DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

ANALISA TENTANG DASAR PENDIDIKAN DALAM ISLAM

Sabtu, 05 Februari 2011

BAB I

PENDAHULUAN

Dalam pemenuhan kebutuhan, baik kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani tentulah harus berada pada menu yang seimbang (balance). Kebutuhan jasmani saja belumlah cukup tampa diimbangi pemenuhan kebutuhan rohani. Kebutuhan rohani bagi manusia dalam kehidupannya sangat penting karena tiada terpenuhinya kebutuhan rohani itu akan menimbulkan gejolak atau kegelisahan batin. Salah satu usaha untuk memenuhi kebutuhan rohani adalah agama (religi). Dengan agama akan dapat mengimbangi aurosal (gejolak) manusia untuk tepenuhinya kebutuhan jasmani yang cenderung selalu menuntut untuk dipenuhi. Dengan hal tersebut masing-masing kebutuhan dapat sama-sama terpenuhi sehingga tercipta ketenangan batin yang didambakan.

Bagi umat Islam agama merupakan fundamental utama dalam mendidik generasi-generasi melalui media pendidikan yaitu dengan menanamkan nilai-nilai subtansial agama yang tentunya sangat membantu terbentuknya sikap dan karakteristik kepribadian mereka kelak. Dengan demikian dapat di interpretasikan bahwa pendidikan Islam adalah usaha yang diarahkan kepada pembentukan kepribadian, pendewasaan berfikir dan bertindak yang dibarengi dengan tanggung jawab yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.

Islam memandang pendidikan adalah pemberi corak hitam putihnya perjalanan hidup seseorang, oleh sebab itu Islam menetapkan bahwa pendidikan merupakan kegiatan hidup (action in life) yang wajib hukumnya tanpa batasan untuk memeperolehnya serta berlaku seumur hidup (long life education). Kedudukan pendidikan secara tidak langsung telah menempatkan sebagai integritas dengan hidup dan kehidupan manusia. Fungsi pendidikan adalah sebagai salah satu kebutuhan hidup (a necessity of life), fungsi social (social function), bimbingan (as direction), sarana pertumbuhan (asgrowth), yang mempersiapka dan membukakan serta membentuk disiplin hidup[1], tranmisi baik dalam bentuk informasi, formal maupun non formal.

BAB II

PEMBAHASAN

Analisa Dasar-Dasar Pendidikan Islam

Sebagai aktivitas yang bergerak dalam bidang kepribadian dan pembinaan kepribadian, tentunya pendidikan Islam memerlukan landasan kerja untuk memberi arah bagi programnya. Sebab dengan adanya dasar juga berfungsi sebagai referensi semua peratuaran yang akan di ciptakan sebagai pegangan langkah pelakssanaan dan sebagai jalur langkah yang menentukan arah jalur tersebut.

Dasar pelaksanaan pendidikan Islam terutama adalah Al-Quran dan Hadis. Dalam Al-Quran surat Asy-Syura, Ayat 52:

وكذلك اوحينااليك روح من امرنا ما كنت تجري ما الكتابُ ولا الايمان ولكن جعلناه نورا نهدي به من نشآء من عبادنا وانّك لتهدي الى صراط مستقيم

Artinya: Dan demkian kami wahyukan kepadamu wahyu (Al-Quran ) dengan perintah kami. Sebelumnya kamu tidak mengetahui apakah al kitab (Al-Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu., tetapi kami jadikan Al-Quran itu cahaya yang kami beri petunjuk dengan dia siapa yang kami kehenadaki diantara hamba-hamba kami. Dan sesunggauhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang benar.

Juga tertuang dalam sebuah Hadist Nabi Muhammad SAW. yang artinya:

“sesungguhnya orang mukmin yang dicintai oleh Allah ialah orang yang senantiasa tegak taat kepada-Nya dan memberikan nasehat kepada hamba-hamba-Nya, sempurna akal pikirannya, serta menasehati pula akan dirinya sendiri, menaruh perhatian serta mengamalkan ajaran-Nya, maka beruntunglah ia dan memperoleh kemenangan ia” (Al-Gazali, Ihya’ aulumuddin hal. 90).

Dari ayat Al-Quran dan Hadist Nabi tersebut dapat ditarik garis relevasinya dengan atau sebagai dasar pendidikan agama, mengingat bahwa:

  1. A-Quran diturunkan kepada umat manusia guna memberi petunjuk kejalan yasng lurus dalam artian memberi bimbingan menuju jalan yang diridhai oleh Allah SWT.
  2. Menurut Hadist Nabi; diantara sifat-sifat orang mukmin ialah saling menasehati untuk mengamalkan ajaran Allah yang dapat diformolasikan dalam bentuk pendidikan Islam
  3. Al-Quran dan Hadist tersebut mejelaskan bahwa Nabi Muhammad adalah benar-benar pemberi petunjuk (missionaris) kepada jalan yang lurus, beliau mengintruksikan kepada umatnya agar saling memeberi petunjuk, memeberikan bimbingan dan penyuluhan serta pendidikan Islam.

Secara formalitas pendidikan di Indonesia memiliki landasan yang sangat kuat yaitu pancasila yang merupakan dasar atau kometment setiap aspek tingkah laku dan kegiatan bangsa Indonesia, dengan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila yang pertama, berarti negara menjamin setiap warga Negara untuk memeluk, beribadah serta menjalankan aktivitas yang berhubungan dengan pengembangan agama termasuk melaksanakan pendidikasn agama. Disamping itu mengingat bahwa tiap-tiap sila merupakan satu kesatuan (integritas) yang utuh, berarti sila-sila tersebut dijiwai oleh sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

Dr. Ruslan Abdul Gani menjelaskan tentang hubungan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dengan demokrasi beliau mengataka bahwa:

“ demokrasi dalam pancasila buka sekedar demokrasi dalam arti kata yang seformal-formalnya tanpa moral dan tanpa tujuan. Demokrasi dalam pancasila adalah demokrasi yang berketuhanan Yang Maha Esa, sebab demokrasi yang tak berketuhanan Yang Maha Esa akan kehilangan dasar moral yang bersumber pada watak religius bangsa Indonesia”[2]

Dengan demikian secara konstitusional pancasila dengan totoalitas sila-silanya merupaikan landasan terlaksananya usaha pendidikan,bimbingan dan penyuluhan agama (Islam), karena mempersemikan dan membina ajaran Islam mendapat lindungan konstitusi pancasila, demikian pula UUD 45 memberikan payung konstitusional bagi pelaksanaan pendidikan Islam yaitu tercantum dalan Bab XI pasal 29 ayat 1 dan 2, UUD 45.

Dalam sebuah buku “ Dasar-Dasar Pokok Pendididkan Islam “ karya prof. Dr. Moh. Athiyah al-Abrasyi, disebutkam bahwa pendidikan agama adalah untuk mendidik akhlak dan jiwa mereka, menanamkan rasa fadilah (keutamaan), memebiasakan mereka dengan kesopanan yang tinggi, mempersiapkan mereka untuk suatu kehidupan yang suci seluruhnya ikhlas dan jujur.

Bagi umat Islam maka dasar agama Islam merupakan fondasi utama dari keharusan berlangsungnya pendidikan. Karena ajaran (Syariat) Islam bersifat universal yang mengandung aturan-aturan yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dalam hubungan (interaksi) dengan khalik-Nya yang diatur dalam aspek ubudiyah juga dalam hubungan dengan sesamanya yang diatur dalam muamalah maupun juga hubungan dengan lingkungan (miliu).

Urutan (succively) prioritas pendidikan Islam dalam upaya pembentukan kepribadian (karakteristik) muslim, sebagaimana diilustrasikan secara estetik dalam Al-Quran surat Lukman yang berbunyi:

  1. pendidikan keimanan (faithful) kepada Allah SWT.

واذ قال لقمن لابنه وهو يعظه يبني لا تشرك بالله انّ الشرك لظلم عظيم

Artinya: dan ingatlah ketika lukman berkata kepada anaknya diwaktu

ia memberi pelajaran kepadanya “Hai anakku, janganlah kamu

mempersekutukan Allah,sesungguhnya mempersekutukan Allah

adalah benar-benar kezaliman yang besar.

Pendidikan yang pertama dan utama adalah pembentukan dan penanaman keyakinan (iman, aqidah) kepada Allah dengan harapan dapat melandasi sekaligus membentengi sika, tingkah laku, dan kepribadian anak didik.

  1. pendidikan Akhlaqul Karimah (moralitas)

Siring dengan usaha membentuk dasar keyakinan atau keimanan maka usaha membentuk akhlaqul karimah sangat diperlukan. Sebab akhlak mulia merupakan modal dalam interaktif social seseorang di masyarakat.

Akhlak termasuk diantara makna terpenting dalam hidup ini. Ratingnya berada sesudah keimanan. Akhlak tidak terbatas pada pengaturan interaktif sosial saja, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan segala yang terdapat dalam wujud dan kehidupan ini, malah melampai dari itu semua yaitu mengatur hubungan seorang hamba dengan tuhannya. Sebagaimana tersirat dalam surat Luqman sebagai berikut:

Luqman ayat 14, Allah SWT berfirman:

ووصينا الانسان بوالديه حملته امّه وهنا على وهنٍ وقصاله فى عامين

ان اشكرلى ولوالديك اليّ المصير

Artinya: dan kami perintahkan kepada manusia berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya yang mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Kulah kembalimu.

Luqman ayat 18, Allah SWT berfirman:

ولا تصعّر خدّك للناسس ولا تمش فى الارض مرحاً انّ الله لا يحبّ كلّ مختال فخورٍ

Artinya: dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan dimuka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri

Luqman ayat 19, Allah SWT berfirman:

واقصد فى مشيك واغضض من صوتك انّ انكر الاصوات لصوت الحمير

Artinya: dan bersahajalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

Dalam relevansinya dengan peran orang tua untuk mendidik anak-anaknya Nabi Muhammad pernah bersabda:

“Akan lebih baik bagi seorang laki-laki (orang tua) yang mengajarkan adab (budi pekerti) kepada anak-anaknya dibanding dengan bersedekah satu sha’ (HR. jubir bin samurah)

  1. pendidikan Ibadah (religion)

Ibadah tidak hanya mencakup sesembahan namun juga relevansinya dengan kontekstual tingkah laku manusia dalam kehidupan. Yang paling beradab dari segi pandangan spiritual ibadah adalah mereka yang mematuhi secara intim kehendak (perintah) Allah disemua perbuatan mereka.

Islam memberikan aturan-aturan dan warning (tata tertib) secara universal (kaffah) baik aspek material maupun spiritual sebagai upaya manifestasi rasa syukur sebagai hamba terhadap sang khaliknya. Kewajiban spiritual memiliki corak nilai kepentingan tegantung dari tujuan dan mutif yang mengatur perbuatan seseorang pada kewajiban-kewajiban itu.

Firman Allah SWT. Surat Luqman ayat 17:

يبنيّ اقم الصلاة وأمر بالمعروف وانه عن المنكر واصبر علا ما اصابك

انّ ذلك من عزم الامور

Artinya: “anakku dirikanlah shalat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikiaan itu termasuk hal-hal yang diwajibkan Allah.

Sebagai puncak dari kehidupan beribadah dan yang menentukan sekali harkat dan martabat kehidupan manusia di dunia maupun akhirat adalah takwa (takut berbut salah kepada Allah).

Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 21:

ياايّها الناس اعبدوا ربّكم الذي خلقكم والذين من قبلكم لعلّكم تتّقون

Artinya : wahai manusia berbaktilah kamu kepada tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu, mudah-mudahan engkau menjadi orang yang bertakwa

Takwa mampu menanamkan dan menumbuhkan sifat-sifat terpuji kedalam diri seseorang yang berpengaruh (influential) besar dalam kehidupan manusia seperti halnya menempati janji, menegakkan keadilan, pemaaf, istiqamah, tidak memiliki rada takut mengahadapi liku-liku hidup

Orang yang bertakwa dalam bentuk insanul kamil masih perlu mendapat pendidikan dalam rangka mengembangkan dan menyempurnakan meskipun pendidikan oleh diri sendiri (kesadara spritual) bukan pendidikan secara formalitas. Sebab yang dipikirkan adalah tujun hidup setelah mati. Mati dalam keadaan beserah diri kepada Allah merupakan ujung dari takwa sebagai akhir dari proses hidup jelas berisi proses pendidikan.

QS Ali Imran 102:

يا ايهالذين امنوا اتقواالله حق تقاته ولاتموتن الا وانتم مسلمون

Artinya: Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah sebenar-benarnya takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu sekali-kali mati melainkan dalam keadaan beragama islam

Dengan demikian jelaslah bahwa pendidikan agama islam sangat sinergis sekali terhadap semua aspek kehidupan utamanya dalam pembentukan insanul kamil menuju kesejahteraan, ketentraman dunia akhirat sebagai dambaan dan cita-cita terbesar dalam hidup ini.

Penutup:

Dari uraian diatas kita dapat menganaliasa dan mengkaji bahwa:

v Pendidikan agama Islam berlaku selama hidup untuk menumbuhkan memupuk, mengembangkan, memelihara serta mempertahankan tujuan pendidikan

v Agama merupakan fundamental utama dalam mendidik generasi-generasi yaitu dengan menanamkan nilai-nilai subtansial agama yang tentunya sangat membantu terbentuknya pola sikap dan karakteristik kepribadian mereka

v Selain Al-Quran dan Hadist (sunnah) dasar formal pendidikan Islam adalah pancasila yang merupakan dasar yang disepakati atau kometment setiap aspek tingkah laku dan kegiatan bangsa Indonesia dengan dasar Ketuhanan Yang Maha Esa.

v Prioritas pendidikan Islam yang utama dalam upaya pembentukan kepribadian (karakteristik) muslim adalah

1. pendidikan keimanan (faithful)

  1. pendidikan Akhlaqul Karimah (moralitas)
  2. pendidikan Ibadah (religion)

v Pendidikan Islam bersifat toritis dan praktis .pendidikan merupakan pendidikan iman dan amal yang berisi ajaran tentang sikap dan tingkah laku pribadi sosial.

v Pendidikan Islam bermuara pada tujuan membentuk insanul kamil yang husnul khatimah yang tidak akan mati kecuali dalam keadaan muslim (selamat sejahtera)



[1] Jhon Dewey, demokrasi And Education, Newyork,The Free Press,1966, hal.1-54

[2] Dr. Ruslan Abdul Gani, Resapkan Dan Amalkan Pancasila,Jakarta pen. Prapanca, 1963, hal.136.

0 komentar:

Poskan Komentar