DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

Seluruh Anggota Polsek Uluere Ditarik

Selasa, 07 Juni 2011

Pasca-perusakan Markas Kepolisian Sektor Uluere yang dilakukan massa dari tiga desa di Kecamatan Uluere, Kepolisian Resor Bantaeng menarik seluruh personel lama, dan menggantinya dengan anggota baru untuk ditempatkan di Uluere.

Sebelum penempatan personel baru, Pemerintah Kabupaten Bantaeng akan merenovasi bangunan semipermanen itu agar bisa ditempati kembali petugas di kecamatan tersebut. Hal ini dilakukan demi menstabilkan keamanan di wilayah itu.

"Polres Bantaeng akan menarik seluruh personel lama dan akan segera merenovasi pasca-perusakan. Perbaikan kantor yang terbuat dari bangunan kayu tersebut akan dilakukan warga setempat secara gotong royong," kata Kepala Polres Bantaeng Feri Handoko, saat berkunjung ke kantor Polsek Uluere bersama Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Rabu (8/6/2011).

Feri Handoko berharap pihaknya bersama masyarakat dapat menjaga keamanan lingkungan, terutama menghadapi banyaknya pengunjung ke kawasan wisata agro di Uluere. "Kita harus bisa menjaga lingkungan secara bersama-sama agar kawasan yang memiliki apel, stroberi, dan bunga ini menjadi daerah yang lebih maju," ujarnya.

Mapolsek Uluere diserang massa akibat aksi salah tembak oknum polisi Polsek Kelara, Kabupaten Jeneponto, dan menewaskan Talla (45), kakak kandung Kepala Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Syamsu, Kamis (2/6/2011) malam.

Penembakan terjadi di Kampung Beru, Desa Loka, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto. Korban Talla berada di lokasi karena menghadiri undangan hajatan pengantin di desa tetangga tersebut, tetapi massa menduga pelaku penembakan berasalh dari Polsek Uluere.

Melihat keinginan warga setempat untuk membangun kembali kantor mapolsek tersebut, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah menyatakan dukungannya. "Saya akan membantu pembangunan kantor polsek ini kembali demi menjaga keamanan di wilayah agrowisata agar wilayah ini kembali dikunjungi wisatawan," tuturnya.

Bangunan Kantor Mapolsek Uluere merupakan milik Pemerintah Kabupaten Bantaeng yang sebelumnya digunakan dinas pertanian. KOMPAS.com

0 komentar:

Poskan Komentar