DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

Tidak Benar "Kompas.com" Laporkan Sumardy

Senin, 06 Juni 2011

Terkait aksi pengiriman peti mati, Senin (6/6/2011), Kompas.com menegaskan tidak pernah melayangkan tuntutan kepada pelaku yang kemudian diketahui adalah Sumardy dari perusahaan komunikasi dan periklanan yang baru berdiri, Buzz & Co. Hal tersebut dikatakan GM Business Kompas.com Edi Taslim, yang mendapat kiriman tersebut pada pagi tadi.

"Tidak benar adanya pemberitaan kalau Kompas.com menuntut pengirimnya. Kami memang menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk praktik word of mouth marketing yang negatif, tetapi tidak akan menanggapinya lebih lanjut," kata Edi Taslim, Senin malam, untuk meluruskan pemberitaan di salah satu media online. Edi menilai, mengirimkan peti mati yang merupakan simbol kematian merupakan bentuk tindakan tidak etis.

Ia menegaskan bahwa sampai saat ini Kompas.com juga tidak pernah melayangkan laporan pengaduan kepada kepolisian. Edi yang juga menjabat Wakil Direktur Bisnis Kompas pun memastikan bahwa tidak ada pengaduan ke polisi dari bagian legal Kompas atas nama Frans Lakaseru.

Seperti diberitakan, redaksi Kompas.com dikejutkan dengan pengiriman peti mati yang ditujukan kepada General Manager Business Kompas.com Edi Taslim pada pagi tadi. Peti mati itu berukuran kecil, layaknya peti mati untuk anak-anak. Di atasnya ada tulisan R.I.P atau rest in peace (requiescat in pace), dan di dalamnya terdapat taburan bunga dan setangkai mawar putih. Terdapat pula kertas bertuliskan "www.restinpeacesoon.com" dan tulisan "You are number # 661".

Selain Kompas.com, beberapa media juga mendapatkan kiriman serupa, seperti Detik.com, The Jakarta Post, Tempo, SCTV, AnTV, Kaskus, dan Okezone. Kiriman peti mati juga ditujukan kepada sejumlah orang yang selama ini banyak dikenal di dunia maya.

Belakangan diketahui bahwa pengirimnya adalah Sumardy dari Buzz & Co. Ia menyiapkan 100 peti mati yang dikirimkan kepada sejumlah pejabat media dan tokoh masyarakat sebagai bagian promosi buku barunya yang akan diluncurkan. Paket-paket peti mati itu dikirimkan melalui sebuah mobil Mitsubishi L300 yang disulap menjadi sebuah mobil ambulans. Atas tindakannya itu, Sumardy dan sejumlah karyawan Buzz & Co digelandang ke Mapolsek Tanah Abang, Jakarta Pusat, karena dianggap menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Polisi akan memeriksa motif pelaku. KOMPAS.com

0 komentar:

Poskan Komentar