DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

ICW: Demokrat Setengah Hati Dukung KPK

Minggu, 12 Juni 2011

Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho mengungkapkan, Partai Demokrat hanya setengah hati mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memeriksa mantan bendahara umumnya, M Nazaruddin.
Mengapa dulu Nazaruddin diberi izin berobat ke luar negeri?
-- Emerson Yuntho

KPK menjadwalkan untuk memeriksa Nazaruddin terkait penyelidikan pengadaan dan revitalisasi sarana prasarana di Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Departemen Pendidikan Nasional 2007 (Kementerian Pendidikan Nasional) pada Jumat (10/6/2011). Namun, Nazaruddin tak memenuhi panggilan.

Nazaruddin dikabarkan tengah berada di Singapura untuk berobat. "Mengapa dulu (Nazaruddin) diberi izin berobat ke luar negeri?" kata Emerson seusai menjadi pembicara dalam diskusi polemik bertajuk "Koruptor Ngeloyor Negara Tekor" di Jakarta, Sabtu (11/6/2011).

Menurut Emerson, Nazaruddin hanya mencari-cari alasan untuk ke luar negeri dengan mengklaim bahwa dirinya butuh mengobati penyakit jantung yang dideritanya di Singapura. "Padahal di Indonesia rumah sakit juga banyak," kata Emerson.

Seharusnya, lanjut Emerson, Partai Demokrat dapat memberi kepastian mengenai kapan Nazaruddin akan kembali ke Indonesia. "Jangan setelah sembuh. Karena dia (Nazaruddin) bisa saja bilang kalau sudah sembuh, bilang sakit yang lain. Sakit bisa dibuat-buat, harusnya antisipasi," katanya.

Kemarin, Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Andi Nurpati menyampaikan, Partai Demokrat tidak dapat memaksa Nazaruddin untuk menghadiri panggilan pemeriksaan KPK.

Menurut Nurpati, kembalinya Nazar ke Tanah Air merupakan urusan pribadi Nazaruddin, bukan urusan Partai Demokrat. Partai hanya dapat mendorong melalui komunikasi dengan Nazaruddin. Hingga kini, Partai Demokrat belum mengetahui alasan Nazaruddin mangkir dari panggilan pertama KPK itu. KOMPAS.com

0 komentar:

Poskan Komentar