DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

STRUKTUR FUNGSI AMNION(LiQUOR AMNII)

Sabtu, 19 Februari 2011

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Makalah ini di susun guna memberi pemahaman yang lebih mendasar tentang pentingnya memperhatikan keseimbangan antara amnion dan likuor amnii pada ibu hamil sehingga dapat mengontrol kondisi kesehatan ibu hamil beserta janinya.

Di antara massa embrioblas dengan lapisan sitotrofoblas terbentuk suatu celah yang makin lama makin besar, yang nantinya akan menjadi rongga amnionPada kutub embrional, sel-sel dari hipoblas membentuk selaput tipis yang membatasi bagian dalam sitotrofoblas (selaput Heuser). Selaput ini bersama dengan hipoblas membentuk dinding bakal yolk sac (kandung kuning telur). Rongga yang terjadi disebut rongga eksoselom (exocoelomic space) atau kandung kuning telur sederhana.
Dari struktur-struktur tersebut kemudian akan terbentuk kandung kuning telur, lempeng korion dan rongga korion.
Pada lokasi bekas implantasi blastokista di permukaan dinding uterus terbentuk lapisan fibrin sebagai bagian dari proses penyembuhan luka.

Jaringan endometrium di sekitar blastokista yang berimplantasi mengalami reaksi desidua, berupa hipersekresi, peningkatan lemak dan glikogen, serta edema. Selanjutnya endometrium yang berubah di daerah-daerah sekitar implantasi blastokista itu disebut sebagai desidua. Perubahan ini kemudian meluas ke seluruh bagian endometrium dalam kavum uteri (selanjutnya lihat bagian selaput janin)
Pada stadium ini, zigot disebut berada dalam stadium bilaminar (cakram berlapis dua).

2. RUMUSAN MASALAH

Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah:

1.Apa yang dimaksud dengan amnion(liquor amnii)?

2.Jelaskan struktur dari amnion?

3.Sebutkan fungsi dari amnion?

3.TUJUAN

Agar para pembaca dapat mengerti dan memahami secara pasti tentang seberapa pentingnya amnion dan likuor amnii dalam kehamilan


.

BAB II

PEMBAHASAN

A.PENGERTIAN

Amnion adalah selaput yg membatasi rongga amnion yg berisi cairan jernih seperti air yang sebagian dihasilkan oleh sel2 amnion.

Pada minggu-minggu pertama perkembangan, villi / jonjot meliputi seluruh lingkaran permukaan korion.
Dengan berlanjutnya kehamilan :

1. Jonjot pada kutub embrional membentuk struktur korion lebat seperti semak-semak (chorion frondosum) sementara

2. Jonjot pada kutub abembrional mengalami degenerasi, menjadi tipis dan halus disebut chorion laeve.

Seluruh jaringan endometrium yang telah mengalami reaksi desidua, juga mencerminkan perbedaan pada kutub embrional dan abembrional :
1. desidua di atas korion frondosum menjadi desidua basalis
2. desidua yang meliputi embrioblas / kantong janin di atas korion laeve menjadi desidua kapsularis.
3. desidua di sisi / bagian uterus yang abembrional menjadi desidua parietalis.

Antara membran korion dengan membran amnion terdapat rongga korion. Dengan berlanjutnya kehamilan, rongga ini tertutup akibat persatuan membran amnion dan membran korion. Selaput janin selanjutnya disebut sebagai membran korion-amnion (amniochorionic membrane).
Kavum uteri juga terisi oleh konsepsi sehingga tertutup oleh persatuan chorion laeve dengan desidua parietalis.

Rongga yang diliputi selaput janin disebut sebagai RONGGA AMNION.
Di dalam ruangan ini terdapat cairan amnion (likuor amnii).


B.STRUKTUR

Amnion

  • Amnion adalah selaput yg membatasi rongga amnion yg berisi cairan jernih seperti air yang sebagian dihasilkan oleh sel2 amnion.
  • Volume air ketuban pada kehamilan cukup bulan 1.000-1.500 cc, warna putih keruh, bau amis, berasa manis, reaksi agak alkalis dgn BJ 1,008
  • Komposisi terdiri atas 98 % air, sisanya albumin, urea, asam urik, kreatinin, sel2 epithel, rambut lanugo, verniks caseosa & garam organik

Cairan Amnion(Likuor amni)

diperkirakan terutama disekresi oleh dinding selaput amnion / plasenta, kemudian setelah sistem urinarius janin terbentuk, urine janin yang diproduksi juga dikeluarkan ke dalam rongga amnion.

Keadaan normal cairan amnion :

  1. Pada usia kehamilan cukup bulan, volume 1000-1500 cc.
  2. Keadaan jernih agak keruh
  3. Steril
  4. Bau khas, agak manis dan amis
  5. Terdiri dari 98-99% air, 1-2% garam-garam anorganik dan bahan organik (protein terutama albumin), runtuhan rambut lanugo, vernix caseosa dan sel-sel epitel.
  6. sirkulasi sekitar 500 cc/jam

C. FUNGSI

Amnion

  • Untuk proteksi janin
  • Mencegah pelekatan janin dengan amnion
  • Agar janin dapat bergerak bebas
  • Regulasi terhadap panas & perubahan suhu
  • Meratakan tekanan intra uterin & membersihkan jalan lahir ketika ketuban pecah
  • Peredaran air ketuban dengan darah ibu cukup lancar dengan perputaran cepat kira2 350-500 cc
  • Memberikan ruang gerak pada janin
  • Meratakan tekanan di dalam uterus pada partus sehingga serviks membuka
  • Mencegah timbulnya iritasi pada rahim

Cairan amnion(Liquor amnii)

    1. Proteksi : melindungi janin terhadap trauma dari luar
      2. Mobilisasi : memungkinkan ruang gerak bagi janin
      3. Homeostasis : menjaga keseimbangan suhu dan lingkungan asam-basa (pH) dalam rongga amnion, untuk suasana lingkungan yang optimal bagi janin.
      4. Mekanik : menjaga keseimbangan tekanan dalam seluruh ruangan intrauterin (terutama pada persalinan).
      5. Pada persalinan : membersihkan / melicinkan jalan lahir, dengan cairan yang steril, sehingga melindungi bayi dari kemungkinan infeksi jalan lahir.

BAB III

PENUTUP

A.KESIMPULAN

Amnion dan Liquor amnii merupakan suatu rangkaian yang tidak dapat di pisahkan.apabila salah satu mengalami gangguan maka akan mengurangi proteksi pada janin dan dapat mempersulit berlangsungnya proses persalinan.

0 komentar:

Poskan Komentar