DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

ASAL USUL KEMUNCULAN MU’TAZILAH

Senin, 28 Februari 2011

Secara Harfiyah kata mu’tazilah berasal dari kata I’tazala yang berarti berpisah / memisahkan, menjauh dan menjauhkan diri sedangkan secara istilah mu’tazilah dibagi 2 golongan

1. Disebut mu’tazilah I yang muncul sebagai respon politik murni yakni sebagai kaum netral politik dan disebut kaum mu’tazilah karena menjauhkan diri dari pertikaian masalah Khalifah

2. Mu’tazilah II sebagai respon persoalan teologis yang berkembang dikalangan khawarij dan murjiah yang diakibatkan adanya peristiwa takhkim, golongan ini muncul karena perbedaan pendapat dengan kaum khawarij dan murjiah.

Lima dasar teologis Mu’tazilah

1. At Tauhid (pengesaan Tuhan)

Yaitu merupakan prinsip utama dan inti sari ajran Mu’tazilah, bagi mu’tazilah, bagi mu’tazilah tauhid memiliki arti yang spesifik yakni tuhan harus disucikan dari segala sesuatu yang dapat mengurangi arit kemaha esaannya sebab jika ada yang esa selain tuhan dan ada yang qodim lebih dari satu maka akan terjadi Ta’addun Al Quduma’ dan mu’tazilah menolak konsep tuhan memiliki sifat-sifat tuhan dapat melihat, mendengar, mengetahui dan sebagainya itu bakan termasuk sifat tuhan tapi zdat tuhan itu sendiri dan esensi tuhan bukan sifat yang menempel pada tuhan dan mu’tazilah juga berpendapat bahwa Al – Qur’an itu baru.

Mu’tazilah menolak antromor fisik bukan semata atas pertimbangan akal tetapi rujukan yang sangat kuat dari Al-Qur’an. Mereka tidak dapat dibantah telah dapat pengaruh filsafat yunani, tapi tidak dapat menjadikan mereka sebagai pengikut halenisme.

Dan untuk menegaskan penelaan antro pomorfisme mu’tazilah memberi takwil terhadap ayat-ayat yang secara lahir menggambarkan kejisiman tahan, misalkan tangan diartikan kekuasaanm dan nikmat, wajah diartikan esensi dan dzat tuhan sedangkan al arzy, kekuasaan tuhan.

2. Al Adl

Tuhan maha adil, dan adil ini merupakan sifat yang paling gamblang untuk menunjukkan kesempurnaan tuhan, tuhan maha sempurna sudah pasti adil. Alam ini diciptakan untuk kepentingan manusia tuhan diciptakan untuk kepentingan manusia tuhan di katakan adil apabila bertindah hanya yang baik bukan yang tidak baik dan tidak melanggar janji, jadi tuhan itu berkait dengan janji-janjinya.

Ajaran ini berkaitan erat dengan beberapa hal

a. Perbuatan manusia, manusia bebas untuk menentukan pilihan

b. Berbuat baik dan yang terbaik, yaitu kewajiban tuhan untuk berbuat baik dan terbaik

c. Mengutus rosul kepada manusia merupakan kewajiban tuhan karena.

1. tuhan wajib berlaku baik bagi manusia yang mengutus rosul pada mereka.

2. Al-Qur’an secara tegas menyatakan kewajiban tuhan untuk memberikan belas kasih kepada manusia.

3. tujuan diciptakannya manusia untuk beribadah kepada-Nya

3. Al-Wa’d Waal Wa’id

Janji dan ancaman, yaitu tuhan maha adil dan maha bijaksana, tapi perbuatan tuhan terikat pada janjinya memberi pahala syurga. Bagi yang berbuat baik dan siksa neraka bagi yang durhaka.

4. Al-Manzilah Bil Manzilain

Ajaran ini terkenal dengan status orang beriman yang melakukan dosa besar, tetap beriman atau kafir seperti tanggapan kaum khawarij dan murji’ah yang berpendapat bahwa orang beriman yang melakukan dosa besar tetap beriman dan dosanya diserahkan kepada tuhan, menurut kaum khawarij, sedangkan menurut kaum murjiah dihukumi kafir.

Adapun menurut pendiri mu’tazilah (Wasil bin Ata) orang tersebut ada diantara 2 posisi yaitu dikatakan fasik karena keimanan menuntut adanya kepatuhan melainkan kedurhakaan, dan tidak dikatakan kafir karena ia masih percaya pada tuhan, rasuk dan melakukan pekerjaan yang baik, apabila ia meninggal sebelum bertobat ia dimasukkan ke nerakadan kekal didalamnya. Sedangkan orang fasik masuk neraka juga tapi siksanya lebih ringan.

5. Al-Amir Bi Al-Ma’ruf Wa An Nahy An Munkar

Keberpihakan pada kebenaran dan kebaikan merupakan konskuensio logis keimanan seseorang, dan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi orang mukmin.

1. Mengetahui perbuatan itu memang ma’ruf dan mungkar

2. kemungkaran telah nyata dilakukan manusia

3. ma’ruf dan mungkar tidak membawa mudharat yang besar

4. tindakannya tidak akan membahayakan diri dan hartanya.

Jadi, perbedaan madzhab mu’tazilah dengan lainnya terletak pada tatanan pelaksanaannya

TANGGAPAN

Saya tidak setuju dengan tanggapan teologi mu’tazilah

Alasannya : karena !!!

1. Maha mengetahui, maha melihat dan lain sebagainya itu merupakan sifat-sifat bagi tuhan seperti yang ada dalam sifat wajib bagi tuahn yang dua pilihan

2. Tuhan tak terikat pada janjinya, karena dia tidak sama dengan manusia yang selalu terikat pada janji, dan dia tidak akn pernah melanggar janjinya,dan alam di ciptakan bukan untuk kepentingan manusia, tetapi memang tuhan sudah berkehendak untuk menciptakan alam.

3. tuhan tidak di batasi dengan janjinya karena, jika allah berkehendak memasukkan orang itu ke surga maka dia akan masuk ke surga dan bila ber kehendak masuk ke neraka maka akan pasti masuk ke neraka karena memang sudah tertulis dalam lawhim mahfud.

0 komentar:

Poskan Komentar