DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

SALAF (IBNU HAMBAL DAN IBNU TAIMIYAH)

Senin, 03 Januari 2011
Ulama’ berbeda pendapat tentang definisi salaf. Berikut beberapa pendapat ulama’ tentang salaf:
1. Menurut Thablawi Mahmud Sa’ad, Salaf artinya Ulama’ terdahulu.
2. Menurut As-syahratsani ulama salaf adalah ulama yang tidak mengggunakan ta’wil dalam menafsirkan Ayat-ayat Mutasyabihat dan tidak mempunyai paham tasbih.
3. Menurut Mahmud As-Bisyibisyi salaf adalah sebagai sahabat, tabi’in dan tabi’in tabi’in dan dapat diketahui dari sikapnya yang menampik penafsiran yang mendalam mergerai sifat-sifat Allah yang mernyerupai segala sesuatu yang baru untuk menyucikan dan mengagumkannya.

Dibawah ini dijeslaskan beberapa ulama salaf dengan beberapa pemikirannya terutama yang berkaitan dengan persoalan-persoalan kalam.
1. Imam Ahmad Ibnu Hambal
pemikiran teori ibnu hambal
a. Tentang ayat-ayat mutashabihat
dalam memahami ayat-ayat Al Quran ibnu hambal lebih suka menerapkan pendekatan lafdzi (tekstual) dari pada pendekatan ta’wil terutama yang berkaitan dengan sifat-sifat Tuhan dan ayat-ayat Mutashabihat

b. Tentang status Al Quran
Ibnu Hambal berpendapat bahwa al-Quran bukan makhluk (al Quran tidak diciptakan). Pendapat ini bertertangan dengan dengan paham pemerintah waktu itu (dinasti abbasiyah).
Menurut pendapat saya yang dimaksud ulama salaf adalah para pemuka agama yang berpegang teguh pada al-Quran baik berpegang pada tekstualnya atau tafsirannya. Baik para pemuka dimasa dahulu ataupun dimasa kini.

0 komentar:

Poskan Komentar