DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

Digalang, Mosi Tak Percaya untuk Marzuki

Kamis, 04 Agustus 2011

Sejumlah anggota dewan siap memberikan dukungan untuk mengajukan mosi tidak percaya terhadap Ketua DPR RI Marzuki Alie. Hal ini menyusul pernyataan kontroversialnya mengenai pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan pemaafan bagi para koruptor.

Anggota Komisi III DPR RI Bambang Susatyo mengatakan rencana ini sudah bulat. "Kita sudah mulai kontak-kontak dengan beberapa kawan. Ini akan tetap kita gulirkan," katanya kepada wartawan, Rabu (3/8/2011).

Rencana ini, lanjutnya, tetap digulirkan karena sejumlah anggota menilai, Marzuki telah berulang kali melakukan tindakan kontroversial yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang pimpinan lembaga negara.

Politisi Demokrat itu dinilai tidak belajar dari kesalahan-kesalahannya terdahulu yang juga kontroversial dengan etika yang dipahami publik. Oleh karena itu, Bambang berharap mosi tak percaya ini bisa menjadi salah satu bentuk hukuman moral kepada dirinya.

Partai Demokrat juga diingatkan untuk mempertimbangkan posisi Marzuki. Pasalnya, sebagai Ketua DPR, Marzuki justru lebih menjadi sumber persoalan ketimbang pihak yang bisa diandalkan dalam mencari solusi.

"Beliau tidak mengambil pelajaran atas statement-statement kontroversial, bahkan menantang dan menyalahkan media. Kita menyayangkan sikap beliau. Ini penting moral agar partainya menimbang kembali mempertahankan Marzuki sebagai Ketua DPR," tambahnya.

Politisi Golkar ini mengatakan penggalangan dukungan untuk mosi tidak percaya kepada Marzuki merupakan gerakan moral dari para anggota dewan. Namun, Bambang belum dapat memastikan apakah ada anggota Partai Demokrat yang juga ikut di dalamnya.

Bambang mengatakan penggalangan dukungan secara resmi akan dimulai pada tanggal 16 Agustus mendatang. "Ini sanksi moral saja supaya beliau ke depan hati-hati dan mendoong Demokrat mempertimbangkan kembali dan menarik yang bersangkutan dan menggantikan dengan figur yang lebih cerdas membawa DPR ke arah yang lebih baik," tandasnya. KOMPAS.com

0 komentar:

Poskan Komentar