DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

Pola Pengembangan Karir Bidan

Sabtu, 19 Februari 2011

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam dunia kebidanan kata akan banyak mengenal pola-pola pengembangan karir bidan yang antara lain karir fungsional dan karir structural, yang dalam prinsip pengembangan karir bidan tersebut di kaitkan dengan peran bidan, fungsi bidan serta tanggung jawab seorang bidan itu sendiri.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimanakah pola pengembangan karir bidan?

2. Apa sajakah peran bidan dalam profesinya?

3. Berdasarkan peran bidan apa fungsi dan tanggung jawab bidan?

1.3 Tujuan

  1. Menjelaskan tentang pola pengebangan karir bidan
  2. Menjelaskan tentang macam-macam peran bidan dalam profesinya
  3. Menjenlaskan tentang fungsi dan tanggung jawab bidan

BAB II

2.1. Pola Pengembangan Karir Bidan

Pengembangan karir bidan meliputi karir fungsional dan karir structural. Pada saat pengembangan karir bidan secara fungsional telah di siapkan dengan jabatan fungsional bagi bidan, serta melalui pendidikan baik secara formal maupun non formal yang hasilnya akan meningkatkan kemampuan professional bidan dalam melaksanakan fungsinya. Sedangkan karir bidan secara structural tergantung dimana bidan apakah dirumah sakit, puskesmas, bidan desa atau bidan di institusi swasta, karir tersebut dapat dicapai oleh bidan di tiap tatanan, pelayanan kebidanan/kesehatan sesuai dengan tingkat kemampuan, kesempatan dan kebijakan yang ada dalam hal penataan/perencanaan tenaga bidan.

2.1 Peran Bidan dalam profesinya

Dalam menjalankan profesinya bidan memiliki peranan sebagai pengelola, pelaksana, pendidik, dan peneliti.

A. peran sebagai pelaksana memiliki 3 kategori tugas yaitu

  1. Tugas mandiri

o Menetapkan manajemen kibidanan pada setiap asuhan kebidanan yang di berikan

o Memberi pelayanan dasar pranikah pada anak remaja dan degan melibatkan mereka sebagai klien.

o Memberi asuhan kebidanan kepada klien pada saat kehamilan normal

o Memberi asuhan kebidanan pada klien pada saat kehamilan

o Memberi asuhan kebidanan pada bayi baru lahir

o Memberi asuhan kebidanan pada masa nifas

o Memberi asuhan kebidanan pada wanita usia subur yang membutuhkan kb

o Memberi asuhan kebidanan pada wanita dengan gangguan system reproduksi wanita dan masa klimakterium serta menoupouse.

o Memberikan asuhan kebidanan pada bayi dan balita dengan melibatkan keluarga

  1. Tugas Kolaborasi

Ø Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuia dengan fungsi dengan melibatkan klien dan keluarga.

Ø Memberi asuhan kebidanan kepada ibu hamil dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama kepada kegawat daruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi

Ø Memberi asuhan kebidanan kepada ibu dalam persalinan dengan resiko tinggi serta keadaan kegawat daruratan yang memerlukan pertolongan pertama degnan tindakan kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga.

Ø Memberi asuhan kebidan kepada ibu nifas dengan resika tinggi serti pertolongan pertama dalam keadaan gawat yang memerlukan tindakan kolaborasi.

  1. Tugas ketergantungan

Ø Memberi asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada kasus kehamilan dengan resika tinggi

Ø Memberi asuhan kebidanan melalui konsultasi serta rujukan pada masa persalinan dengan penyakit tertentu dengan melibatkan klien dan keluarga.

Ø Memberi asuhan kebidanan pada bayi lahir dengan kelinan tertentu dan kegawat darurat yang memerlukan konsultasi serta rujukan dengan melibatkan keluarga.

Ø Memberi asuhan kebidanan pada balita dengan kelainan tertentu dan kegawat darurat yang memerlukan konsultasi serta rujukan dengan melibatkan keluarga.

B. Peran Sebagai Pengelola Memiliki 2 Tugas Yaitu Tugas Pengembangan Pelayanan Dasar Kesehatan dan Tugas dalam Tim

1. Mengemangkan pelayanan dasar kesehatan

· Mengkaji kebutuhan terutama yang berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak untuk meningkatkan serta mengembangkan program pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya tim kesehatan dan pemuka masyarakat

· Menyusun rencana kerja sesuai dengan hasil pengkajian bersama masyarkat

· Mengelola kagiatan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak serta KB

· Mengkordinir, mengawasi, dan membimbing kader, dukun atau perugas kesehatan lain dalam melaksanakan kegiatan pelayanan ibu dan anak

2. Berpartisipasi dalam Tim

Ø Bekerjasama dengan puskesmas dan institusi lain sebagai anggota tim dalam memberi asuhan kepada klien dalam bentuk konsultasi rujukan dan tindak lanjut.

Ø Membinan hubungan baik dengan dukun bayi dan kader kesehatan atau petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) dan masyarakat

Ø Melaksanakan pelatihan serta membimbing dukun bayi, kader dan petugas kesehatan lain

Ø Memberi asuhan kepada klien rujukan dari dukun bayi.

C. Peran sebagai pendidik memiliki 2 tugas yaitu sebagai pendidik dan penyuluh kesehatan

1. Memberi pendidikan dan penyuluhan kepada klein

Ø Mengkaji kebutuhan pendidikan dan penyuluhan kesehatan, khususnya dalam bidang kesehatan ibu, anak dan KB

Ø Menyusun rencana penyuluhan kesehatan sesuia dengan kebutuhan yang telah di kaji baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang

Ø Menyiapakan alat serta meteri pendidiakn dan penyuluhan sesuai dengan rencana yang telah disusun.

Ø Mendokumentasikan sesuia kegiatan dan hasil pendidikan / penyuluhan kesehatan secara lengkap telah disusun

2. Melatih dan membimbing kader

Ø Mengkaji kebutuhan pelatihan dan bimbingan abgi kader, dukun bayi, serta peserta didik

Ø Menyusun rencana pelatihan dan bimbingan sesuai dengan hasil pengkajian

Ø Menyiapkan alat bantu mengajar (audio visual aids, AVA) dan bahan untuk keperluan pelatihan dan bimbingan sesuai dengan rencana yang telah disusun.

D. Peran sebagai peneliti / inverstigator

Bidan melakukan investigasi atau peniliti terapan dalam bidang kesehatan baik secara mandiri maupun berkelompok yang mencakup menyusun rencana kerja pelatihan dan menginter prestasikan data hasil investigasi

2.3 Pengertian Fungsi Bidan

Berdasarkan peran bidan seperti yang dikemukakan diatas, maka fungsi bidan adalah sebagai berikut

a) Fungsi Pelaksana

Ø Bidan sebagai pelaksana yang mencakup

1. Melakukan bimibingan dan penyuluhan kepada individu, keluarga serta masyarakat (khususnya kaun remaja) pada masa perkawinan

2. Melakukan asuhan kebidanan untuk proses kehamilan normal kahamilan dengan kasus patologi tertentu, dan kehamilan dengan resiko tinggi

3. Menolong persalinan normal dan kasus persalinan patologi tertentu

4. Merawat bayi segera setelah lahir normal dan bayi dengan resiko tinggi

5. Melakukan asuhan kebidanan pada ibu nifas.

b) Fungsi Pengelola

Ø Bidan sebagai pengelola yang mencakup

1. Mengembangkan konsep kegiatan pelayanan kebidanan bagi individu, keluarga, kelompok masyarakat, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat yang di dukung oleh partisipasi masyarakat

2. Menyusun rencana pelaksana dilingkungan unit kerjanya

3. Memimpin koordinasi kegiatan pelayanan kebidanan

4. Melakukan kerja sama serta komunikasi internal dan antar sektor yang terkait pelayanan kebidanan

5. Memimpin evaluasi hasil kegiatan tim unit kegiatan pelayanan

c) Fungsi Pendidik

Ø Bidan sebagai pendidik yang mencakup

1. Memberi penyuluhan kepada individu, keluarga dan kelompok masyarakat terkait dengan pelayanan kebidanan dalam lingkungan kesehatan serta KB

2. Membimbing dan melatih dukun bayi serta kader kesehatan sesuai dengan bidan dan tanggung jawab bidan

3. Memberi bimbingan kepada para peserta didik dalam kegiatan praktek di klinik dan di masyarakat

d) Fungsi Peneliti

Melakukan evaluasi, pengkajian survei dan penelitian yang dilakukan sendiri atau berkelompok dalam lingkup pelayanan kebidanan, serta melakukan penelitian kesehatan keluarga dan KB.


BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Peran dan fungsi bidan itu ternyata sangat berhubungan erat dengan pola pengembangan kafir bidan kedepannya karena supaya nantinya seoarang bidan itu terlatih untuk menjadi seorang bidan yang profesional baik secara normal maupun tidak normal dan juga didalam fungsi dan peran bidan itu sendiri sudah dijelaskan upaya – upaya apa saja yang tercakup di dalamnya sehingga kita dapat mengapresiasikan kepada masyarakat lainnya.

3.2 Saran

1. Agar nantinya kita menjadi bidan yang profesional kita harus berpegang teguh kepada tanggung jawab bidan dan juga kewajiban seorang bidan itu sendiri.

2. Kita harus lebih dahulu mementingkan kepentingan umum dari pada kepentingan idividual.

0 komentar:

Poskan Komentar