DAPATKAN UANG CUMA-CUMA DISINI ..!

DILEMA MAULID NABI ANTARA CEREMONIAL DAN SUBSTANSIAL

Selasa, 10 Mei 2011
Oleh: Muh. Qari’ Ayatullah
Santri PP. Miftahul Ulum Bettet dan Fungsionaris GmnI Pamekasan

Semakin banyak orang yang mengkritik perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, ternyata semakin banyak pula masyarakat, warga, lembaga, instansi yang mengundang saya untuk memberikan materi ataupun ceramah memperingati Maulid Nabi ini. Maulid Nabi memberikan kesan berlebihan bagi masyarakat Madura disebagian daerah. Perayaan yang serba mewah setiap tahunnya tidak di imbangi dengan semakin baiknya ke sholehan sosial masyarakat di daerah tersebut. Begitulah ungkapan seorang penceramah kondang yang pernah penulis jumpai.
Pernyataan tersebut sangatlah beralasan, mengingat sejauh ini walaupun pengajian dilakukan dimana-mana, perayaan Maulid Nabi hampir ada di setiap rumah, ceremonial dibarengi ceramah keagamaan terus menerus menggema selama 1 bulan penuh, namum hasil yang didapat secara umum berupa perbaikan kepribadian dan peningkatan kwalitas ketaqwaan masih jauh dari yang diharapkan. Yang ada malah kerusakan kepribadian warga semakin bertambah, dekadensi moral remaja dimana-mana. Anak SMP sudah terbiasa dengan pergaulan bebas, seks dan hal-hal negatif lainnya. Hasil survey Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) merilis data yang menyebutkan 62,7 persen remaja siswi SMP di Indonesia sudah tidak perawan. Hasil lain dari survei itu menyebutkan 93,7 persen siswa SMP dan SMA pernah melakukan ciuman, 21,2 persen remaja SMP mengaku pernah aborsi, dan 97 persen remaja SMP dan SMA pernah melihat film forno. Sangat ironis.
Sungguh keadaan ini sangat kontroversial dengan perayaan Maulid Nabi yang penuh hikmah, kental dengan semangat kekeluargaan, serta gairah menyambut Maulid Nabi yang penuh pengetahuan dan akhlaqul karimah. Disatu sisi Maulid Nabi memberikan makna pembelajaran dan pentingnya akhlaqul karimah, namun disisi lain penurunan moralitas remaja terus dalam traffic meningkat.
Walaupun demikian, harapan menyambut Maulid Nabi harus tetap di jaga. Semangat untuk menjadikan Maulid tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya menjadi harapan bersama seluruh warga muslim, khususnya mereka yang merayakan Maulid secara ceremonial.
Ada banyak ragam dan hikmah sudut pandang yang di bangun dalam pelaksanaan Maulid ini. Sisi sejarah adalah hal yang urgen untuk kita jadikan patokan akan bermaknanya Maulid di mata masyarakat Muslim. Ada tiga hal penting yang terjadi pada tanggal 12 Rabiul Awal, yaitu kelahiran, hijrah dan wafatnya baginda Rasulullah SAW.
Dari kelahiran beliau, ada tiga hal yang begitu perlu untuk kita ketahui dan pahami bersama dengan harapan kita dapat lebih baik dari hari-hari sebelumnya dan bisa menjadi panutan sebagaimana baginda rasulullah SAW. Pertama, Memancarnya nur dari rahim Ibunda beliau, yaitu Sayyidah Aminah yang menerangi seluruh alam raya. Sebuah indikasi bahwa Maulid Nabi sebagai nur atau cahaya akan lahirnya ilmu pengetahuan yang dapat menerangi kegelapan, dapat membawa ke hal-hal yang baik di seluruh penjuru dunia. Kedua, Padamnya api sesembahan kaum majusi di Iran tepat pada saat yang bersamaan. Maksudnya adalah dengan Maulid Nabi ini kita hilangkan semua sifat-sifat buruk dan tercela dalam diri kita. Kita padamkan rasa dendam antar sesama, iri hati, kebencian dan sifaf-sifat arogan lainnya. Ketiga, Patahnya 14 tiang penyangga istana Kisra di Persia terjadi bersamaan dengan lahirnya beliau, yang berarti dengan Maulid ini kita patahkan bersama tiang keangkuhan, basmi bersama tiang kesombonga dan berfoya-foya sehingga terbentuklah pribadi yang sederhana dan tawaqqal kepada Allah SWT.
Dengan demikian, orang yang sudah maksimal keilmuannya maka dengan sendirinya padamlah api kebencian, iri hati, dendam dalam dadanya. Setelah itu patahlah tiang kesombongan, berfoya-foya, berpesta ria dalam jiwanya. Sehingga dihasilkanlah insan kamil sebagai representasi dari uswah Rasulullah SAW.
Melihat rangkaian makna kelahiran beliau diharapkan orang yang mengadakan peringatan hendaknya berupaya semaksimal mungkin memiliki semangat keilmuan sehingga di hasilkan masyarakat yang berakhlaqul karimah yang dapat memutuskan berbagai macam permasalahan yang serba kompleks di Negara ini. Amin

0 komentar:

Poskan Komentar