DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

Menjadi Wirausaha Sukses,,,,,!! Go ....

Senin, 03 Januari 2011
BAB 1
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Berbicara tentang wirausaha maka tak akan lepas dari membicarakan kiat-kiat menuju kesuksesan berbisnis. Tetapi sebenarnya apakah yang dimaksud dengan sukses dan hebat yang sesungguhnya? Ternyata sesungguhnya kejayaan dan kehebatan terletak pada bagaimana kita mengamalkan ajaran Agama. Jadi cara kita meraih kehebatan dan kejayaan jalannya adalah dengan mengamalkan ajaran Agama secara sempurna. Contoh kejayaan yang hingga kini masih dapat dirasakan adalah kejayaan jaman Rasulullah saw dan para Sahabat.
Mereka sukses karena mengamalkan ajaran agama secara sempurna. Jika kita ingin hebat dan berjaya maka tanyakan pada diri kita apakah kita sudah mengamalkan ajaran agama secara sempurna? Apakah kita telah mengamalkan 5 rukun islam secara sempurna? Syahadat, Sholat, Puasa, Zakat dan Haji. Untuk melaksanakan 5 rukun islam maka ternyata kita membutuhkan modal. Mungkin hanya Syahadat yang tidak membutuhkan modal karena dengan diucapkan secara lisan dan dibenakan oleh hati bahwa Allah SWT adalah satu-satunya yang patut disembah dan nabi Muhammad saw adalah rasul utusan Allah SWT.
Tetapi bagaimana dengan Sholat, Puasa, Zakat dan Haji? Ternyata Sholat dengan berbaju indah, karena merupakah salah satu bentuk kebahagiaan kita ketika menghadap Sang Pencipta, merupakan bentuk menyempurnakan ibadah sholat kita. Jika kita memiliki modal uang maka kita dapat membukakan (menyediakan Iftor (makanan berbuka untuk yang sedang puasa)) dan pahala orang yang menyediakan makanan berbuka atau membukakan orang yang berpuasa sama dengan pahala orang yang berpuasa. Bagaimana dengan zakat? Kita wajib berzakat harta atau mal juga ketika harta kita telah mencapai nilai tertentu (nisab).Jadi zakat harta juga membutuhkan modal. Dan tentu saja dewasa ini ibadah haji dapat dilakukan jika telah memiliki uang sejumlah 30 sampai 40 Juta. Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan memiliki harta maka kita dapat beramal lebih dan berkesempatan mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT.
Memeberi gaji lebih baik dari menerima gaji. Bekerja pada seseorang menjadikan seseorang menjadikan tangannya di bawah walau gajinya 100 juta. Tetapi orang yang berusaha walau pendapatannya pas-pasan tetapi dia menjadikan tangannya di atas karena memberikan sesuatu pada orang lain. Maka dari itu sebagai orang yang beriman, kita juga harus membuka usaha dan mencontoh Rasullullah sebagai Khuswatun Khasanah sebagai suri teladan kita. Beliau menjadikan usaha Khodjijah sangat maju dan berkemabang karena sifat-sifat beliau yang harus kita teladani.
Jika telusuri sejarah maka contoh teladan panutan kita Rasulullah Saw merupakan contoh seorang pengusaha sukses dengan kelebihan sifat-sifat yang patut kita teladani.Beliau memiliki sifat Sidiq yaitu benar dan berpihak pada kebenaran dan jujur sehingga pembeli sangat percaya pada Rasulullah sehingga dagangannya selalu laku. Sifat beliau yang lainnya adalah Tabliq atau menyampaikan. Jika bahasa sekarang mungkin promosi. Dan promosi beliau bukan hanya dengan kata-kata tetapi lebih kepada perbuatan dan sikap beliau. Sifat istimewa beliau yang lainnya adalah Amanah. Baik amanah terhadap amanah yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad Saw ataupun amanah dari pembeli.
Fatonah adalah sifat mulia beliau yang lainnya yang patut kita contoh yaitu cerdas. Cerdas berbeda dengan pintar. Orang pintar belum tentu cerdas, tetapi orang cerdas pasti pintar. Orang cerdas bisa memanfaatkan orang pintar.contohnya pengusaha yang bisa memanfaatkan orang-orang pintar untuk memajukkan perusahaanya. Contoh cerdas di dalam berdagang adalah mengenali kondisi dan situasi. Bila musim dingin tiba maka yang kita jual adalah barang-barang kebutuhan musim dingin semisal jaket, baju panas selimut, kaos kaki dll. bukan barang-barang yang lain.
Kita sebagai orang yang beriman selalu mengatakan bahwa kita harus menaati perintah dan anjuran Rasulullah maka kita juga bisa berkreasi untuk mendapatkan keuntungan untuk dapat menjalanakan ajaran agama secara sempurna. Jadi kita bisa mengembangkan kreatifitas kita. Seperti contohnya bagi orang yang belum pernah melihat laut atau tinggal di dekat atau belum pernah melaut maka orang akan melihat ombak sebagai sesuatu yang menakutkan tetapi bagi orang yang bisa membaca maka bisa memanfaatkan ombak. Dia mempelajari dan dapat memanfaatkan dan bermain dengan ombak contohnya dengan berselancar sehingga mendapatkan keuntungan yang besar.
Untuk meraih keuntungan atau sukses maka Kita harus menjadi pelaku ekonomi. Orang yang menjadi pelaku ekonomi harus memulai dari kecil dan terus belajar hingga suatu saat akan menjadi besar akibat latihan-latihan atau praktik-praktik perdagangan yang kita lakukan.Seperti pemain bola yang terus berlatih hingga akhirnya menjadi mahir. Begitupun dengan berdagang, jika kita mau berlatih dan terus mempelajari maka akan menjadi hebat. Alasan kenapa kita harus berdagang adalah mengacu pada perkataan Rasul bahwa 9 dari 10 rezeki terletak pada perdagangan. Maka kita jangan takut sebagai orang yang beriman seperti contohnya ketika melihat ombak yang besar jangan malah takut tetapi kita mempelajarinya dan dapat memanfaatkannya sehingga dapat meraih keuntungan yang besar.
Memulai usaha diandaikan seperti orang bermain layangan. Pertama kali untuk menaikkannya sangat susah dan butuh kesungguhan serta kesabaran. Tetapi jika sudah naik tinggi maka kita tidak harus banyak berbuat sesuatu. Kita tinggal mengikatnya pada pohon maka dia akan naik sendiri tanpa kita harus bersusah-susah. Maka dalam berdagang kita juga harus memiliki niat yang kuat dan bersungguh-sungguh karena jika kita memulai dari kecil membutuhkan kesungguhan dan niat yang kuat hingga suatu saat akan menjadi besar.
Di lain sisi, jika kita sadari, potensi yang ada pada diri kita sangat besar. Contohnya ketika kita dikejar anjing maka kita bisa meloncat sangat tinggi melewati suatu rintangan yang mungkin dalam keadaan biasa kita tidak mampu untuk melewatinya. Hal tersebut berarti bahwa potensi yang ada pada diri kita tanpa kita sadari sangatlah luar biasa. Untuk dapat mengoptimalkan potensi kita yang ada maka kita membutuhkan ujian-ujian atau rintangan-rintangan hingga kita dapat melatih kekuatan kita yang terpendam dan tentu saja Kita harus minta kekuatan kepada Allah untuk dapat melakukan yang terbaik dan terdasyat. Dan Seberanya kita mampu dan memiliki kedahsyatan dalam diri untuk melakukan sebuah perdagangan dan kita juga harus melihat kenapa orang lain bisa dan kemudian kita baca sejarahnya serta belajar bagaimana mereka sukses.
Hal lain yang perlu kita lakukan adalah kita harus belajar pada orang-orang tersebut tetapi melakukan dengan cara lain. Jika kita mau belajar, berusaha dan melihat cara orang lain serta berdoa kepada Allah, maka niscaya kesuksesan akan kita miliki. karena jika kita berniat untuk mengejar kesuksesan dalam rangka menyempurnakan agama kita dan berniat mencontoh cara Rasulullah serta cara para Sahabat yang juga mencontoh cara yang di ajarakan Rasulullah. Maka bukan keniscayaan bahwa menjadi wirausaha adalah sebuah pilihan yang tepat untuk meraih kesuksesan karena mendorong kita untuk menjalankan ajaran agama secara sempurna. Dan orang yang terbaik adalah orang yang paling bermanfaat untuk orang lain.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana caranya kita bisa menjadi pelaku ekonomi yang memulai usaha dari kecil dan terus belajar hingga menjadi wirausaha yang sukses?












BAB II
PEMBAHASAN
Beberapa factor kritis untuk memulai usaha baru menurut Bygrave dalam (buchari alma, 2002:6)
1. Personal , menyangkut aspek aspek kepribadian seseorang
2. Sociological, menyangkut masalah hubungan dengan famili dan sebagainya.
3. Enveromental, menyangkut hubungan dengan lingkungan.
Model proses kewirausahaan
1. Proses inovasi
Beberapa faktor personal yang mendorong inovasi adalah : keinginan berprestasi , adanya sifat penasaran, keinginan menanggung resiko, faktor pendidikan dan faktor pengalaman. Adanya inovasi yaqng berasal dari diri seseorang akan mendorong dia mencari pemicu ke arah memulai usaha.
Faktor- faktor lingkungan yang mendorong inovasi adalah : adanya peluang, pengalaman dan kreativitas.
2. Proses pemicu
Faktor personal yang mendorong dalam artian memicu atau memaksa seseorang untuk terjun kedunia biasnis adalah
 Adanya ketidak puasan terhadap pekerjaan yang sekarang.
 Adanya PHK atau tidak ada pekerjaan lain
 Dorongan larena faktor usia
 Keberanian menanggung resiko.
 Komitmen atau minat yang tinggi terhadap bisnis.
Faktor-faktor lingkungan yang memndorong menjadi pemicu bisnis adalah :
 Adanya persaingan dalam dunia kehidupan
 Adanya sumber-sumber yang bisa dimanfaatkan
 Mengikuti latihan-latihan atau incubator bisnis
 Kebijakan pemerintah, misalnya ada nya kemudahan-kemudahan dalam lokasi berusaha ataupun fasilitas kredit, dan bimbingan usaha.
Faktor-faktor sociologikal yang menjadi pemicu serta pelaksanaan bisnis :
 Adanya hubungan- hubungan atau relasi dengan orang lain
 Adanya tim yang dapat diajak kerjasama dalam berusaha
 Adanya dorongan dari orang tua untuk membuka usaha
 Adanya bantuan keluarga dalam berbagai kemudahahn
 Adanya pengalaman-pengalaman dalam dunia bisnis sebelumnya
3. Proses pelaksanaan
Beberapa faktor personal yang mendorong pelaksanaan dari sebuah bisnis adalah sebagai berikut:
 Adanya seorang wirausaha yang telah siap mental secara total
 Adanya manager pelaksana sebagai tangan kanan, pembantu umum
 Adanya komitmen yang tinggi terhadap bisnis
 Adan adanya Visi, pandanyan yang jauh kedepan guna mencapai keberhasilan
4. Proses Pertumbuhan
Faktor pertumbuhan ini didorong oleh faktor organisasi antara lain :
 Adanya tim yang kompak dalam menjalankan usaha sehingga semua rencana dan pelaksanaan operasional berjalan produktif
 Adanya strategi yang mantap sebagai produk dari tim yang kompak
 Adanya struktur dan budaya orgainisasi yang mantap.
 Adanya produk yang dibanggakan, atau kualitas yang dimiliki.
Faktor lingkungan yang mendorong implementasi dan pertumbuhan bisnis adalah sebagai berikut :
 Adanya unsur persaingan yang cukuo menguntungkan. Dunia persaingan saat ini sangat kejam.
 Adanya konsumen dan pemasok barang yang kontinu
 Adanya bantuan dari pihak investor bank yang memberikan fasilitas keuangan
 Adanya sumber-sumber yang tersedia, yang masih bisa dimanfaatkan
 Adanya kebijakan pemerintah yang menunjangberupa peraturan bidang ekonomi yang menguntungkan.


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Memulai usaha diandaikan seperti orang bermain layangan. Pertama kali untuk menaikkannya sangat susah dan butuh kesungguhan serta kesabaran. Tetapi jika sudah naik tinggi maka kita tidak harus banyak berbuat sesuatu. Kita tinggal mengikatnya pada pohon maka dia akan naik sendiri tanpa kita harus bersusah-susah. Maka dalam berdagang kita juga harus memiliki niat yang kuat dan bersungguh-sungguh karena jika kita memulai dari kecil membutuhkan kesungguhan dan niat yang kuat hingga suatu saat akan menjadi besar.
Model proses kewirausahaa
1. Proses inovasi
2. Proses pemicu
3. Proses pelaksanaan
4. ProsesPertumbuhan






0 komentar:

Poskan Komentar