DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

GERAKAN PEMBAHARUAN MUHAMMAD ABDUH

Sabtu, 05 Februari 2011

BAB I

A. LATAR BELAKANG

Muhammad abduh (1849-1905) lahir di mesir hilir tahun 1849 M. ayahnya bernama abduh hasan khairullah,yang berasal dari turki,dan ibunya seorang arab yang silsilahnya sampai kepada umar ibn al-khattab.muhammad abduh termasuk anak yang cerdas sekali sejak kecil ia tekun belajar,sehingga tahun 1866 M.ia melanjutkan studinya di al-azhar,kemudian ia bertemu dengan jamaluddin al-afghani lalu menjadi murid kesayangannya,selain itu dia juga aktif menulis di al-ahram,mendirikan majalah “al-urwatulwustqo”kemudian di angkat menjadi rektor al-azhar,kairo.

B. TOPIK BAHASAN

1) Bidang politik dan konsep khilafah apakah yang muhammad abduh aplikasikan di dalam gerakan yang ia jalankan ?

2) Adakah hikmah yang dapat kita ambil dan teladani dari figur muhammad abduh dan gerakan pembaharuannya?

C. TUJUAN

Tujuan dari makalah yang kami susun dan resume ini diantaranya: agar supaya para siswa dan siswi belajar menumbuhkan dan meningkatkan kreatifitas dan komprehensif dalam pembuatan karya rulis ilmiyah.

Agar dapat menambah wawasan dan pengetahuan kepada para siswadan siswi tentang sejarah dan peradaban islam pada masa lampau..


BAB II

A. FIGUR MUHAMMAD ABDUH

Muhammad abduh lahir di suatu desa di mesir hilir,di desa mana tidak di ketahui dengan pasti,tahun1849 M adalah tahun yang umum di pakai sebagai tanggal lahirnya.

Perbedaan pendapat tentang tempat dan tanggal lahir abduh timbul karena suasana kacauyang terjadi di akhir zaman muhammad ali(1805-1849).bapak muhammad abduh bernama abdul hasan khairullah,berasal dari turki yang telah lama tinggal di mesir,ibunya menurut riwayat berasal dari bangsa arab yang silsilahnya meningkat sampai ke suku bangsa umar ibn khattab.

Muhammad Abduh di suruh belajar menulis dan membaca agar kemudian dapat membaca dan melafalnya dalam masa dua tahun kemudian dikirim ketanta untuk belajar agama dimasjid syehk shamad tahun 1867.

Kemudian muhammad abduh akhirnya lari meninggalkan pelajaran tanta, karena dia yakin bahwa belajar itu tak akan membawa hasil baginya ia pulang kekampungnya dan bernia akan bekerja sebagai petani, tahun 1865, ketika umur 16 tahun iapun kawin.

Namun ia dipaksa orang tuanya belajar kembali ke tanta. Ia meninggalkan kampungnya tapi bukan pergi ke tanta malahan untuk bersembunyi di rumah salah satu pamannya. Disini ia bertemu dengan seorang yan mengubah jalan hidupnya, yaitu syekh darwisy khadar, kemudian ia belajar agama islam dan tasawuf (Tarikat Syadzili) dilibia dan tripoli, setelah selesai ia kembali kekampungnya, setelah selesai belajar di syekh darwisy, ia meneruskan ke al – azhar, tahun 186 M, Muhammad Abuh pertama kali berjumpa dengan Jamaluddin, Al – Afghani.

Ketika Al – Afghani, datang ke mesir pada tahun 1871 M, muhammad abduh menjadi murid yang paling setia, ia mulai belajar filsafat menulis karangan – karangan untuk harian Al – Ahram yang baru saja didirikanm tahun 1877 M, studinya selesai di Al – Azhar dengan mendapat gelar Alim, ia mulai, mengajar pertama di Al – Azhar. Di darul ulum dan juga dirumahnya.

B. Bidang Politik

Sewaktu Al – Afghani diusir dari mesir tahun 1879, karena di tuduh mengadakan gerakan menentang khedewi taufik, muhammad abduh yang di pandang turut ikut campur dalam soal ini, dibuang ke luar kota kairo. Tetapi pada tahun 1800 M, ia boleh kembali ke ibu kota dan kemudian diangkat menjadi redaktur surat kabar resmi pemerintah mesir bernama “Al Waqal Al Masriyah” pada waktu perasaan nasionalisme mesir telah mulai timbul dan bangkit, di bawah pimpinan abduh, surat kabar ini bukan hanya menyiarkan berita resmi, tetapi juga artikel – artikel ilmiah tentang kepengtingan nasional mesir.

Dalam peristiwa yang disebut peristiwa urabi pasya, muhammad abduh turut memainkan peranan, ia beserta para pemimpin lainnya di tangkap penjara dan kemudian di buang keluar negeri pada penutup tahun 1882 M, than 1884 M, ia bersama – sama dengan Al – Afghani mengeluarkan : Al Urwatul Wasqa, umur majalah ini tak lama pada tahun 1885, alas usaha teman – temannya antara lain seorang inggrism ia diperbolehkan pulang kembali ke mesir tetapi tidak di izinkan mengajar, kemudian ia bekerja sebagai hakim di salah satu mahkmah, tahun 1899, ia diangkat menjadi anggota majlis Al – A’la universitas Al Azhar dan diangkat menjadi muhti mesir kedudukan tinggi ini dipengangnya sampai meninggal dunia pada tahun 1905 M.

C. Konsep Khilafah

Dalam bidang ketatanegaraan,muhammad abduh berpendapat bahwa kekuasaan negara harus di batasi,pada zaman beliau masih hidup,mesir telah mampunyai kontitusi dan usahanya waktu itu tertuju pada membangkitkan kesadaran rakyat akan hak-hak mereka.pemeruntah wajib bersikap adil terhadap rakyat,rakyat harus patuh dan setia.kesadaran rakyat dapat di bangun dengan pendidikan di sekolah-sekolah,penerangan surat kabar dan sebagainya.

D. Meneladani Muhammad Abduh

Misi yang di propagandakan abduh dan juga gerakan pembaharuan yang di gencarkan adalah:

  1. membersihkan islam dari unsur-unsur yang salah,seperti bid’ah dan khurafat.
  2. pembaharuan pendidikan perlu mengambil pengetahuan barat asalsaja tidak bertentangan dengan ajaran islam yang hakiki.
  3. merumuskan sjaran islam menurut cara berfikir modern
  4. pembelaan agama islam terhadap pengaruh barat dan serangan umat kristen.bagi abduh,umat islam tidak akan dapat bersaing dengan barat tanpa peralatan teknologi canggih yang di pergunakan barat.

Pemikiran dan gerakan abduh tidak banyak berkonfrontasidengan kultur dan peradapan barat.ia membedakan antara unsur peradaban barat yang bermanfaat dan merusak bagi umat islam,atas dasar pemikirannya yang moderat penjajah tidak memusuhi gerakan pembaharuan abduh,walau demikian,kaum tradisional tetap memusuhi gerakan ini.

Di indonesia,paham pembaharuan abduh sangat berpengaruh terhadap berdirinya muhammadiyah (18 desember 1912) oleh kyai haji ahmad dahlan di yogyakarta,,”persatuan islam”(persis) di bandung,al-irsyad (1914) da jakarta.kedua organisasi sosial keagamaan tersebut berkembang dengan mangusung nilai-nilai pembaharuan.


BAB III

Penutup

A. Kesimpulan

Dari apa yang telah kami kaji bersama,bahwa kepemimpinan dan gerakan pembaharuan muhammad abduh mempunyai fase/tahapan-tahapan dan kontradiksi yang sangat kontinuitas,mulai dari latar belakang kehidupan keluarganya,hingga menjadi figuryang penuh kharismatik dan sangat di segani pada masanya ,itu semua tak lepas dari jamaluddin al-afgani yang menjadi inspirator dalam perjalanan dan perjuangan muhammad abduh menjadi siapa dia sekarang.

B. Saran

Walaupun kami suah bersaha seoptimal mungkin dalam mengimplementasikan makalah ini,namun kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan,maka saran yang efaluatif dan konstruktif senantiasa kami harapkan dari guru pembina khususnya,dan para pembaca pada umumnya demi penyempurnaan makalah ini.

Demikianlah yang dapat kami presentasikan,semoga dapat memberikan manfaat kepada kita semua,sehingga kita bisa menjadi pemudu dan pemudi yang multi-edukasional seperti apa yang di harapkan oleh agama,nusa dan bangsa AMIN.


DAFTAR PUSTAKA

Subchi, Imam. 2006, Sejarah Kebudayaan Islam Untuk Kelas XII. Jakarta : Listafariska Putra.

Tunaya, Husain, dkk. 2004, Perkembangan Islam di Timur Tengah. Surabaya : Wahana Dinamika Karya.

Sholih, Ilhami. 2007, Revolusioner dan Pembangunan islam, Jakarta : Gramedia.

Hidayatu, M. Syamsul. 2004, Tokoh-tokoh Gerakan Pembangunan Islam. Jakarta : Yudhistira.

Zuhairi, Achmad. 2007, Mengenal Peradaban dan Sejarah Islam Masa Lampau. Jakarta : Gramidia.

0 komentar:

Poskan Komentar