DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

Hadapi Korut, Korsel Siagakan Apache

Minggu, 12 Juni 2011


Korea Selatan berencana menggelar helikopter-helikopter Apache di satu pulau perbatasan untuk menghadapi serangan-serangan Korea Utara setelah Pyongyang pada November lalu menembaki sebuah pulau di perbatasan kedua negara, demikian kantor berita Yonhap melaporkan, Minggu (12/6/2011).

Militer Korea Selatan sedang membangun hanggar-hanggar untuk menampung beberapa helikopter tempur di Pulau Baengnyeong dekat perbatasan maritim di Laut Kuning.

Militer Korea Selatan (Korsel) sedang membangun hanggar-hanggar untuk menampung beberapa helikopter tempur di Pulau Baengnyeong dekat perbatasan maritim di Laut Kuning, Yonhap mengutip pernyataan seorang sumber militer. Pada Oktober 2012 militer Korsel akan memiliki 36 helikopter tempur Apache yang dipersenjatai dengan rudal-rudal dan roket-roket, beberapa di antaranya akan digelar di pulau paling terdekat dengan perbatasan yang disengketakan dengan Korut itu, lanjut Yonhap.

Media lokal memberitakan Korut baru-baru ini membangun satu pangkalan angkatan laut baru di Goampo, sekitar 50 kilometer utara Baengnyeong yang dapat mengirim sekitar 60 pesawat amfibi dengan parakomando militer di dalamnya ke Korsel. "Kami sekarang membutuhkan helikopter-helikopter tempur besar sejak Korut membangun pangkalan angkatan laut yang lebih besar ketimbang yang kami duga sebelumnya, yang dapat menimbulkan ancaman lebih besar bagi penyusupan," kata satu sumber yang dikutip Yonhap.

Seorang juru bicara kementerian pertahanan mengatakan bahwa pihaknya sedang berusaha memperkuat kehadiran militer dekat perbatasan tersebut, tetapi menolak menjelaskan lebih jauh. Perbatasan Laut Kuning menjadi ajang bentrokan angkatan laut yang menelan korban jiwa di kedua Korea tahun 1999, 2002 dan November 2009. Salah satu dari lima pulau perbatasan—Yeonpyeong—ditembaki Korut dengan artileri yang menewaskan empat warga Korsel termasuk dua marinir. Sejak itu Seoul menggelar lebih banyak pasukan dan senjata di pulau-pulau garis depan yang sejak lama dijaga ribuan marinir dan pasukan angkatan laut. KOMPAS.com

0 komentar:

Poskan Komentar