DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

Mengenal Ilmu Kelautan

Minggu, 20 Maret 2011
Ilmu Kelautan (oseanologi) merupakan cabang dari ilmu bumi yang mempelajari segala aspek dari samudera dan lautan.

Dengan bahasa lain, oseanologi merupakan studi ilmiah mengenai laut dengan cara menerapkan ilmu-ilmu pengetahuan tradisional seperti fisika, kimia, matematika, dan lain-lain ke dalam segala aspek mengenai laut.

Perhatian ilmiah akan kondisi laut Nusantara baru mulai tumbuh sekitar abad ke-18, ketika ekspedisi-ekspedisi ilmiah dari Eropa mulai meluncur ke Nusantara. Sayangnya, semua bahan-bahan ilmiah yang diperoleh dikirim ke negeri asal penyelenggara di Eropa.

Laboratorium kelautan yang pertama di Indonesia didirikan di Pasar Ikan, Jakarta, pada tahun 1905. Peristiwa ini menandai dimulainya kelembagaan ilmu kelautan dan merupakan cikal bakal lembaga yang sekarang bernama Pusat Penelitian Oseanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Setelah Indonesia merdeka di tahun 1945, perkembangan ilmu kelautan berjalan sangat tersendat karena kurangnya tenaga ahli dan fasilitas. Revitalisasi lembaga yang dulunya merupakan Lembaga Penelitian Laut baru dimulai sekitar tahun 1950-an.

Perkembangan yang lebih signifikan dimulai sejak dekade 1970-an, ketika Indonesia telah mempunyai sejumlah kapal-kapal riset modern dan ilmu ini diajarkan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Ilmu kelautan kini telah berperan penting dalam pembangunan di Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia mempunyai kekayaan laut yang melimpah.

Salah satu potensi besar dari laut Indonesia yaitu sebagai sumber obat. Ketika sumber hayati di darat kian langka akibat eksploitasi oleh manusia, perburuan mulai diarahkan ke laut untuk menggali potensi-potensi laut yang bermanfaat bagi manusia.

Pengembangan obat baru yang berasal dari biota laut, saat ini menjadi perhatian seluruh peneliti ilmu kelautan dan kimia bahan alam. Tingginya keanekaragaman hayati laut dan uniknya struktur metabolit sekunder yang dihasilkannya, merupakan dua hal yang menjadi daya tarik para ilmuwan.

Untuk mendapatkan obat-obat baru dari laut diperlukan adanya kerjasama antara berbagai bidang ilmu, yaitu bidang ilmu kelautan, farmasi, kimia organik, biologi laut dan kedokteran.

Peneliti bidang ilmu kelautan dan farmasi memberikan informasi mengenai mekanisme aktivitas metabolit sekunder di dalam tubuh mamalia. Kemudian bidang kimia organik berperan mengisolasi dan mendapatkan struktur model zat aktif dari bahan laut.

Sedangkan bidang biologi laut, memberikan informasi jenis biota sumber penghasil substansi aktif dan pengembangan kearah kultur jaringan untuk konservasi dan penggunaan secara berkelanjutan dari produk alam laut yang potensial.

Peranan ilmu kelautan, tidak kalah pentingnya untuk mempelajari perunutan senyawa dalam sistem kehidupan di laut. Potensi obat di laut apabila dapat dimanfaatkan dengan maksimal akan meningkatkan tingkat ekonomi negara karena dengan berkembangnya industri farmasi, maka akan meningkatkan devisa negara dan memperkecil tingkat pengangguran.

Melihat prospek ekonomi yang begitu besar dari sumber-sumber hayati di laut sebagai bahan obat-obatan, DKP lewat Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) di lingkungan departemen itu menetapkan bioteknologi kelautan dan perikanan sebagai program unggulan atau program utama sejak tahun 2002.

0 komentar:

Poskan Komentar