DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

Yayasan Kadin Promosi Batik di Singapura

Senin, 04 Juli 2011

Yayasan Kamar Dagang dan Industri Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Batik Indonesia mempromosikan batik di Singapura dalam "Indonesian Gala Night" dan "Enchanting Indonesia" pada Jumat hingga Sabtu.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam yang juga ketua panitia, Nada Faza Soraya, Minggu, mengatakan promosi batik di Negeri Singa merupakan upaya memperkenalkan batik sebagai warisan budaya asli Indonesia sekaligus menyosialisasikan penetapan Batam sebagai pusat perdagangan batik ASEAN.

"Kami juga mempromosikan pameran batik yang akan diselenggarakan di Batam pada awal Desember, untuk memperkuat status kota ini sebagai pusat perdagangan batik ASEAN," kata Nada.

Dalam acara yang diisi dengan pergelaran busana dan bazar batik itu, panitia batik dari Batam bekerja sama dengan Business Indonesian Council.

Menurut Nada, acara yang berlangsung selama dua hari itu berlangsung sukses.

"Alhamdulillah, responsnya sangat baik. Bahkan ada pihak dari Belanda yang menawarkan pameran batik di Negeri Kincir Angin," kata Nada.

Menurut Nada, Belanda meminta Indonesia mengadakan semacam "Indonesian Cultural Event" di Belanda sekaligus memperkenalkan batik.

Sebelumnya, Nada mengatakan, Pemerintah Kota Batam juga akan memasukkan industri batik ke dalam rencana pembangunan jangka menengah untuk mendukung penetapan Batam sebagai pusat perdagangan batik ASEAN. "Sebagai pusat perdagangan batik, sudah semestinya Batam memiliki industri batik sendiri," katanya.

Menurut dia, dengan penetapan Batam sebagai pusat perdagangan batik ASEAN, diharapkan dapat mengembangkan industri kerajinan batik dan memasarkan batik Indonesia ke negara-negara kawasan.

Ia mengatakan, Kadin Batam bersama beberapa yayasan batik akan mengadakan berbagai pendidikan berikut sosialisasi mengenai batik.

Menurut dia, pendidikan batik diperlukan agar masyarakat lebih mengenal kekayaan Indonesia yang diakui dunia itu. "Masyarakat perlu tahu macam-macam batik, apalagi setelah menjadi warisan dunia," kata Nada.

Setiap detil batik, kata dia, memiliki nilai kehidupan yang layak dipertahankan dan diajarkan kepada anak cucu.

Warna dan lekuk motif batik juga mencerminkan daerah-daerah di Indonesia, karena setiap daerah memiliki kekhasan batik. "Batik ada di hampir seluruh Indonesia, dan setiap daerah memiliki kekhasan masing-masing," kata Nada. KOMPAS.com

0 komentar:

Poskan Komentar