DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

Eropa Kaji Larangan Sementara Short Selling

Kamis, 11 Agustus 2011

Regulator di pasar Eropa merekomendasikan larangan sementara transaksi short selling di bursa saham kawasan itu. Namun, pada pembicaraan pada Kamis malam, rekomendasi itu belum berhasil mencapai kesepakatan.

Sebelumnya, Prancis dan beberapa negara lainnya mendukung larangan sementara transaksi short selling itu untuk meredam penurunan tajam harga-harga saham di bursa Eropa.

Short selling adalah upaya memperoleh keuntungan di pasar modal dengan cara menjual saham --yang belum dimiliki-- dengan harga tinggi dengan harapan akan membeli kembali dan mengembalikan pinjaman saham itu kepada broker pada saat saham turun.

Otoritas Bursa dan Pasar Modal Eropa (ESMA) akan melakukan pembicaraan lanjutan terkait rekomendasi itu hari ini.

"Kami sedang mendiskusikan dengan otoritas masing-masing negara dan bersama-sama akan memutuskan apakah perlu larangan itu," kata Victoria Powell, juru bicara ESMA seperti dikutip The New York Times, Kamis 11 Agustus 2011 waktu setempat.

Selain Prancis, Yunani dan Turki juga mendukung larangan short selling itu. Namun, Inggris tidak memaksakan untuk menerapkan larangan transaksi short selling di bursa saham negaranya. Negara lain yang menyepakati larangan itu adalah Italia, Jerman, dan Spanyol.

Upaya untuk melarang transaksi short selling itu mengingatkan tindakan yang diambil saat situasi sangat volatile setelah runtuhnya Lehman Brothers pada 2008. Meskipun demikian, sejumlah pakar mengatakan larangan short selling itu bisa menjadi bumerang.

"Ini adalah hal terburuk untuk dilakukan saat ini. Kebijakan ini akan memberikan sinyal ke pasar bahwa terjadi kondisi yang buruk secara fundamental," kata Abraham Lioui, seorang profesor di sekolah bisnis Edhec di Prancis seperti dikutip The Financial Times.http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2888495719230540306

Namun, seorang pejabat senior Prancis mengatakan larangan itu telah terbukti menjadi alat efektif selama masa krisis keuangan. "Ini adalah senjata yang kita miliki saat pasar tidak berfungsi," katanya.

Awal pekan ini, seperti dikutip The New York Times, Yunani melarang transaksi short selling selama dua bulan. Korea Selatan juga mulai melarang untuk periode tiga bulan ke depan. Sementara itu, Turki memberlakukan kebijakan serupa setelah indeks utama di bursa negara itu jatuh hampir 20 persen bulan ini. VIVAnews

0 komentar:

Poskan Komentar