DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

Ilmu Tanah

Minggu, 20 Maret 2011
Ilmu Tanah merupakan ilmu yang mempelajari seluk beluk tanah. Tanah, seperti yang kita ketahui menjadi tempat tumbuhnya tanaman dan mendukung hewan dan manusia, termasuk salah satu sumberdaya yang sangat penting.

Lapisan yang menyeliputi bumi antara litosfer (batuan yang membentuk kerak bumi) dan atmosfer ini menjadi penentu kehidupan di permukaan bumi. Tanpa adanya tanah, maka tidak ada kehidupan.

Penting bagi kita memahami ilmu tanah dengan benar. Sebab, kerusakan bisa saja terjadi akibat kelalaian manusia. Bayangkan saja, kita begitu tergantung dengan berbagai produk tanaman sebagai sumber bahan pangan, pakaian dan bahan bangunan.

Jika tanah tidak dikelola dengan baik, maka bisa terjadi bencana besar, karena tidak mampu lagi mendukung pertumbuhan tanaman. Oleh karenanya, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengelola tanah dengan baik.

Adapun cara mengelola tanah dengan tepat dan benar sehingga tidak rusak dan fungsinya dapat berkesinambungan, khususnya dalam produksi bahan sandang pangan dan bahan bangunan, serta pengendali lingkungan hidup.

Maka perlu mempelajari ilmu tanah yang mencakup antara lain tentang sifat dan watak, potensinya, usaha pencegahan kerusakan, teknologi pengelolaan, teknologi pemetaan sebaran tanah, serta evaluasi lahan untuk berbagai penggunaan.

Ilmu tanah masih dikenal sekitar satu abad. Sejak awal abad ke-20 ilmu ini mengalami kemajuan pesat sekali. Dengan kelincahan dan kemahiran luar biasa, ilmu ini memanfaatkan setiap kemajuan dalam ilmu kealaman yang lain dan dalam teknik analisis untuk memperkaya pandangan dan mencanggihkan metode penelitiannya.

Bahkan kenyataan sosial dan ekonomi secara begitu cerdik dapat diramukan ke dalam ilmu ini, misalnya yang dikerjakan oleh Profesor Edelman almarhum dalam bukunya Sociale en Economische Bodemkunde (1949). Joffe (1949) mengatakan bahwa ilmu ini berdiri di antara ilmu tentang benda hidup dan tak hidup.

Dalam pengertian orang awam, ilmu tanah adalah ilmu kesuburan tanah. Bagian ilmu ini antara lain, yang bersifat murni seperti fisika tanah, kimia tanah, mineralogi tanah, biologi tanah dan genesis serta klasifikasi tanah, tidak banyak dikenal orang.

Orang pada umumnya beranggapan bahwa ilmu ini adalah bagian dari ilmu pertanian, yang hanya perlu bagi petani dan kegiatan yang melibatkan tanaman. Akibatnya, ilmu ini memperoleh ruang cerapan yang sempit. Cerapan tradisional ini masih melekat pada banyak pihak penggaris kebijakan dan pengambil keputusan.

Selain mempelajari faktor dan proses pembentukan tanah, ilmu tanah juga mempelajari sifat-sifat dan proses-proses fisika, kimia dan biologi dalam tanah. Sehingga lahirlah disiplin-disiplin, yaitu Pedologi, Fisika tanah, Kimia tanah, Biologi tanah, Konservasi tanah, Mekanika tanah, Pemetaan dan survey tanah, Pedometrika.

Kini ilmu tanah diperlukan oleh kalangan yang makin luas, tidak hanya terbatas oleh kalangan pertanian dan yang berkaitan dengan pertanian atau tanaman. Untuk keperluan konstruksi diperlukan informasi tanah.

Misalnya untuk merancang fondasi bangunan, untuk membatasi kebocoran saluran pembekal air pertanian, rumahtangga atau industri, atau pembuang limbah cair, dan untuk menghindari tanah yang berdaya korosi kuat atas bagian konstruksi yang ditanam dalam tanah, atau untuk menetapkan di tempat mana bagian konstruksi perlu dilindungi dengan bahan tahan korosi.

0 komentar:

Poskan Komentar