Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai Timur, Drs. Slamat Frans, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Sekolah Menengah, Drs. Marsel Galmin, menyampaikan hal itu saat ditemui koran ini di ruang kerjanya, Senin (18/4/2011).
Dia ditemui untuk menanyakan jumlah siswa SMA/SMK/sekolah sederajat yang tidak mengikuti UN di wilayah Manggarai Timur.
Galmin mengatakan, siswa itu tidak diizinkan mengikuti UN setelah pihak sekolah rapat bersama beberapa waktu lalu. Rapat membahas tindakan yang dibuat oleh siswa sekolah itu.

“Kepala sekolah SMAN I Sambi Rampas, Benyamin Taso sudah dipanggil untuk klarifikasi. Pihak sekolah memiliki bukti yang valid (kuat) sehingga siswa itu dikeluarkan dari sekolah,” kata Galmin.
Dia menjelaskan, ada pertimbangan rasional sehingga dikeluarkan dan tidak mengikuti UN, yakni melakukan tindakan asusila. “Orang tuanya sudah menerima keputusan itu,” katanya.
Menyinggung jumlah peserta UN SMA/SMK/sekolah sederajat di Manggarai Timur, Galmin menjelaskan, ada 15 SLTA dan SMK dengan total siswa 1.459. Rinciannya, 1.303 siswa SMA dan 150 siswa SMK. Pelaksanaan UN hari pertama berlangsung aman dan tertib.
0 komentar:
Posting Komentar