DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

Ahli Kimia Iran Produksi Sabu untuk Indonesia

Senin, 18 Juli 2011

Sebanyak satu kilogram narkotika jenis sabu berhasil diamankan dari tiga pengedar asal Iran, yaitu MA, MDZ, dan SK pada 8 Juli 2011. Sabu itu diketahui tidak diproduksi di Indonesia, tetapi di Teheran, Iran.

Salah seorang tersangka, yakni MA, menjadi otak di balik produksi barang haram itu. Berdasarkan keterangan di hadapan penyidik, MA mengaku meracik sabu itu sendiri dengan latar belakang pendidikan kimia yang dimilikinya.

"Sabu itu dibuat di Teheran oleh MA yang ahli kimia," ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Nugroho Aji Wijayanto, Senin (18/7/2011) di Polda Metro Jaya.

Ia mengatakan, kualitas sabu asal Iran itu bukan sembarangan. "Kualitasnya bagus dan bersih. Satu kilogram sabu yang dijadikan barang bukti nilainya mencapai Rp 1,5 miliar dan bisa dikonsumsi 15.000 orang," tutur Komisaris Besar Nugroho.

Sabu racikan MA itu memang sengaja diedarkan di Indonesia. Motifnya untuk mendapatkan keuntungan berlipat. Dalam mengedarkan barang ini, ketiga pelaku mengaku hanya mengedarkannya sendiri tanpa melalui pihak ketiga.

"Namun, kami masih mengembangkan penyelidikan kalau mereka terkait dengan jaringan lebih besar," pungkas Nugroho.

Seperti diberitakan, aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya membekuk tiga pengedar narkoba yakni MA, MDZ, dan SK tanggal 8 Juli 2011 di sebuah kamar hotel di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Polisi berhasil mengamankan satu kilogram sabu dari tubuh tersangka. Sabu itu diproduksi, lalu dibawa menggunakan pesawat Qatar Airlines dari Iran sampai di Bandara Soekarno-Hatta. Untuk mengelabui petugas, sabu itu dimasukkan ke dalam 159 plastik lalu ditelan oleh dua pelaku, yaitu MA dan MDZ. KOMPAS.com

0 komentar:

Poskan Komentar