DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

Idealisme Sebuah Gerakan Mahasiswa

Senin, 15 November 2010
Secara umum gerakan mahasiswa sampai saat ini tetap berada di garis
depan dalam setiap gerakan pembebasan tanah air di seluruh dunia menentang
kezaliman, dan juga merupakan markas utama yang melahirkan tokoh-tokoh
pemikiran dan revolusi di banyak negara. Demikian pula, gerakan mahasiswa
adalah target sasaran musuh-musuhnya, karena ia adalah kumpulan para
cendikiawan ummat, para aktivis, orang-orang yang berpikir terbuka, paling siap
berkorban dan terakhir paling siap melakukan perubahan-perubahan yang jika
belum terjadi di usia mereka pasti akan terjadi di masa depan.
Berangkat dari sejarah yang terjadi pada gerakan mahasiswa sejak dulu
hingga sekarang, sebuah idealitas memiliki pengaruh yang sangat besar untuk
mewujudkan suatu perubahan. Mahasiswa sebagai komponen menengah dalam
masyarakat memiliki sebuah idealitas yang cukup untuk mengakomodir terjadinya
sebuah perubahan. Gerakan mahasiswa adalah sebagai sebuah gerakan moral
demi menegakkan keadilan dan kebenaran bagi seluruh rakyat. Gerakan
mahasiswa muncul sebagai curahan perasaan rakyat yang mendambakan
perubahan untuk kemajuan.
Generasi muda harus memupuk kekuatan diri sebagai
suatu gerakan moral dan senantiasa tampil sebagai alat koreksi dan sosial kontrol
terhadap penyelewengan, ketidakadilan, korupsi dan penindasan. Karena itu
mereka berusaha tetap bersih, bebas dari ekses-ekses, dan mampu menggalang
persatuan dan kesatuan pendapat serta mental di antara sesamanya dan mampu
melahirkan kesatuan dalam tindakan.

Idealisme Sebuah Gerakan Mahasiswa Islam
Tak dapat dipungkiri, Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah
muslim sudah sewajarnya memiliki distribusi pemuda dan mahasiswa muslim
yang besar pula. Sejarah mengatakan kepada masyarakat, bahwa hampir sebagian
besar perjuangan di kancah politik dan sosial sejak awal kemerdekaan dan hingga
saat ini tidak terlepas dari peran mahasiswa islam yang tergabung dalam berbagai
gerakan mahasiswa dengan landasan ideologi yang beragam pula. Maka sebuah
Gerakan Mahasiswa Antara Idealitas dan Realitas 14
gerakan mahasiswa islam tentu tidak terlepas dari idealitas religius. Selain dari
peranan politik mereka sebagai pelopor dari komunitas orang yang dirampas
haknya, gerakan mahasiswa islam juga mempunyai kepentingan moral dan sosial
masyarakat dan bangsa.
Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, di antara pola aktivitas baru
mahasiswa pasca NKK/BKK adalah merebaknya aktivitas keislaman berbasis
masjid kampus. Aktivitas keislaman berbasis masjid kampus ini dalam perjalanan
dan perkembangannya berhasil mengimbangi dan menggeser peran yang selama
ini didominasi oleh ormas islam kemahasiswaan yang terlibat dan kemudian
beralih aktivitasnya ke bentuk baru ini. Ada dua faktor yang mempengaruhi pola
baru aktivitas keislaman mahasiswa, yaitu pertama adalah munculnya kelompok
anak muda yang memiliki semangat tinggi dalam mempelajari dan mengamalkan
islam, sebagai respon dari tekanan politik pemerintahan orba terhadap umat islam.
Dan kedua adalah adanya sebuah ruang publik yang relatif lapang, yang bernama
masjid atau mushalla kampus, tempat di mana idealisme kaum muda islam itu
mengalami persemaian ideal dan pengecambahan secara cepat.
Secara normatif falam ajaran islam, pemuda dianggap memiliki peran
sangat penting untuk memobilisasi kesadaran masyarakatnya. Dalam catatan
sejarah, bagian terbesar dari kelompok pertama yang menerima ajaran islam
terdiri dari para pemuda. Dari sudut ini dapat dilihat betapa kehadiran pemuda
sebagai penggerak perubahan di dalam masyarakat merupakan hal yang sangat
mendasar dalam islam. Hal ini tidak hanya sekedar sebuah tuntutan yang sematamata
bersifat sosiologis, melainkan lebih dari itu memiliki landasan ideologis
yang sangat kuat.
Sesungguhnya sebuah pemikiran itu akan berhasil diwujudkan manakala
kuat rasa keyakinan kepadanya, ikhlas dalam berjuang di jalannya, semakin
bersemangat dalam merealisasikannya, dan kesiapan untuk beramal dan berkorban
dalam mewujudkannya. Keempat rukun ini, iman, ikhlas, semangat, dan amal
merupakan karakter yang melekat kuat pada diri pemuda, karena sesungguhnya
dasar keimanan itu adalah nurani yang menyala, dasar keikhlasan itu adalah hati
yang bertaqwa, dasar semangat itu adalah perasaan yang menggelora, dan dasar
amal adalah kemauan yang kuat. Itu semua tidak terdapat kecuali pada diri para
Gerakan Mahasiswa Antara Idealitas dan Realitas 15
pemuda. Oleh karena itu, sejak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar
kebangkitan. Menurut Hasan Al-Bana, dalam setiap kebangkitan, pemuda
merupakan rahasia kekuatannya. Di dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar
panji-panjinya.
“...Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada
Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk”(QS. Al-Kahfi : 13)
Berbicara tentang gerakan mahasiswa islam tidak terlepas dari sebuah Lembaga Dakwah Kampus (LDK). Mata rantai perjalanan sejarah yang panjang
dan dinamis, serta saling keterkaitan antara satu fase dengan lainnya menjadikan
LDK sebagai unsur kekuatan besar dakwah islam di Indonesia. Dakwah berupaya
merubah pikiran, perasaan, dan tingkah laku manusia dari jahiliyah kepada islam,
atau dari yang kurang islami menjadi lebih islami, sehingga terbentuk tatanan
masyarakat islami.
Berkenaan dengan mahasiswa dan kampus, secara struktural sosial
masyarakat, keduanya dipandang sebagai satu kesatuan sistem yang mempunyai
peran penting dalam perubahan sosial dan kepemimpinan masyarakat. LDK
berperan sebagai gerakan mahasiswa islam yang berfungsi sebagai wahana untuk
mencetak mahasiswa muslim sebagai kader islam yang tangguh dan agen
perubahan sosial.

0 komentar:

Poskan Komentar