DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

GRAMMAR DAN BAHASA DALAM BAHASA DAN AUTOMATA

Sabtu, 29 Januari 2011

1. BEBERAPA PENGERTIAN

Bahasa dalam bentuk tulisan terdiri atas simbol-simbol satuan yang jika dikombinasikan akan mempunyai arti yang berbeda-beda. Simbol-simbol yang bisa dipergunakan dalam sebuah bahasa terbatas jumlahnya, yang membentuk sebuah himpunan dan disebut sebagai abjad (alphabet).

Kadangkala digunakan istilah karakter yang maknanya sama dengan simbol. Deretan karakter membentuk string. Bahasa (language) didefinisikan sebagai himpunan semua string yang dapat dibentuk dari suatu abjad. Kaidah/aturan pembentukan kata/kalimat disebut tata bahasa (grammar).

Bahasa formal adalah kumpulan kalimat. Semua kalimat dalam sebuah bahasa dibangkitkan oleh sebuah tata bahasa (grammar) yang sama.

Sebuah bahasa formal bisa dibangkitkan oleh dua atau lebih tata bahasa berbeda.

Dikatakan bahasa formal karena grammar diciptakan mendahului pembangkitan setiap kalimatnya.

Bahasa Natural/manusia bersifat sebaliknya; grammar diciptakan untuk meresmikan kata-kata yang hidup di masyarakat. Dalam pembicaraan selanjutnya ‘bahasa formal’ akan disebut ‘bahasa’ saja.

Otomata adalah mesin abstrak yang dapat mengenali (recognize), menerima (accept), atau membangkitkan (generate) sebuah kalimat dalam bahasa tertentu.

2. GRAMMAR DAN BAHASA

a. beberapa konsep dasar

  • Anggota alfabet dinamakan simbol terminal.
  • Kalimat adalah deretan hingg simbol-simbol terminal
  • Bahasa adalah himpunan kalimat-kalimat. Anggota bahasa bisa tak hingga kalimat.
  • Simbol-simbol berikut adalah simbol terminal :

ü huruf kecil, misalnya : a, b, c, 0, 1, ..

ü simbol operator, misalnya : +, -, dan ´

ü simbol tanda baca, misalnya : (, ), dan ;

ü string yang tercetak tebal, misalnya : if, then, dan else.

  • Simbol-simbol berikut adalah simbol non terminal /Variabel :

ü huruf besar, misalnya : A, B, C

ü huruf S sebagai simbol awal

ü string yang tercetak miring, misalnya : expr

  • Huruf yunani melambangkan string yang tersusun atas simbol-simbol terminal atau simbol-simbol non terminal atau campuran keduanya, misalnya : a, b, dan g.

  • Sebuah produksi dilambangkan sebagai a ® b, artinya : dalam sebuah derivasi dapat dilakukan penggantian simbol a dengan simbol b.

  • Derivasi adalah proses pembentukan sebuah kalimat atau sentensial. Sebuah derivasi dilambangkan sebagai : a Þ b.

  • Sentensial adalah string yang tersusun atas simbol-simbol terminal atau simbol-simbol non terminal atau campuran keduanya.

  • Kalimat adalah string yang tersusun atas simbol-simbol terminal. Kalimat adalah merupakan sentensial, sebaliknya belum tentu..

v Grammar :

Grammar G didefinisikan sebagai pasangan 4 tuple : V, V, S, dan P, dan dituliskan sebagai G(V, V, S, P), dimana :

V : himpunan simbol-simbol terminal (alfabet) àkamus

V : himpunan simbol-simbol non terminal

SÎV : simbol awal (atau simbol start)

P : himpunan produksi

Contoh :

1. G1 : VT = {I, Love, Miss, You}, V = {S,A,B,C},

P = {S ® ABC, A® I, B® Love | Miss, C® You}

S Þ ABC

Þ IloveYou

L(G1)={IloveYou, IMissYou}

2. . G2 : VT = {a}, V = {S}, P = {S ® aS½a}

S Þ aS

Þ aaS

Þ aaa L(G2) ={an ½ n ≥ 1}

L(G2)={a, aa, aaa, aaaa,…}

- Klasifikasi Chomsky

Berdasarkan komposisi bentuk ruas kiri dan ruas kanan produksinya (a ® b), Noam Chomsky mengklasifikasikan 4 tipe grammar :

1. Grammar tipe ke-0 : Unrestricted Grammar (UG)

Ciri : a, b Î (V½V)*, ïaï> 0

2. Grammar tipe ke-1 : Context Sensitive Grammar (CSG)

Ciri : a, b Î (V½V) *, 0 < ïaï £ ïbï

3. Grammar tipe ke-2 : Context Free Grammar (CFG)

Ciri : a Î V, b Î (V½V)*

4. Grammar tipe ke-3 : Regular Grammar (RG)

Ciri : a Î V, b Î {V, VV} atau a Î V, b Î {V, VV}

Contoh Analisa Penentuan Type Grammar

1. Grammar G dengan P = {S ® aB, B ® bB, B ® b}.

Ruas kiri semua produksinya terdiri dari sebuah V maka G kemungkinan tipe CFG atau RG. Selanjutnya karena semua ruas kanannya terdiri dari sebuah V atau string VV maka G adalah RG(3).

2. Grammar G dengan P = {S ® Ba, B ® Bb, B ® b}.

Ruas kiri semua produksinya terdiri dari sebuah V maka G kemungkinan tipe CFG atau RG. Selanjutnya karena semua ruas kanannya terdiri dari sebuah V atau string VV maka G adalah RG(3).

3. Grammar G dengan P = {S ® Ba, B ® bB, B ® b}.

Ruas kiri semua produksinya terdiri dari sebuah V maka G kemungkinan tipe CFG atau RG. Selanjutnya karena ruas kanannya mengandung string VV (yaitu bB) dan juga string VV (Ba) maka G bukan RG, dengan kata lain G adalah CFG(2).

4. Grammar G dengan P = {S ® aAb, B ® aB}.

Ruas kiri semua produksinya terdiri dari sebuah V maka G kemungkinan tipe CFG atau RG. Selanjutnya karena ruas kanannya mengandung string yang panjangnya lebih dari 2 (yaitu aAb) maka G bukan RG, dengan kata lain G adalah CFG.

5. Grammar G dengan P = {S ® aA, S ® aB, aAb ® aBCb}.

Ruas kirinya mengandung string yang panjangnya lebih dari 1 (yaitu aAb) maka G kemungkinan tipe CSG atau UG. Selanjutnya karena semua ruas kirinya lebih pendek atau sama dengan ruas kananya maka G adalah CSG.

6. Grammar G dengan P = {aS ® ab, SAc ® bc}.

Ruas kirinya mengandung string yang panjangnya lebih dari 1 maka G kemungkinan tipe CSG atau UG. Selanjutnya karena terdapat ruas kirinya yang lebih panjang daripada ruas kananya (yaitu SAc) maka G adalah UG.

0 komentar:

Poskan Komentar