DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

Kalab Pamekasan Desak SBY Mundur

Sabtu, 16 Juli 2011

Banyaknya kasus korupsi di negeri ini, termasuk di dalamnya diduga dilakukan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, membuat Komite Arek Lancor Bangkit (Kalab), mendesak mundur Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Desakan itu disampaikan Kalab, Rabu (13/07/2011), dalam demonstrasi di depan Gedung DPRD Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Korlap aksi, Zainal Abidin, dalam orasinya menyampaikan, SBY hanya mampu memberikan statemen saja tetapi tidak bisa melakukan langkah-langkah taktis untuk memaksa Nazaruddin pulang ke Indonesia.

"Kami kok heran kepada Pak SBY, kenapa kok tidak bisa memulangkan Nazaruddin ke negeri ini. Ada apa ini?," kata Zainal.

Zainal menilai, penegakan hukum di negeri ini sudah terjadi tebang pilih. Buktinya, kalau kasus-kasus kecil dan tidak merugikan negara cepat diproses. Tetapi kalau merugikan negara meskipun nilainya triliunan rupiah, prosesnya sangat lambat dan berbelit-belit.

"Sebaiknya SBY mundur dari jabatannya, sebelum dipaksa mundur oleh rakyat Indonesia," tambah Zainal dengan nada berapi-api.

Selain mendesak mundur SBY, Kalab meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memblokir seluruh aset dan kekayaan yang dimiliki Nazaruddin. Sebab jika masih dibiarkan, KPK juga membenarkan praktik yang dilakukan oleh Nazaruddin.

"KPK jangan ikut-ikutan diam. Bekukan semua aset-aset Nazaruddin agar dia tidak bisa kemana-mana lagi," ujarnya.

Dalam kesempatan itu pula Kalab meminta kepada 45 anggota DPRD Pamekasan, untuk memberikan dukungan resmi atas pernyataan sikap bersama antara Kalab dan DPRD, untuk dikirimkan kepada DPR RI di Jakarta.

"Kalau benar-benar anggota DPRD adalah wakil kami maka sangatlah patut untuk memberikan dukungan, atau bapak-bapak diam serta membiarkan kasus korupsi di negeri ini," tutur Zainal. KOMPAS.com

0 komentar:

Poskan Komentar