DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

Nazaruddin Tak Mungkin Dicuci Otak

Senin, 15 Agustus 2011

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Demokrat, Saan Mustopa, mengakui dirinya turut hadir dalam pertemuan antara Muhammad Nazarudin dan Ade Rahardja. Namun, ia ikut datang karena diajak.

"Posisi saya diajak Nazar," ujar Saan di DPR, Jakarta, Selasa 16 AGustus 2011. Saan mengaku siap memenuhi undangan komite etik Komisi Pemberantasan Korupsi. "Nanti tanggal 22 akan saya sampaikan ke komisi etik. Semua yang saya ketahui selama pertemuan," tambah Saan.

Saan juga menjelaskan bahwa waktu itu ia malah datang hampir bersamaan dengan Benny K Harman. Saan juga mengaku sebelumnya sudah mengingatkan Benny agar tidak melayani ajakan Nazar. "Saya BBM pak Benny untuk tidak melayani Nazar," kata Saan.

Jadi apa yang akan diklarifikasi ke komite etik KPK nanti? "Semua yang terkait dengan pertemuan. Pokoknya semua yang dibutuhkan komisi etik, dalam rangka mendapatkan informasi dan juga fakta-fakta seputar pertemuan, saya akan ungkapkan semuanya," jawab Saan.

Saat ditanya apa yang dibicarakan Nazar dengan Ade Rahardja, Saan tak mau bicara. "Itu urusan pribadi. Nanti di komisi etik saya jelaskan ini ya," jawab dia.

Terkait Nazaruddin yang saat ini sudah ditahan, Saan mengaku belum mengetahui apakah ada rencana Partai Demokrat mengunjung eks bendahara umum partai itu. "Sampai hari ini, belum tahu ya. Saya tak bisa mewakili partai," kata Saan.

Nazaruddin pernah mengungkapkan pertemuan antara dirinya dengan mantan Deputi Penindakan KPK, Ade Rahardja. Nazaruddin mengaku bertemu sebanyak dua kali. Saat itu, Ade Rahardja tidak datang sendirian, tapi mengajak Juru Bicara KPK, Johan Budi SP dan penyidik KPK, Rony Samtana. Dalam pertemuan itu, Benny juga hadir.


Ade Rahardja mengakui pernah dua kali bertemu Nazaruddin. Pertemuan pertama terjadi pada Januari 2010 di sebuah rumah makan Jepang di kawasan Casablanca, Jakarta. Saat itu, Ade datang bersama Johan. Pertemuan kedua terjadi usai Idul Fitri 2010 di tempat yang sama. Ade datang bersama Rony Samtana. VIVAnews

0 komentar:

Poskan Komentar