DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA

Senin, 15 November 2010
Tahun ini Pancasila telah berusia 65 tahun, sebuah usia yang belum bisa dianggap dewasa bagi sebuah ideologi karena diperlukan waktu yang amat panjang dalam pembentukannya untuk menjadi sebuah ideologi yang mantap. Pada 1 Juni 1945, Soekarno menjelaskan dengan gamblang dan menarik butir-butir Pancasila dalam sebuah pidato di depan sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang sedang membicarakan dasar negara bagi sebuah ..... negara yang kemudian dikenal sebagai RepublikIndonesia.

Pancasila selalu menjadi dasar negara Republik Indonesia meskipun berbagai undang-undang dasar (UUD) telah menggunakannya.Pancasila digunakan oleh (1) UUD 1945 yang disahkan menjadi UUD RI pada tanggal 18 Agustus 1945,(2) Konstitusi RIS (Republik Indonesia Serikat) pada 1949?1950,dan (3) UUD Sementara 1950 yang berlaku mulai 17 Agustus 1950 sampai dengan 5 Juli 1959 saat Dekrit Presiden diumumkan, (4) UUD 1945 setelah Dekrit 5 Juli pada saat mana Presiden Soekarno berkuasa (Demokrasi Terpimpin yang juga disebut Orde Lama), (5) UUD 1945 pada masa Orde Baru, dan (6) UUD 1945 pada masa pascaOrde Baru.

Hal ini menunjukkan bahwa Pancasila adalah dasar negara yang telah menjadi konsensus nasional dan diterima oleh semua kelompok sosial yang ada di Indonesia.Karena itu,sangat tepat bila dikatakan bahwa Pancasila adalah ideologi pemersatu bangsa Indonesia yang menjadi modal dasar penting bagi bangsa Indonesia untuk bersatu sebagai sebuah bangsa yang menegakkan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Setelah Orde Baru tumbang pada bulan Mei 1998,Pancasila jarang dibicarakan meskipun Pancasila tetap menjadi dasar negara.Sebaliknya juga tidak ada satu pun suara yang muncul di dalam masyarakat yang menolak Pancasila secara terang-terangan. Karena itu,beralasan untuk mengatakan bahwa Pancasila selama 10 tahun terakhir ini tidak diutak-atik karena telah menjadi dasar negara yang disepakati bersama.

Mengingat banyak masalah nyata yang dihadapi oleh bangsa Indonesia (seperti demokratisasi, krisis ekonomi, dan penegakan hukum), memang ada baiknya dasar negara tersebut untuk sementara tidak diperdebatkan dan dibicarakan sampai semua persoalan pelik yang dihadapi bangsa Indonesia tersebut berhasil diselesaikan. Perkembangan Liberalisme dan demokrasi di Barat mengajarkan kepada kita bahwa ideologi tersebut berkembang dalam waktu yang amat panjang (2?3 abad).

Liberalisme yang kemudian melahirkan demokrasi adalah kumpulan dari sejumlah besar pemikiran yang dihasilkan oleh sejumlah filosof di Eropa Barat dan Amerika Utara.Pemikiran-pemikiran tersebut memicu terjadinya wacana publik yang menghasilkan butir-butir yang kemudian menyatu menjadi Liberalisme dan demokrasi.Wacana publik tersebut berlangsung bebas tanpa adanya pembatasan oleh negara sehingga nilai-nilai liberal dan demokrasi dihayati dengan baik oleh warga masyarakat untuk kemudian diamalkan.

Sejarah perkembangan paham liberal dan demokrasi juga mengajarkan kepada kita bahwa wacana publik merupakan tempat yang baik untuk memadukan pemikiran-pemikiran yang dihasilkan oleh para filosof dengan nilai-nilai yang berkembang di dalam masyarakat. Wacana publik adalah sarana bagi masyarakat untuk memberi warna kepada nilai-nilai liberal dan demokrasi sehingga keduanya sesuai dengan nilai-nilai yang berkembang di dalam masyarakat.

Karena itu, yang menyebabkan Liberalisme dan demokrasi menjadi kuat adalah kesesuaian keduanya dengan nilai-nilai masyarakat Barat sehingga dukungan masyarakat Barat terhadap keduanya adalah modal penting bagi berkembang dan kuatnya Liberalisme dan demokrasi. Oleh karena itu, masa depan Pancasila sangat ditentukan oleh kemampuan bangsa Indonesia mengisi Pancasila dengan nilai-nilai yang berkembang di dalam masyarakat Indonesia.

Kelima sila yang ada dalam Pancasila harus dijabarkan secara jelas se-hingga dapat diwujudkan menjadi lembaga politik dan fungsi politik yang akan dibentuk dalam sebuah sistem politik/ sistem pemerintahan Pancasila. Penjabaran dan konkretisasi Pancasila ini hanyalah bisa terjadi bila ada wacana publik yang bebas yang memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk menyampaikan pendapatnya. Pendapat yang beragam tersebut diharapkan akan menghasilkan butirbutir yang akan menjadi bagian dari Pancasila.

Penyeleksian terhadap butir-butir yang bermunculan tersebut diserahkan kepada proses sosial, yakni interaksi yang terjadi antara berbagai pihak yang akan menghasilkan kesepakatan-kesepakatan. Seperti di Barat, ideologi dihasilkan oleh para filosof.Filosof adalah seorang yang melakukan olah pikir secara intensif sehingga ditemukan sejumlah pemikiran penting tentang masyarakat yang ideal dan cara-cara untuk mencapai masyarakat ideal tersebut.

Karena itu, Soekarno yang pertama kali menguraikan Pancasila secara jelas adalah seorang filosof. Karena ia adalah seorang tokoh utama yang membentuk negara-bangsa Indonesia, Soekarno adalah juga seorang politikus yang ulung. Karena itu, Soekarno adalah seorang politikus yang juga seorang filosof. Memang banyak politikus-filosof, tetapi jauh lebih banyak tokoh politik dan pemerintahan yang hanya merupakan politisi saja,bukan filosof.

Namun sayang sekali Soekarno tidak menguraikan lebih jauh butirbutir Pancasila untuk membuat dasar negara tersebut menjadi lebih jelas dan applicable.Kelihatannya Soekarno tidak sempat untuk merenungkan secara mendalam penjabaran butirbutir Pancasila sehingga terlihat wujudnya dan dapat dilihat perbedaanperbedaannya dengan ideologiideologi besar seperti Liberalisme dan Komunisme.

Karena itu diharapkan kepada para pemikir Indonesia kontemporer dan di masa mendatang untuk mencurahkan perhatian mereka kepada identifikasi dan pengembangan nilai-nilai Pancasila sehingga bisa ditemukan bentuk nyata dari sistem politik Pancasila. Ada patokan penting yang harus diperhatikan dalam wacana publik tentang Pancasila.Pertama,Wacana publik harus bisa menghasilkan nilainilai Pancasila yang akan membentuk sistem politik Pancasila yang berbeda dari nilai-nilai ideologi lain.

Kedua, nilai-nilai yang dikembangkan tersebut dan sistem politik Pancasila yang dihasilkannya haruslah lebih baik dan lebih unggul dibandingkan nilai-nilai ideologi lain dan sistem politik/ sistem pemerintah lainnya. Hanya dengan cara seperti itu Pancasila dapat hidup dan bersaing dengan ideologi-ideologi dan sistem-sistem politik lainnya. Dengan ditemukannya nilai-nilai unggul tersebut, bangsa Indonesia bisa membanggakan dirinya karena Pancasila dan sistem politik Pancasila adalah lebih baik dari yang lain.

0 komentar:

Poskan Komentar