DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

MODEL SPIRAL PADA REKAYASA PERANGKAT LUNAK

Sabtu, 29 Januari 2011


BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Pada masa sekarang, rasanya hampir semua bidang kehidupan tersentuh penggunaan perangkat lunak atau software. Beberapa perangkat lunak mungkin sudah terbiasa kita gunakan atau kita lihat seperti perangkat lunak untuk perpustakaan, perangkat lunak untuk memainkan atau membuat musik, perangkat lunak untuk membantu kasir dalam penjualan barang, perangkat lunak untuk mengetik dokumen, dan lain-lain. Perangkat lunak ini merupakan hasil dari serangkaian proses atau kegiatan yang dikenal sebagai Rekayasa Perangkat Lunak.

Untuk memudahkan kita dalam proses Rekayasa perangkat lunak, dibutuhkan beberapa Model Proses dalam penyelesaiannya. Dengan model tersebut akan memudahkan kita dalam pengurutan tahapan-tahapan dalam merancang suatu program.

Diantara Model Proses tersebut ada yang berupa "bentuk spiral". Seperti namanya spiral, model ini didasari karena cara penyelesaiannya menggunakan metode spiral (berbentuk spiral).

  1. Rumusan Masalah

Berdasar latar belakang masalah tersebut dapat penulis tulis berbagai rumusan permasalahan sebagai berikut:

a)Tujuan dan hal-hal penting kaitannya dengan rekayasa perangkat lunak

b) Seperti apa Proses-proses yang ada dalam Rekayasa Perangkat Lunak yang dalam hal ini adalah Bentuk Spiral ?

BAB II

PEMBAHASAN

A. REKAYASA PERANGKAT LUNAK

1. Pengertian Rekayasa Perangkat Lunak

Istilah Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) secara umum disepakati sebagai terjemahan dari istilah Software Engineering (kegiatan rekayasa perangkat lunak). Istilah Software Engineering mulai dipopulerkan tahun 1968 pada Software Engineering Conference yang diselenggarakan oleh NATO. Sebagian orang mengartikan RPL hanya sebatas pada bagaimana membuat program komputer. Padahal ada perbedaan yang mendasar antara perangkat lunak (software) dan program komputer.

Perangkat lunak adalah seluruh perintah yang digunakan untuk memproses informasi. Perangkat lunak dapat berupa program atau prosedur. Program adalah kumpulan perintah yang dimengerti oleh komputer sedangkan prosedur adalah perintah yang dibutuhkan oleh pengguna dalam memproses informasi

Dengan demikian RPL dapat diartikan sebagai suatu disiplin ilmu yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak, mulai dari tahap awal yaitu analisa kebutuhan pengguna, menentukan spesifikasi dari kebutuhan pengguna, disain, pengkodean, pengujian sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan.

  1. Tujuan Rekayasa Perangkat Lunak

Dari Gambar tersebut dapat diartikan bahwa bidang rekayasa akan selalu berusaha menghasilkan output yang kinerjanya tinggi, biaya rendah dan waktu penyelesaian yang tepat. Secara lebih khusus kita dapat menyatakan tujuan RPL adalah :

a. Memperoleh biaya produksi perangkat lunak yang rendah.

b. Menghasilkan perangkat lunak yang kinerjanya tinggi, andal dan tepat waktu

c. Menghasilkan perangkat lunak yang dapat bekerja pada berbagai jenisplatform.

d. Menghasilkan perangkat lunak yang biaya perawatannya rendah.

  1. Ruang Lingkup RPL

Ruang lingkup rekayasa perangkat lunak dapat kita representasikan seperti berikut ini:

B. Model Proses Rekayasa Perangkat Lunak

  1. Proses Perangkat lunak

Proses perangkat lunak adalah sebuah kerangka kerja untuk membangun perangkat lunak yang berkualitas tinggi. Perhatikan gambar berikut (lapisan teknologi rekayasa perangkat lunak):

Dari Gambar tersebut dapat dilihat bahwa tujuan utama rekayasa perangkat lunak adalah pencapaian kualitas ( “Quality Focus”). Kualitas ini diterjemahkan ke dalam ukuran-ukuran (metrics), meliputi maintaiability (yaitu tingkat kemudahan perangkat lunak tersebut dalam mengakomodasi perubahan-perubahan), dependability (ketidakbergantungan perangkat lunak dengan elemen-elemen sistem lainnya atau sistem secara keseluruhan.Artinya kegagalan elemen lain tidak mempengaruhi performansi perangkat lunak), usability (yaitu atribut yang menunjukkan tingkat kemudahan pengoperasian perangkat lunak), dan efificientcy (menyangkut waktu eksekusi)

Proses : mendefinisikan kerangka kerja (frame work) , sehingga pembangunan perangkat lunak dapat dilakukan secara sistematis.

Metode : mendefinisikan bagaimana perangkat lunak dibangun, meliputi metode-metode yang digunakan dalam melakukan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi dan pengujian. Sebagai contoh : metode terstruktur, metode berorientasi objek, dan lain-lain.

Alat Bantu : perangkat yang bersifat otomatis maupun semi otomatis yang berfungsi mendukung tiap tahap pembangunan perangkat lunak. Contoh : CASE, CAD, dan lain-lain.

  1. Model Proses

Fungsi utama model proses pengembangan perangkat lunak adalah :

· menentukan tahap-tahap yang diperlukan untuk pengembangan perangkat lunak.

· menentukan urutan pelaksanaan dari tahap-tahap tersebut dalam rangka pengembangan perangkat lunak.

· menentukan kriteria transisi/perpindahan dari satu tahap ke tahap berikutnya.

Ada beberapa model proses pengembangan RPL seperti Model Linier Sekuensial, Model Prototyping dan Model Spiral.

Pada Kesempatan kali ini kami akan coba bahas mengenai model RPL yang berbentuk spiral.

  • BENTUK SPIRAL


Sesuai dengan namanya spiral, model ini menggunakan konsep yang di pakai pada spiral (seperti gambar diatas). Model ini sesuai untuk pengembangan proyek yang berskala besar, dengan memperhatikan pengaruh resiko dilihat dari segi finansial maupun keamanan (jiwa manusia).

Ada beberapa langkah dalam penyusunan model spiral ini. Seperti yang kita lihat pada gambar bahwa model tersebut dibagi atas empat kelompok atau tahap.

  • Menentukan Alternatif Dan Batasan Objektif

Pada tahapan ini dilakukan berbagai komunikasi antara pengguna dan pembuat program yang dalam hal ini kita sebut sebagai developer. Ini sangat perlu untuk dilakukan supaya ada kesesuaian yang maksimal antara user yang programer dalam hal keinginan dan kemauan sesama.

Selain untuk melakukan komunikasi, dalam tahapan ini juga dilakukan planning untuk penentuan tujuan, alternatif serta batasan sistim yang akan kita gunakan. Dilakukan juga penentuan kebutuhan awal dari program yang akan kita buat.

  • Evaluasi Identifikasi Alternatif Dan Pemecahan Resiko

Di tahapan ini dilakukan analisa terhadap resiko informasi yang telah kita dapat. Kemudian di identifikasi resiko tersebut dengan dicarikan penanganannya. Pada putaran spiral yang pertama menunjukkan bahwa analisa resiko yang dilakukan berdasarkan kebutuhan awal yang kita dapat dari observasi. Sedangkan pada putaran kedua sampai ke empat menunjukkan analisa resiko berdasarkan evaluasi yang kita dapat dari user.

  • Pengembangan Produk

Setelah dilakukan analisis resiko, identifikasi dan pemecahannya, maka selanjutnya harus dilakukan proses pengembangan produk. Hal yang dilakukan dalam tahap ini. mulai dari simulasi, validasi produk, rencana kebutuhan, desain produk hingga tes dan servis produk yang telah terbuat. Dilakukan juga tahap konstruksi.

Sampai pada akhirnya ini semua menjadi produk jadi. Kemudian dilakukan install dan persiapan dokumentasi.

  • Perencenaan Fase Berikutnya

Setelah produk tersebut selesai maka selanjutnya yang dilakukan adalah rencana pengembangan. Dilakukan juga penilaian hasil pengembanagn produk oleh user. Evaluasi juga harus dilakukan agar supaya produk yang kita buat bisa maksimal.

BAB III

PENUTUP

1. KESIMPULAN

Rekayasa perangkat lunak adalah suatu disiplin ilmu yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak, mulai dari tahap awal yaitu analisa kebutuhan pengguna, menentukan spesifikasi dari kebutuhan pengguna, disain, pengkodean, pengujian sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan.

Tujuan rekayasa perangkat lunak ini adalah :

a. Memperoleh biaya produksi perangkat lunak yang rendah.

b. Menghasilkan perangkat lunak yang kinerjanya tinggi, andal dan tepat waktu

c. Menghasilkan perangkat lunak yang dapat bekerja pada berbagai jenisplatform.

d. Menghasilkan perangkat lunak yang biaya perawatannya rendah.

Dalam implementasinya RPL menggunakan beberapa model dalam penyelesaiannya. Diantaranya dengan Model Spiral. Ada beberapa tahapan dalan metode spiral seperti yang terlihat dalam gambar yaitu:

ü Menentukan Alternatif Dan Batasan Objektif

ü Evaluasi Identifikasi Alternatif Dan Pemecahan Resiko

ü Pengembangan Produk

ü Perencenaan Fase Berikutnya

0 komentar:

Poskan Komentar