DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

Pentingnya Etika Dalam Kehidupan

Senin, 28 Februari 2011

BAB I

PENDAHULUAN

1.A. Latar Belakang

Kami telah sepakat megabil judul makalah ini yaitu”Pentingnya Etika Dalam Kehidupan”

Karena kmi menganggap sifat dalam jiwa manusia itu kosong dan menerima segala bentuk etika karena itulah pendidikan moral sangatlah penting. Tanpa pendidikan moral, akhlak _akhlak terpuji dan mulia tidak akan menjadi bagian yag menyatu dengan kepribadian seseorang, tanpa pendidikan moral, seseorang aka terbiasa dengan akhlak_akhlak tercela yang didukung oleh nafsu selaras dan sejiwa dengan sahwatnya.

Pendidika moral tidak bisa di anggap mudah, dianak tirikan atau diremehkan dengan alasan bahwa manusia adalah makhluk yang berakal atau dengan alasan bahwa manusia secara alami akan mencari da menuju kepada akhlak yang terpuji.kedua alasan tersebut adalah salah, berbahaya, dan membawa kegagalan dan kehancuran moral karena suatu etika dapat diperoleh dengan latiha yang berkelanjutan atau pengaruh dari etika umum suatu masyarakat.dan kami terigat pada sebuah hadits Rasulullah SAW. Yang artinya”saya diutus kedunia hanya utuk menyempurnakan akhlak-akhlak terpuji”.

1.B. Rumusan Masalah

Berdasarkan hal-hal yag telah dikaji diatas maka penulis merumuskan sebagai berikut.

“bagaimana mempelajari dan mengaplikasikan etika dalam kehidupan sehari-hari”

1.C. Tujuan

Sesuai dengan masalah diatas maka tujuan pembahasan ini adalah supaya pembaca tetap dengan semua nilai dan norma etikanya. Maksudnya adalah sebagai proses pewarisan nilai-nilai yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Semua nilai yang dijunjung tinggi diberikan atau di ajarkan pada tiap individu yagb menjadi anggota dalam masyarakat tersebut. Hal ini sebagai usaha untuk melestarikan dan menjaga masyarakat tersebut agar tidak sampai hancur oleh nilai-nilai asing yag tidak sesuai dengan nilai-nilai umum yang berlaku dalam masyarakat. Usaha pelestarian ini sebagai jalan untuk mengamankan masyarakat agar tumbuh dan berkembang sesuai dengan aturan-aturan dan norma-norma, adat istiadat, anggapan-anggapan, atau pendidikan yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Dengan kata lain, proses etika dosini sebagai usaha untuk mengamankan, mempertahankan, dan mencapai tujuan masyarakat yang bersangkutan.

Dengan nilai, norma, serta peran yag dimiliki individu ia mampu hidup dalam masyarakat. Dengan kata lainaa, nilai-nilai etika yang berada dalam masyarakat dapat memberikan individu untuk mampu berintraksi dengan baik dalam masyarakat dimana ia berada dan mampu mengintegrasikan dengan masyarakat.Atau dapat dirumuskan sebagai fungsi integratif. Fungsi dapat di jelaskan sebagai berikut.kita mengetahui bahwa roses etika merupakan proses seorang individu mendapatkan pembentukan sikap untuk dapat berperilaku yang sesuai dengan kelakuan kelompknya, sehingga dengan demikian seorang individu tadi akan mempelajari pola-pola yang berlaku dalam masyarakat. Caranya dengan mengadakan intraksi dengan orang-orng yang ada disekitarnya baik dengan orang tuanya,saudara-saudaranya,atau kah dengan keluarganya secara kesuluruhan.Selanjutnya ia juga akan berintraksi dengan kelompok yang lebih besar, yaitu tetangga-tetangganya, lingkungannya atau kelompok masyarakat yang ada disekitarnya .dengan mempelajari pola-pola prilaku dalam masyarakat . baik itu dari orang tuanya, tetangganya , dan masyarakatnya (sukunya), ia akan mendapatkan gambaran-gambaran tentang sesuatu yang dianggap paling baik dan paling benar. hal yang baik dan benar itu terdiri dari nilai norma anggapan-anggapan, aturan-aturan, adat istiadat atau pendirian-pendirian etika yang berlaku dalam masyarakatnya kesemuanya itu akan menjadi patokan yang akan memberikan arah kehidupannya dalam intraksi dengan lingkungan dan masyarakat secara baik dan benar.

BAB II

PENGERTIAN

II.A. Pengertian Etika

Menurut kamus besar bahasa Indonesia cetakan ketiga 1994 etika adalah :

  1. ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak)
  2. Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.
  3. Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.

Sedangkan menurut istilah adalah tiang penopang utama bagi orang berakal, dan mahkota hiasan bagi orang yang bukan keturunan bangsawan,. Orang yang berakal cerdas tettap membutuhkan etika. Karena dengan eika itulah kecerdasannya menjadi bernilai dan indah. Bagaikan tanah subur yang tetap membutuhka air karena denganair itulah ia berproduktif selain pengertian etika diatas juga terdapat berbagai pendapat mengenai pentingnya etika yaitu:

1. Azdasyir

dia berpendapat salah satu bukti keutamaan etika diatas adalah a dipuji oleh semua orang dan menjadi mahkota dimanapun ia berada dan dikenang sepanjang masa.

2. Mahbud

Dia berkata"ilmuwan yang tidak mempunyai etika bagaikan gedung yang hancur porak-poranda semakin tinggi bangunannya semakin menakutkan. Dan bagaikan sungai yang kering, semakin lebar dan dalm sungai itu semakin menyeramkan. Dan bagaikan tanah subur yang tidak dimamfaatkan semakin lama ditinggalkan semakin banyak dan tinggi ilalangnya dan menjadi sarang binatang melata".

3. Ibnu Al-Muafa'

Beliau berkata bahwa kebutuhan kita kepada etika yang merupakan sebab prokduktifitas akal yang lebih beras dari pada kebutuhan kita kepada makanan dan minuman yang merupakan sebab prokduktifitas pancaindra kita benih biji yang ditanam ditanah tidak akan tumbuh dan berbunga tanpa disirami dengan air.

2. Seorang ahli hikmah berkata

Etika adalah gambaran akal, maka gambarlah akal anda menurut kehendak anda. "ahli hikmah yang lain berkata, " akal tanpa etika bagaikan pohon yang tidak berbuah, dan akal yang beretika bagaikan pohon yang berbuah ".

3. Al-Ashmu'I r.a. bersyair

"sekalipun akal itu nikmat yang diperoleh sejak lahir, tetapi orang berakal membutuhkan etika. Akal dan etika bagaikan tanah yang disirami air, dengan airlah tumbuh-tumuhan berunga".

Banyak sekali ulama' memberikan difinisi etika / akhlak. menurut sudut pandang masing-masing, tetapi disini cukplah kiranya bagi kita mengambil satu difinisi saja, seperti yang dikemukakan oleh Imam Ghazali r.a. dalam kitab Ihya' Ulumuddien Juz:03, yaitu" akhlak /etika ialah sifat yang tertanam kuat didalam jiwa manusia, yang dari sifat tersebut timbul perbuatan dan gerak gerik lahiriyah dengan mudah, tanpa memerlukan pertimbangan, pikiran terlebih dahulu".

II.B. Pembagian Etika

Menurut sudut kerasionalannya etika terbagi menjadi dua bentuk yaitu :

II.B.A. Etika Adaftif

Etika Adaftif adalah seperangkat norma-norma hidup bermasyarakat yang dibuat dan disepakati oleh suatu masyarakat. norma-norma hidup bermasyarakat ini disebut etika Adaftif karena individu-individu masyarakat tersebut berpegang teguh dengannya dalam rangka menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya.

Angggota-anggota suatu masyarakat mematuhi etika ini secara taklid. Etika ini tidak ada dasar kerasionalannya, seperti kesepakatan dan kebiasaan suatu masyarakat dalam berbicara dan berpakaian. Anggota suatu masyarakat yang keluar dari dari norma-norma yang disepakati dan kebiasaan yang berlaku dilingkungannya dinilai oleh masyarakat sebagai orang yang tidak beretika dan layak dicaci. Hal ini karena keluar dari suatu kebiasaan dan meninggalkan tradisi yang ada menurut pertimbangan akal adalah sikap yang tidak baik, selama sikap melawan arus itu tidak ada dasar kerasionalnnya.

Menurut hokum akal bisa saja tradisi yang diterima oleh suatu masyarakat adalah tradisi yang trankonduktif dengan tradisi yang ada dan sudah mereka terima itu. Tetapi karena yang berlaku adalah tradisi yang ada, maka mereka menilai tradisi yang ada sebagai sikap yang baik, sedang tradisi yang kontradiktif dengannya sebagai sikap yang buruk, dengan demikian tradisi yangf ada ditinjau dari aspek rasionalitasnya punya sisi kekuatan dan sisi kelemahan.

Sisi kekuatannya adalah mengikuti tradisi yang ada adalah wajib menurut akal, karena yang tidak mengikutinya dicela oleh masyarakat. sedangkan sisi kelemahannya adalah bisa saja menurut akal yang berlaku bukan tradisi yang ada, tetapi tradisi yang kontradiktif dengannya. (contoh "tradisi yang ada ialah memberi dan menerima dengan tangan kanan adalah suatu sikap terhormat bagi masyarakat Indonesia, tradisi inilah yang berlaku pada mereka, sedangkan "tradisi kontradiktifnya, yaitu memberi dan menerima dengan tangan kiri, tidak berlaku bagi mereka. Mrenurut akal, tradisi yang ada dan tradisi kontradiktifnya memiliki peluang yang sama besarnya untuk menjadi tradisi yang berlaku pada suatu masyarakat. karena kaduanya tidak punya dasar rasionalitas. Buktinya "tradisi kontradiktifnya"lah yang menjadi tradisi yang berlaku bagi masyarakat mesir, menurut mereka memberi dan menerima dentan tangan kiri adalah sesuatu sikap terhormat).

II.B.B. Etika Korektif Dan Konstruktif

Etika Korektif Dan Konsruktif adalah seperangkat norma-norma hidup bermasyarakat yang mempunyai dasar rasionalitas. Yang masyarakat manusia tidak berbeda pendapat mengenai sisi kebaikan dan keburukannya. Allah Berfirman yang Artinya:

"maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketakwaannya". (Al-Syams :91:8).

Ibnu Abbas r.a. dalam menafsirkan ayat ini berkata, "Allah telah menerang kepada jiwa manusia sifat-sifat terpuji dan baik yang harus dilaksanakannya, dan sifat-sifat tercela dan buruk yang harus dijauhi dan ditinggalkannya".

BAB III

PENUTUP

III.A. Kesimpulan

Dari berbagai difinisi diatas dapat kami simpulkan bahwa sanya Etika merupakan sebuah kunci untuk menjadi orang yang disegani oleh masyarakat dan menjadi orang yang mulya disisi Allah dan mempunyai keistimewaan dimata masyarakat.

III.B. Saran

1. Kemulyaan seseorang tergantung pada kepribadian orang itu sendiri (mempunyai etika yang baik)

2. menanamkan sikap-sikap yang baik dilingkungan masyarakat agar tercipta lingkungan yang beretika.

III.C. Daftar Pustaka

  • K.H.Moh. Idris Jauhari.1988.Adab Sopan Santun.Al-amien Prenduan.
  • Tika Papundu,dkk.2008.Ilmu Pengetahuan Sosial Sosiologi 1 SMA/MA.Jakarta:Bumi Aksara.
  • Muhammad Bin Muhammad Al-Ghazali.Ihya' Ulumuddin.Surabaya:Al-Hidayah,H
  • Abu Al Hasan Ali Bashri Al Mawardi.2002.Etikaku Mahkotaku.Kota Cengkareng Jakarta Barar

0 komentar:

Poskan Komentar