untuk Juara


Wakil Presiden Barcelona, Josep Bartomeu, menegaskan, timnya datang jauh-jauh ke Wembley hanya untuk satu tujuan, yakni memenangkan Liga Champions. Kemenangan merupakan harga mati bagi "Azulgrana".

Barca akan menghadapi final ketiganya dalam lima tahun terakhir. Mereka akan menghadapi lawan yang sama pada 2009 lalu, yakni Manchester United (MU). Final akan berlangsung di Stadion Wembley, London, Sabtu atau Minggu (29/5/2011) dini hari WIB.

"Tim kami tidak datang ke sini (London) hanya untuk bermain di final. Kami datang untuk menang!" tegas Bartomeu di situs resmi Barca.

"Barca sangat kompetitif. Selama bertahun-tahun mereka telah menunjukkan bahwa mereka memiliki mentalitas untuk menang. Barca ambisius seperti biasanya," sambung Bartomeu.

"Tim ini telah memenangkan segalanya. Bahkan, mereka hanya kalah dalam sedikit pertandingan dalam beberapa tahun terakhir. Tapi, sekarang, menjelang laga final ini, ada fokus yang maksimal dari tim."

Ini bukan final pertama Barca di Wembley. Pada 1992 lalu, Barca juga berlaga di tempat yang sama melawan Sampdoria. Ketika itu, Pep Guardiola yang masih bermain dan kawan-kawan sukses keluar sebagai juara.

"Saya yakin pengalaman itu akan berguna. Kemenangan itu mengubah sejarah klub. Sejarah klub-klub Eropa dibangun di sekitar piala yang telah mereka menangkan dan ini (Liga Champions) adalah yang terbesar dari semua trofi."

"Jika bisa memenangkan ini, maka kami akan membuat sejarah klub lebih besar. Tujuan utama kami adalah gelar liga (BBVA) dan ini (Liga Champions) merupakan hadiah ekstra bagi kami," tuntasnya. KOMPAS.com